correction : Evangelist adalah bukan ''kelompok'' tapi suatu predikat
''pendeta'' dalam gereja, tapi tidak semua gereja memliki Evangelist,, Born
again christian (George Bush) bukanlah Evangelist, tolong jgn asal mengutip
perlu pemahaman yg jelas mengenai Evangelist dan born again christian.
RG Nur Rahmat
<[EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED]
o.com> cc:
Subject: Re: [ppiindia] fyi: [ITB]
Fwd: Membedah
10/04/2004 04:04 Penalaran IS
PM
Please respond to
ppiindia
Kalau begitu kita, Kristen dan bukan Kristen mari kita perangi para
Envangelist ini karena mengganggu ketentraman kita.
antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
--- In ITB wrote:
Kebetulan malam ini jam 12.00 aku lihat dialog antara Larry King
(CNN) dengan tokoh agama di USA: Islam, Katholik, Jahudi, Evangelist
dan Deepak Chopra (ke Timuran). Ternyata yang paling ngidab-idabi,
persis seperti IS, adalah yang dari Evangelist. Singkatnya dunia ini
baru damai dan penuh kasih sayang bila semua menjadi pengikut Jesus
ala Evangelist. Lha opo tumon? Jadi tidak heran kalau perang Iraq ini
bisa di'kategori'kan perang agama, karena Bush adalah Born Again
Christian (Evangelist) dan begitu pula ideolognya, Karl Rove.
Repotnya ialah komposisi Evangelist ini di USA adalah 20 persen
penduduk, dan karena dari negara kaya bisa ekspor doktrin ala
sponsornya IS (Saudi Arabia). Kelompok Evangelist ini konflik dengan
Katholik Rusia/Junani di Ex Uni Soviet, konflik dengan Katholik Roma
di Amerika Latin, konflik dengan Hindu dan Buddha, juga konflik
dengan Islam. Ya ini sebetulnya yang dikeluhkan oleh Roma maupun
Jakarta. Kelompok ini yang bagi-bagi duit dan beras untuk misionaris
mereka di Indonesia. Sayangnya umat Islam tidak bisa membedakan
antara mereka dan yang lainnya.
salam
wrote:
Semoga mencerahi makin banyak kalangan.
Salam
--- In ppiindia arriko.....wrote:
Ini mencomot dari Millist yg lain......
=============
Membedah Penalaran Imam Samudra
Menurut penalaran Imam Samudra (selanjutnya disingkat IS) segala isyu
komunitas non-islam terhadap islam dikategorikan/dinilai negatif dan
sebagai
fitnah. Mengapa ? Karena fitnah adalah kebalikan
daripada "menyatakan
kebenaran". Dan kebenaran mutlak ada pada Islam melalui Al Qur'an dan
Hadis. Di luar Al Qur'an dan Hadis maka "tidak ada kebenaran".
Pendapat ini
adalah ciri eksklusifisme total, analog dengan pendapat 'extra
cathedram
nulla salus' dari zaman pra-konsili Vatican II.
Kebenaran bagi segala sesuatu di dunia ini bersifat atributif.
Kebenaran
tentang pendapat, hukum,filosofi, agama, selalu bersifat atributif
dan
tidak pernah substansiatif. Atau, kebenaran tidak pernah menjadi
kodrat
tetapi selalu hanya merupakan sifat saja. Mengapa harus demikian?
Jawabnya,
karena suatu falsafah, pendapat, ajaran, hukum, doktrin, atau agama
selalu
terbentuk dalam suatu kerangka sejarah dan memiliki ciri lokalitas dan
kultural tertentu. Secara filosofis disebut memiliki ciri spasi-
temporal.
Dan karena sifatnya spasi-temporal maka tidak pernah mampu bersifat
perennial.
IS dkk memiliki paham "kebenaran suksesif", yaitu paham bahwa
kebenaran
agama terakhir menghapus dan menggantikan kebenaran agama-agama
sebelumnya.
Paham ini teramat eksklusif dan ternyata sekaligus melawan kenyataan
di
lapangan. Karena kenyataannya agama-agama sebelumnya juga terus
berkembang,
diperbaharui, dan memiliki penganut baru yang semakin banyak. Maka
bila
ada paham bahwa mereka itu semuanya kafir dan pahamnya harus dibasmi
dari
muka bumi ini maka ciri otoriter pun nampak jelas sekali, sekaligus
tidak
membawa ciri 'pembawa damai' bagi seluruh alam.
Memang setiap organisme termasuk suatu 'isme' bila sekali telah
terbentuk
dalam kerangka sejarah, maka 'isme' itu akan tetap akan hidup
sepanjang dan
selama masih ada pendukungnya.
Hinduisme sudah berusia ribuan tahun dan bermula dari abad-abad
sebelum
tarikh masehi namun tetap eksis karena selalu ada pengikut baru dari
agama
tersebut. Demikian pula Buddhisme, Yudaisme dan Kristianitas.
Dari kenyataan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan:
1) Suatu ideologi atau agama tidak bisa dibasmi dengan rekayasa
apapun - termasuk terorisme - selama dan sepanjang masih ada
penganutnya
baik secara terbuka maupun secara diam-diam. "Sanguis martyrum semen
fidelum" - darah syuhada adalah benih umat beriman baru. Semakin
hebat
kegiatan martirisasi semakin subur lahirnya para proselit atau
penganut
baru.
2) Setiap dan semua usaha melenyapkan 'kekafiran' dengan kegiatan
terorisme tidak pernah akan mampu melenyapkan 'kekafiran' itu sendiri
selama
masih ada penganutnya. Artinya, bila IS dkk ingin melanjutkan
terorisme di
seluruh penjuru dunia - istilahnya "hanya suatu titik debu bagi para
mujahid
yang masih berjuang di luar" - dan karena tujuannya tidak pernah akan
tercapai, maka terorisme juga tidak mungkin dapat dibasmi di muka
bumi ini.
3) Setiap penjuang seperti kelompok IS dkk selalu akan berhadapan
frontal dengan Pemerintah yang sah karena mereka selalu memilih jalan
Terorisme daripada Demokrasi, yang dinilai sebagai 'agama baru' dari
masyarakat kafir barat/kebarat-baratan. Fakta ini menjelaskan mengapa
kelompok 'jihad fisabi'llah' selalu berhadapan dengan Pemerintah yang
sah
di
mana-mana di dunia ini karena semuanya memperjuangkan negara yang
diatur
secara theokrasi - dan dalam hal ini dimengerti mereka sebagai diatur
menurut Syariat Islam dan dipimpin oleh khalifah berdarah biru dan
yang
masih keturunan Nabi secara langsung.
4) Orang-orang seperti IS dkk selalu akan melecehkan muslim
pejuang
demokrasi atau yang akrab dengan umat agama lain seperti Aa Gym, Gus
Dur,
Nurcholis Madjid, Ulil dsb. Kelompok IS dkk adalah 'penjuang
kebenaran
sejati' sedangkan kelompok moderat adalah pengecut yang
senang "berzinah"
dengan komunitas kafir.
5) Timbulnya generasi muda yang sepaham dengan IS dkk tidak dapat
dicegah karena ini menyangkut alam pikiran dan keyakinan aqidah
seseorang.
Eksistensi mereka di dalam masyarakat tetap merupakan "bom waktu" yang
setiap saat dapat menebarkan "bom benaran" di dalam masyarakat tanpa
peduli
akan siapapun korbannya. Mengapa? Karena mereka hanya memandang
kelompok
sendiri sebagai pemegang monopoli kebenaran dan semua yang lainnya
hanyalah
kaum kafir yang pengecut dan sah-sah saja untuk dikorbankan. Sorot
mata
yang dingin menunjukkan 'hati yang beku' (kecuali untuk kaum/keluarga
sendiri) yang tidak memiliki setitik welas asih pun kepada sesama
manusia
sebagai sesama insan makhluk Yang Mahakuasa yang menerbitkan matahari
setiap
hari maupun menurunkan hujan baik bagi kaum suci (dan sumuci) maupun
bagi
para penjahat jahanam.
6) Pendidikan moral dan keagamaan yang baik di masa muda selalu
dapat
dikontaminasi oleh kepustakaan dan indoktrinasi yang fundamentalis di
lapangan (terutama di medan jihad seperti Afganistan, Irak, Bosnia
dsb)
pasca pendidikan formal sehingga melahirkan benih-benih komunitas
seperti
IS
dkk. Dan hal ini tidak bisa dilarang ataupun dicegah oleh instansi
manapun.
Jakarta, 29 September 2004.
MangIyus
----------------------------------------------------------------------
Imam Samudra: "Demi Allah, Tak Akan Selesai"
Jum'at, 10 September 2004 | 20:24 WIB
Di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali, sebuah sosok bernama Imam
Samudra
menjemput kematian seperti sebuah anugerah. Lelaki berusia 33 tahun
itu
berkata, "Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan dari hati
saya."
Kecuali tubuhnya yang kian ramping, janggutnya yang panjang, kulitnya
yang
semakin bersih, dan sorot matanya yang dingin, tak ada yang berubah
dari
Imam Samudra sejak dia tertangkap beberapa bulan silam.
Di penjara yang jaraknya sekitar seribu kilometer dari kampung
halamannya,
Serang, Jawa Barat, itu dia mengaku rajin menulis surat untuk sang
istri
dan
empat anaknya. "Saya membuat sejumlah wasiat untuk mereka."
Dengan ganjaran hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri
Denpasar,
Imam Samudra, yang dianggap sebagai arsitek aksi bom Bali, kini
menghitung
hari sembari menulis sebuah buku memoar.
Tampaknya, Imam Samudra alias Abdul Aziz siap menerima risiko dari
jalan
kekerasan yang dipilihnya. "Ini hukum penguasa kafir, harus terus
dilawan,"
ujarnya dingin. Dia bahkan menyebut vonis mati atas dirinya justru
sia-sia.
Perjuangan kelompoknya, kata dia, akan terus maju. "Ini cuma setitik
debu
bagi para mujahid yang sedang berjuang di luar," ujarnya. Lalu kapan
aksi
mereka akan berakhir? Berikut ini petikan wawancara TEMPO dengan bekas
mahasiswa kimia di Institut Teknologi Malaya itu.
Mengapa Anda memilih jalan perjuangan seperti sekarang ini?
Awalnya saya membaca buku Allah Turun di Afganistan. Isinya tentang
para
syuhada di Afganistan. Ada yang digilas tank, tapi tak mati, mungkin
karena
memang belum waktunya. Ada juga kisah dari makam para syuhada, setiap
Senin
dan Kamis, terdengar orang bertakbir. Atau soal pasukan mujahidin yang
terkurung di satu bukit, tanpa makanan sama sekali. Tiba-tiba, ada
helikopter yang menerjunkan makanan bagi tentara Rusia, yang juga
terkurung
di bagian bukit yang lain. Tapi, dengan takdir Allah, justru makanan
itu
jatuh di tempat mujahidin.
Kisah seperti itu yang membuat saya tertarik. Banyak riwayat,
tentunya yang
shahih, fadhillah, atau keutamaan para syuhada.
Dikatakan, begitu darah pertama tertumpah ke bumi, segala dosanya
diampunkan. Belum lagi jasadnya jatuh, sudah disambut oleh bidadari,
yang
wanginya itu melebihi dunia dengan segala isinya. Sesaat sebelum dia
terluka, telah ditentukan tempatnya di surga. Makanya, dengan
keyakinan itu, orang saya itu tak pernah mundur.
Kapan Anda membaca buku itu?
Saya membaca buku itu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Saya dapat dari
sepupu
saya, yang juga syahid di Afganistan. Namanya Ahmad Sobari.
Saya pun tertarik untuk ke Afganistan. Doa saya terkabul. Saya ke
Afganistan
pada 1990.
Apa yang Anda dapatkan di sana?
Fikrah. Di sana, saya mendapat banyak perubahan cara berpikir. Dulu,
saya
sangat senang dengan ajaran Syiah, Mu'tazilah, dan lain-lain yang
menggunakan logika sebagai dasar. Dulu, sekalipun hadis itu sahih,
jika
bertentangan dengan logika, akan saya tolak.
Itu sebelum ke Afganistan?
Ya, sebelum ke Afganistan. Saya bahkan masih mengagumi Amien Rais
(mantan
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah-Red.) dan lain sebagainya itu.
Setelah saya mengerti, itu semua saya masukkan ke tong sampah
sekarang.
Pengalaman apa yang paling membekas?
Saya bertemu dengan orang yang paling dibenci oleh Amerika Serikat,
seperti
Syekh Abdurrasul Sayyaf (salah satu panglima mujahidin di Afganistan).
Walau
paling dibenci Amerika, dia adalah orang nomor wahid di Afganistan.
Saya
terkesima, tapi bukan tersihir. Saya banyak mendapat kebenaran dari
dia.
Selain itu, banyak juga kawan yang berasal dari Arab. Mereka
mengarahkan
saya kepada fikrah yang sebenarnya.
Pikiran baru itu langsung Anda terima?
Sebenarnya waktu itu masih ada clash, benturan, di batin saya.
Misalnya, waktu itu, saya masih menganggap fikrah (pikiran) jihad itu
adalah
dakwah. Jadi, ada konflik berat. Tapi, waktu itu, saya membaca sebuah
hadis,
dan ini juga hadis sahih, bahwa yang terberat itulah yang terbenar.
Dan itu
pasti dibenci oleh orang-orang kafir. Jadi, saya mulai masuk ke dalam
mazhab
salafus sholeh (mazhab yang berupaya memurnikan kembali ajaran Quran
dan
hadis, salah satunya dengan cara mengikuti cara hidup Nabi Muhammad-
Red.).
Di Afganistan, Anda juga latihan militer?
Secara fisik, katakanlah, memang ada proses militerisasi. Dalam arti
dengan
jalan Islami, tidak bercampur dengan teori-teori kafir yang lazimnya
boleh
langsung tampar jika ada yang salah, atau ditelanjangi. Kami tak
seperti
itu. Jadi, betul-betul dengan metode on to the heart, masuk ke dalam
hati
betul. Yang salah paling disuruh baca Al-Quran atau baca hadis, atau
hukumannya hanya push up dan lari. Kelihatannya itu memang sepele,
tapi itu
bisa menyentuh hati.
Kalau jadwal latihan harian?
Tergantung kondisi. Kalau lagi perang, latihan kan tak bisa.
Situasional sekali. Tapi kita selalu waspada, alert. Itu wajib.
Pasti Anda punya pengalaman bertempur juga.
Ada. Tapi saya khawatir membatalkan amal saya, jadi tak usah
diceritakan.
Berapa lama di Afganistan?
Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun.
Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom?
(Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu
cara
membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada
propaganda
melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat
dalam
Al-Quran yang berbunyi "sampai mereka merasa takut" diterjemahkan Al-
Quran
versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be
afraid.
Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam.
Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan
juga
mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu
selesai?
Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., "Dan perangilah
mereka
sampai tak ada fitnah." Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir
dari
Ibnu Katsir soal fitnah itu.
Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk
mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan
lewat
pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang
sekarang
menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang
pengecut.
Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan
Bukhari-Muslim disebutkan, "Aku diutus oleh Allah menjelang hari
kiamat
dengan membawa pedang." Itu hadis sahih.
Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan
terus
menjalankan jihad?
Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban
syar'i,
kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah.
Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer?
Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam
yang
sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa.
Itu
something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan
kenabiannya.
Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki "Al-Amin". Dari kaum
Quraisy
sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian
datang,
namanya berubah menjadi "Al-Majnun". Dibilang orang gila, dibilang
tukang
sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti
dicela dan
dimaki. Seperti firman Allah Swt., "Dia mengutus kamu Muhammad dengan
hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci." Jadi,
kebencian
itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang
kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu.
Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati....
Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu
bagi
para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya
tak akan
selesai. Demi Allah, tak akan selesai.
Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu?
Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di
hati
saya
----------------------------------------------------------------------
krisnaji2002 [EMAIL PROTECTED], Tuesday, September 21, 2004 5:03 PM,
[vincentliong] fatwa ulama top
--- End forwarded message ---
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/