Kalau begitu afrika adalah benua yang paling kapitalis?


Kan afrika yang paling banyak penderita aidsnya?





:-)



amartien









 --- On Thu 09/23, Kru Hayatul Islam < [EMAIL PROTECTED] > wrote:

From: Kru Hayatul Islam [mailto: [EMAIL PROTECTED]

To: [EMAIL PROTECTED]

Date: Fri, 24 Sep 2004 08:53:43 +1000 (EST)

Subject: [ppiindia] Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme



Penyakit AIDS: Sampah Kapitalisme<br>Oleh: Farid Wadjdi<br>Publikasi 
18/07/2004<br><br>hayatulislam.net - Mengerikan! Diseluruh dunia 20 juta orang 
meninggal karena HIV/AIDS dan 37,8 juta orang terinfeksi. Demikian catatan badan PBB 
yang menangani AIDS (UNAIDS). Nelson Mandela dalam Konferensi AIDS XV di Bangkok, 
Thailand, mengajak seluruh masyarakat dunia bersatu melawan AIDS. Dalam konferensi ini 
juga terdapat lima catatan penting; pertama, dibutuhkan kehadiran politis para 
pemimpin pemerintah untuk menyukseskan penanggulangan AIDS. Kedua, mengajak setiap 
orang agar tertarik untuk berpartisipasi dalam masalah ini, tidak hanya pemerintah dan 
organisasi. Ketiga, perlu penyuluhan publik yang lebih kuat kepada masyarakat, remaja, 
dan anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS. Keempat, bagaimana membuat orang paham bahwa 
mereka yang HIV positif bisa hidup bersama dalam masyarakat. Dan yang kelima, 
menghilangkan diskriminasi terhadap penderita AIDS (Kompas, Sabtu, 17 Juli 
2004).<br><br>Tingginya angka ini jelas menunjukkan kegagalan berbagai program yang 
selama ini sering ditawarkan negara-negara Barat dalam masalah ini. Negara-negara 
Barat selama ini gagal dalam menentukan apa sebenarnya sebab utama dari mewabahnya 
penyakit ini. Mereka malah menawarkan solusi-solusi yang tidak berhubungan langsung 
dengan akar persoalan dari penyakit ini. Sosialisasi penyakit ini, bahkan dalam bentuk 
pelajaran khusus pendidikan seks di sekolah-sekolah, terbukti tidak menghentikan laju 
penyakit ini Selama ini sosialiasi tentang penyakit ini seperti dalam pendidikan seks, 
hanya berbicara bahaya dari penyakit seksual termasuk AIDS dan bagaimana melakukan 
seks secara aman, yakni dengan menggunakan kondom. Banyak yang tidak memperdulikan 
seruan ini dengan berbagai alasan; kurang praktis, lupa, kurang nikmat, sampai memang 
tidak ada dana yang cukup membeli kondom. Apalagi penyeruan penggunaan kondom hanya 
sebatas seruan, tidak ada sanksi bagi yang tidak menggunakannya. Sementara,<br> 
menjatuhkan sanksi bagi yang tidak menggunakan kondom -kalaupun mau dibuat 
undang-undang- , tentu sangat sulit. Sementara solusi yang lain, tidak ada hubungan 
langsung dengan masalah ini. Seperti hidup bersama penderita AIDS, tidak diskriminasi 
terhadap penderita AIDS. Hal ini hanya bicara tentang sikap setelah seseorang 
terjangkiti penyakit AIDS, bukan mencegah seseorang terkena penyakit AIDS. 
<br><br>Akar persoalan penyakit ini sebenarnya, berpangkal dari pandangan hidup 
kebebasan (freedom) yang dianut oleh banyak orang dan negara di dunia saat ini. 
Kebebasan bertingkahlaku sendiri merupakan pilar penting dari kapitalisme. Sehingga 
sebenarnya pangkal penyakit ini adalah Kapitalisme itu sendiri. Pandangan kebebasan 
kemudian menganggap masalah seksual adalah masalah individu, yang selama tidak 
mengganggu individu lain dan dilakukan suka sama suka, tidak boleh ada yang 
mengintervensinya. Termasuk negara sekalipun. Karenanya, berganti-ganti pasangan 
seksual atas dasar suka sama suka, bukanlah merupakan pelanggaran. Padahal 
berganti-ganti pasangan adalah faktor penyebab menyebarluasnya penyakit ini. Demikian 
juga anggapan bahwa setiap orang bebas menentukan orientasi (kecendrungan) seksnya, 
adalah merupakan bagian dari kebebasan individu. Karena itu homoseksual dan 
lesbianisme bukanlah sesuatu yang terlarang dalam masyarakarat Kapitalisme. 
<br><br>Masyarakat kapitalis juga menganggap industri seks yang jelas menumbuhsuburkan 
penyakit-penyakit seksual sebagai sesuatu yang legal, karena memiliki nilai ekonomis. 
Bisa menjadi penghasilan invidu atau negara, berupa pajak. Padahal jelas, keberadaan 
industri seks merupakan salah faktor yang menumbuhsuburkan penyakit-penyakit seksual 
termasuk AIDS.<br><br>Sebagai implikasi dari pandangan liberal, ditemukan banyak 
sekali sarana-sarana yang mendorong hajat seksual manusia secara terbuka. Pornograpi 
dan pornoaksi merupakan hal yang biasa dieksploitasi, dengan alasan kebebasan. Jelas 
sekali sarana-sarana ini turut mendorong tumbuhnya hajat seksual pemuda dan para 
remaja, yang menyebabkan banyak diantara mereka yang melakukan hubungan seks t
 anpa ikatan pernikahan. Disamping itu pergaulan yang demikian bebas, antar pria dan 
wanita, termasuk pendorong utama munculnya hajat seksual ini. <br><br>Tidaklah 
mengherankan kalau di negara-negara liberal dan permisif terhadap masalah seksual ini 
perkembangan penyakit seksual termasuk AIDS menjadi tinggi. Di Inggris misalnya, 
jumlah penderita penyakit infeksi akibat hubungan seksual seksual (Sexually 
transmitted infections) meledak belakangan ini. Dari data yang dikeluarkan The Health 
Protection Agency (HPA) kasus penyakit siplis meningkat sampai 486 % sejak tahun 1996. 
Dalam priode yang sama penyakit Chlamydia yang bisa menyebabkan ketidak suburan wanita 
meningkat 108%, gonorrhoea 87%. Pada tahun 2001, jumlah orang yang diduga terjangkit 
HIV sekitar 4.400 orang, meningkat 26% dibanding tahun sebelumnya. Sementara pada 
tahun 2004, dilaporkan sudah 5.047 orang dilaporkan sudah terjangkiti penyakit ini. 
Perancis juga mengalami nasib yang sama, kasus penyakit gonorrhoea meningkat sampat 
170% hanya dalam setahun. Rusia juga mengalami goncangan yang sama, terutama setelah 
runtuhnya komunisme. Masyarakat rusia telah memetik buah pahit<br> ideologi baru 
mereka kapitalisme. Rusia merupakan salah satu negara yang tercepat pertumbuhan 
AIDS-nya di dunia. Dari tahun 1997 sampai 2002, pejabat yang menangani HIV menyatakan 
jumlah penderita penyakit ini meningkat 22 kali, yakni 700.000 kasus. Sementera 
menurut laporan tidak resmi diduga meningkat sampai 1,5 juta kasus (www.1924.org). 
Demikian juga negara-negara lain yang dikenal sebagai bebas dan menjadikan seks 
sebagai industri pengidap penyakit AIDS sangat tinggi seperti Amerika Serikat dan 
Thailand. Untuk kasus Indonesia sendiri, kota-kota yang dikenal bebas kehidupannya 
merupakan daerah yang tinggi penderita AIDSnya seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. 
Departemen Kesehatan mengatakan angka orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia 
sekitar 90.000 sampai 130.000 (Kompas, Sabtu, 17 Juli 2004 )Sementara itu 
negeri-negeri Islam, yang dikenal masih ketat dalam masalah pengaturan pergaulan pria 
dan wanita (seksual) , penderita penyakit AIDSnya, secara signifikan rendah. 
<br><br>Islam jelas berbeda dengan kapitalisme dengan paham kebebasannya. Dalam Islam, 
dengan sangat jelas menyatakan bahwa manusia tidak bisa dibebaskan untuk mengatur 
kehendaknya sendiri. Sebab kalau ini terjadi, manusia akan terjerumus pada hawa 
nafsunya seperti yang terjadi pada saat sekarang ini. Karena itu dalam Islam, seluruh 
tingkah laku manusia wajib terikat pada aturan-aturan Allah SWT yang Maha Pengasih dan 
Penyayang. Aturan Allah SWT jelas akan memberikan kebaikan pada manusia, sebab Allah 
SWT yang paling tahu tentang apa yang paling baik untuk manusia. Sangat jelas, saat 
manusia lalai dari aturan Allah , munculnya penderitaan, antara lain penyakit seksual 
ini. <br><br>Karena itu Islam, mengatur bagaimana hubungan pria dan wanita yang aman, 
yakni lewat ikatan perkawinan yang sah. Tidak hanya itu, Islam pun menutup segala 
jalan yang mengakibatkan munculnya kebebasan seksual yang berbahaya. Islam melarang 
pria wanita berinteraksi secara bebas kecuali dalam hal-hal yang dibolehkan oleh 
syari�i. Campur aduk (ikhtilat) adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. Sehingga, 
Islam memenimalkan hubungan pria dan wanita, kecuali dalam perkara-perkara tertentu 
seperti jual beli, pendidikan, pengadilan, kesehatan dan interaksi lain yang memang 
membutuhkan sikap ta�awun (tolong menolong) antara kedua belah pihak. Itupun tetap 
dalam batasan-batasan yang sangat ketat. Mulai dari cara berpakaian yang menutup aurot 
sampai larangan tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), yang memungkinkan 
munculnya hajat seksual lawan jenisnya. Islam juga melarang wanita berduaan dengan 
laki-laki yang bukan mahromnya (khalwat). Jelas pula, dalam Islam industri atau 
bisnis<br> seksual atau yang mengeksploitasi pornograpi diharamkan, tidak perduli 
apakah itu menghasilkan uang atau tidak. Dalam Islam, uang bukanlah segalanya untuk 
menghalalkan segala cara. Semua ini akan menghindari munculnya seks bebas 
ditengah-tengah masyarakat. <br
_______________________________________________
No banners. No pop-ups. No kidding.
Make My Way your home on the Web - http://www.myway.com



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke