penganggu hubungan islam-kristen adalah evangelis (penyebar injil),
mungkin kalau masing2 dakwah ke umatnya masing2, maka nggak ada lagi
saling curiga, dan hidup dengan damai....hehehhee

On Mon, 4 Oct 2004 [EMAIL PROTECTED] wrote:

> 
> Apakah benar ketentraman diganggu oleh Evangelistas? Masing-masing mau jual jamu, 
> kalau sudah punya jamu obat kuat syawat, buat apa dengar dan ambil pusing dengan Mr 
> Evanglista yang jual viagara? Kalau ambil pusing berarti tambah problem hidup.
> 
> > 
> > Fr�n: RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]>
> > Datum: 2004/10/04 Mon AM 11:04:22 CEST
> > Till: [EMAIL PROTECTED]
> > �mne: Re: [ppiindia] fyi: [ITB] Fwd:  Membedah Penalaran IS
> > 
> > 
> > Kalau begitu kita, Kristen dan bukan Kristen mari kita perangi para Envangelist 
> > ini karena mengganggu ketentraman kita.
> > 
> > 
> > antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > --- In ITB wrote:
> > Kebetulan malam ini jam 12.00 aku lihat dialog antara Larry King 
> > (CNN) dengan tokoh agama di USA: Islam, Katholik, Jahudi, Evangelist 
> > dan Deepak Chopra (ke Timuran). Ternyata yang paling ngidab-idabi, 
> > persis seperti IS, adalah yang dari Evangelist. Singkatnya dunia ini 
> > baru damai dan penuh kasih sayang bila semua menjadi pengikut Jesus 
> > ala Evangelist. Lha opo tumon? Jadi tidak heran kalau perang Iraq ini 
> > bisa di'kategori'kan perang agama, karena Bush adalah Born Again 
> > Christian (Evangelist) dan begitu pula ideolognya, Karl Rove. 
> > Repotnya ialah komposisi Evangelist ini di USA adalah 20 persen 
> > penduduk, dan karena dari negara kaya bisa ekspor doktrin ala 
> > sponsornya IS (Saudi Arabia). Kelompok Evangelist ini konflik dengan 
> > Katholik Rusia/Junani di Ex Uni Soviet, konflik dengan Katholik Roma 
> > di Amerika Latin, konflik dengan Hindu dan Buddha, juga konflik 
> > dengan Islam. Ya ini sebetulnya yang dikeluhkan oleh Roma maupun 
> > Jakarta. Kelompok ini yang bagi-bagi duit dan beras untuk misionaris
> > mereka di Indonesia. Sayangnya umat Islam tidak bisa membedakan 
> > antara mereka dan yang lainnya.
> > salam
> > 
> > 
> > wrote:
> > Semoga mencerahi makin banyak kalangan.
> > Salam
> > 
> > 
> > 
> > --- In ppiindia arriko.....wrote:
> > Ini mencomot dari Millist yg lain......
> > =============
> > 
> > Membedah Penalaran Imam Samudra
> > 
> > Menurut penalaran Imam Samudra (selanjutnya disingkat IS) segala isyu
> > komunitas non-islam terhadap islam dikategorikan/dinilai negatif dan
> > sebagai
> > fitnah. Mengapa ? Karena fitnah adalah kebalikan 
> > daripada "menyatakan
> > kebenaran". Dan kebenaran mutlak ada pada Islam melalui Al Qur'an dan
> > Hadis. Di luar Al Qur'an dan Hadis maka "tidak ada kebenaran". 
> > Pendapat ini
> > adalah ciri eksklusifisme total, analog dengan pendapat 'extra 
> > cathedram
> > nulla salus' dari zaman pra-konsili Vatican II.
> > 
> > Kebenaran bagi segala sesuatu di dunia ini bersifat atributif. 
> > Kebenaran
> > tentang pendapat, hukum,filosofi, agama, selalu bersifat atributif 
> > dan
> > tidak pernah substansiatif. Atau, kebenaran tidak pernah menjadi 
> > kodrat
> > tetapi selalu hanya merupakan sifat saja. Mengapa harus demikian?
> > Jawabnya,
> > karena suatu falsafah, pendapat, ajaran, hukum, doktrin, atau agama 
> > selalu
> > terbentuk dalam suatu kerangka sejarah dan memiliki ciri lokalitas dan
> > kultural tertentu. Secara filosofis disebut memiliki ciri spasi-
> > temporal.
> > Dan karena sifatnya spasi-temporal maka tidak pernah mampu bersifat
> > perennial.
> > 
> > IS dkk memiliki paham "kebenaran suksesif", yaitu paham bahwa 
> > kebenaran
> > agama terakhir menghapus dan menggantikan kebenaran agama-agama 
> > sebelumnya.
> > Paham ini teramat eksklusif dan ternyata sekaligus melawan kenyataan 
> > di
> > lapangan. Karena kenyataannya agama-agama sebelumnya juga terus
> > berkembang,
> > diperbaharui, dan memiliki penganut baru yang semakin banyak. Maka 
> > bila
> > ada paham bahwa mereka itu semuanya kafir dan pahamnya harus dibasmi 
> > dari
> > muka bumi ini maka ciri otoriter pun nampak jelas sekali, sekaligus 
> > tidak
> > membawa ciri 'pembawa damai' bagi seluruh alam.
> > 
> > Memang setiap organisme termasuk suatu 'isme' bila sekali telah 
> > terbentuk
> > dalam kerangka sejarah, maka 'isme' itu akan tetap akan hidup 
> > sepanjang dan
> > selama masih ada pendukungnya.
> > Hinduisme sudah berusia ribuan tahun dan bermula dari abad-abad 
> > sebelum
> > tarikh masehi namun tetap eksis karena selalu ada pengikut baru dari 
> > agama
> > tersebut. Demikian pula Buddhisme, Yudaisme dan Kristianitas.
> > 
> > Dari kenyataan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan:
> > 
> > 1) Suatu ideologi atau agama tidak bisa dibasmi dengan rekayasa
> > apapun - termasuk terorisme - selama dan sepanjang masih ada 
> > penganutnya
> > baik secara terbuka maupun secara diam-diam. "Sanguis martyrum semen
> > fidelum" - darah syuhada adalah benih umat beriman baru. Semakin 
> > hebat
> > kegiatan martirisasi semakin subur lahirnya para proselit atau 
> > penganut
> > baru.
> > 
> > 2) Setiap dan semua usaha melenyapkan 'kekafiran' dengan kegiatan
> > terorisme tidak pernah akan mampu melenyapkan 'kekafiran' itu sendiri
> > selama
> > masih ada penganutnya. Artinya, bila IS dkk ingin melanjutkan 
> > terorisme di
> > seluruh penjuru dunia - istilahnya "hanya suatu titik debu bagi para
> > mujahid
> > yang masih berjuang di luar" - dan karena tujuannya tidak pernah akan
> > tercapai, maka terorisme juga tidak mungkin dapat dibasmi di muka 
> > bumi ini.
> > 
> > 3) Setiap penjuang seperti kelompok IS dkk selalu akan berhadapan
> > frontal dengan Pemerintah yang sah karena mereka selalu memilih jalan
> > Terorisme daripada Demokrasi, yang dinilai sebagai 'agama baru' dari
> > masyarakat kafir barat/kebarat-baratan. Fakta ini menjelaskan mengapa
> > kelompok 'jihad fisabi'llah' selalu berhadapan dengan Pemerintah yang 
> > sah
> > di
> > mana-mana di dunia ini karena semuanya memperjuangkan negara yang 
> > diatur
> > secara theokrasi - dan dalam hal ini dimengerti mereka sebagai diatur
> > menurut Syariat Islam dan dipimpin oleh khalifah berdarah biru dan 
> > yang
> > masih keturunan Nabi secara langsung.
> > 
> > 4) Orang-orang seperti IS dkk selalu akan melecehkan muslim 
> > pejuang
> > demokrasi atau yang akrab dengan umat agama lain seperti Aa Gym, Gus 
> > Dur,
> > Nurcholis Madjid, Ulil dsb. Kelompok IS dkk adalah 'penjuang 
> > kebenaran
> > sejati' sedangkan kelompok moderat adalah pengecut yang 
> > senang "berzinah"
> > dengan komunitas kafir.
> > 
> > 5) Timbulnya generasi muda yang sepaham dengan IS dkk tidak dapat
> > dicegah karena ini menyangkut alam pikiran dan keyakinan aqidah 
> > seseorang.
> > Eksistensi mereka di dalam masyarakat tetap merupakan "bom waktu" yang
> > setiap saat dapat menebarkan "bom benaran" di dalam masyarakat tanpa 
> > peduli
> > akan siapapun korbannya. Mengapa? Karena mereka hanya memandang 
> > kelompok
> > sendiri sebagai pemegang monopoli kebenaran dan semua yang lainnya 
> > hanyalah
> > kaum kafir yang pengecut dan sah-sah saja untuk dikorbankan. Sorot 
> > mata
> > yang dingin menunjukkan 'hati yang beku' (kecuali untuk kaum/keluarga
> > sendiri) yang tidak memiliki setitik welas asih pun kepada sesama 
> > manusia
> > sebagai sesama insan makhluk Yang Mahakuasa yang menerbitkan matahari
> > setiap
> > hari maupun menurunkan hujan baik bagi kaum suci (dan sumuci) maupun 
> > bagi
> > para penjahat jahanam.
> > 
> > 6) Pendidikan moral dan keagamaan yang baik di masa muda selalu 
> > dapat
> > dikontaminasi oleh kepustakaan dan indoktrinasi yang fundamentalis di
> > lapangan (terutama di medan jihad seperti Afganistan, Irak, Bosnia 
> > dsb)
> > pasca pendidikan formal sehingga melahirkan benih-benih komunitas 
> > seperti
> > IS
> > dkk. Dan hal ini tidak bisa dilarang ataupun dicegah oleh instansi 
> > manapun.
> > 
> > Jakarta, 29 September 2004.
> > MangIyus
> > ----------------------------------------------------------------------
> > 
> > 
> > Imam Samudra: "Demi Allah, Tak Akan Selesai"
> > 
> > 
> > Jum'at, 10 September 2004 | 20:24 WIB
> > 
> > Di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali, sebuah sosok bernama Imam 
> > Samudra
> > menjemput kematian seperti sebuah anugerah. Lelaki berusia 33 tahun 
> > itu
> > berkata, "Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan dari hati
> > saya."
> > Kecuali tubuhnya yang kian ramping, janggutnya yang panjang, kulitnya 
> > yang
> > semakin bersih, dan sorot matanya yang dingin, tak ada yang berubah 
> > dari
> > Imam Samudra sejak dia tertangkap beberapa bulan silam.
> > 
> > Di penjara yang jaraknya sekitar seribu kilometer dari kampung 
> > halamannya,
> > Serang, Jawa Barat, itu dia mengaku rajin menulis surat untuk sang 
> > istri
> > dan
> > empat anaknya. "Saya membuat sejumlah wasiat untuk mereka."
> > Dengan ganjaran hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri 
> > Denpasar,
> > Imam Samudra, yang dianggap sebagai arsitek aksi bom Bali, kini 
> > menghitung
> > hari sembari menulis sebuah buku memoar.
> > 
> > Tampaknya, Imam Samudra alias Abdul Aziz siap menerima risiko dari 
> > jalan
> > kekerasan yang dipilihnya. "Ini hukum penguasa kafir, harus terus 
> > dilawan,"
> > ujarnya dingin. Dia bahkan menyebut vonis mati atas dirinya justru 
> > sia-sia.
> > Perjuangan kelompoknya, kata dia, akan terus maju. "Ini cuma setitik 
> > debu
> > bagi para mujahid yang sedang berjuang di luar," ujarnya. Lalu kapan 
> > aksi
> > mereka akan berakhir? Berikut ini petikan wawancara TEMPO dengan bekas
> > mahasiswa kimia di Institut Teknologi Malaya itu.
> > 
> > Mengapa Anda memilih jalan perjuangan seperti sekarang ini?
> > 
> > Awalnya saya membaca buku Allah Turun di Afganistan. Isinya tentang 
> > para
> > syuhada di Afganistan. Ada yang digilas tank, tapi tak mati, mungkin 
> > karena
> > memang belum waktunya. Ada juga kisah dari makam para syuhada, setiap 
> > Senin
> > dan Kamis, terdengar orang bertakbir. Atau soal pasukan mujahidin yang
> > terkurung di satu bukit, tanpa makanan sama sekali. Tiba-tiba, ada
> > helikopter yang menerjunkan makanan bagi tentara Rusia, yang juga 
> > terkurung
> > di bagian bukit yang lain. Tapi, dengan takdir Allah, justru makanan 
> > itu
> > jatuh di tempat mujahidin.
> > Kisah seperti itu yang membuat saya tertarik. Banyak riwayat, 
> > tentunya yang
> > shahih, fadhillah, atau keutamaan para syuhada.
> > 
> > 
> > Dikatakan, begitu darah pertama tertumpah ke bumi, segala dosanya
> > diampunkan. Belum lagi jasadnya jatuh, sudah disambut oleh bidadari, 
> > yang
> > wanginya itu melebihi dunia dengan segala isinya. Sesaat sebelum dia
> > terluka, telah ditentukan tempatnya di surga. Makanya, dengan
> > keyakinan itu, orang saya itu tak pernah mundur.
> > 
> > Kapan Anda membaca buku itu?
> > 
> > Saya membaca buku itu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Saya dapat dari 
> > sepupu
> > saya, yang juga syahid di Afganistan. Namanya Ahmad Sobari.
> > Saya pun tertarik untuk ke Afganistan. Doa saya terkabul. Saya ke
> > Afganistan
> > pada 1990.
> > 
> > Apa yang Anda dapatkan di sana?
> > 
> > Fikrah. Di sana, saya mendapat banyak perubahan cara berpikir. Dulu, 
> > saya
> > sangat senang dengan ajaran Syiah, Mu'tazilah, dan lain-lain yang
> > menggunakan logika sebagai dasar. Dulu, sekalipun hadis itu sahih, 
> > jika
> > bertentangan dengan logika, akan saya tolak.
> > 
> > Itu sebelum ke Afganistan?
> > 
> > Ya, sebelum ke Afganistan. Saya bahkan masih mengagumi Amien Rais 
> > (mantan
> > Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah-Red.) dan lain sebagainya itu.
> > Setelah saya mengerti, itu semua saya masukkan ke tong sampah 
> > sekarang.
> > 
> > Pengalaman apa yang paling membekas?
> > 
> > Saya bertemu dengan orang yang paling dibenci oleh Amerika Serikat, 
> > seperti
> > Syekh Abdurrasul Sayyaf (salah satu panglima mujahidin di Afganistan).
> > Walau
> > paling dibenci Amerika, dia adalah orang nomor wahid di Afganistan. 
> > Saya
> > terkesima, tapi bukan tersihir. Saya banyak mendapat kebenaran dari 
> > dia.
> > Selain itu, banyak juga kawan yang berasal dari Arab. Mereka 
> > mengarahkan
> > saya kepada fikrah yang sebenarnya.
> > 
> > Pikiran baru itu langsung Anda terima?
> > 
> > Sebenarnya waktu itu masih ada clash, benturan, di batin saya.
> > Misalnya, waktu itu, saya masih menganggap fikrah (pikiran) jihad itu
> > adalah
> > dakwah. Jadi, ada konflik berat. Tapi, waktu itu, saya membaca sebuah
> > hadis,
> > dan ini juga hadis sahih, bahwa yang terberat itulah yang terbenar. 
> > Dan itu
> > pasti dibenci oleh orang-orang kafir. Jadi, saya mulai masuk ke dalam
> > mazhab
> > salafus sholeh (mazhab yang berupaya memurnikan kembali ajaran Quran 
> > dan
> > hadis, salah satunya dengan cara mengikuti cara hidup Nabi Muhammad-
> > Red.).
> > 
> > Di Afganistan, Anda juga latihan militer?
> > 
> > Secara fisik, katakanlah, memang ada proses militerisasi. Dalam arti 
> > dengan
> > jalan Islami, tidak bercampur dengan teori-teori kafir yang lazimnya 
> > boleh
> > langsung tampar jika ada yang salah, atau ditelanjangi. Kami tak 
> > seperti
> > itu. Jadi, betul-betul dengan metode on to the heart, masuk ke dalam 
> > hati
> > betul. Yang salah paling disuruh baca Al-Quran atau baca hadis, atau
> > hukumannya hanya push up dan lari. Kelihatannya itu memang sepele, 
> > tapi itu
> > bisa menyentuh hati.
> > 
> > Kalau jadwal latihan harian?
> > 
> > Tergantung kondisi. Kalau lagi perang, latihan kan tak bisa.
> > Situasional sekali. Tapi kita selalu waspada, alert. Itu wajib.
> > 
> > Pasti Anda punya pengalaman bertempur juga.
> > 
> > Ada. Tapi saya khawatir membatalkan amal saya, jadi tak usah 
> > diceritakan.
> > 
> > Berapa lama di Afganistan?
> > 
> > Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun.
> > 
> > Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom?
> > 
> > (Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu 
> > cara
> > membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada 
> > propaganda
> > melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat 
> > dalam
> > Al-Quran yang berbunyi "sampai mereka merasa takut" diterjemahkan Al-
> > Quran
> > versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be 
> > afraid.
> > Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam.
> > 
> > Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan 
> > juga
> > mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu 
> > selesai?
> > 
> > Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., "Dan perangilah 
> > mereka
> > sampai tak ada fitnah." Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir 
> > dari
> > Ibnu Katsir soal fitnah itu.
> > Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk
> > mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan 
> > lewat
> > pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang 
> > sekarang
> > menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang
> > pengecut.
> > Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan
> > Bukhari-Muslim disebutkan, "Aku diutus oleh Allah menjelang hari 
> > kiamat
> > dengan membawa pedang." Itu hadis sahih.
> > 
> > Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan 
> > terus
> > menjalankan jihad?
> > 
> > 
> > Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban 
> > syar'i,
> > kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah.
> > 
> > 
> > Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer?
> > 
> > 
> > Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam 
> > yang
> > sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa. 
> > Itu
> > something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan 
> > kenabiannya.
> > Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki "Al-Amin". Dari kaum 
> > Quraisy
> > sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian 
> > datang,
> > namanya berubah menjadi "Al-Majnun". Dibilang orang gila, dibilang 
> > tukang
> > sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti 
> > dicela dan
> > dimaki. Seperti firman Allah Swt., "Dia mengutus kamu Muhammad dengan
> > hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci." Jadi, 
> > kebencian
> > itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang
> > kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu.
> > 
> > 
> > Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati....
> > 
> > 
> > Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu 
> > bagi
> > para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya 
> > tak akan
> > selesai. Demi Allah, tak akan selesai.
> > Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu?
> > Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di 
> > hati
> > saya
> > ----------------------------------------------------------------------
> > krisnaji2002 [EMAIL PROTECTED], Tuesday, September 21, 2004 5:03 PM,
> > [vincentliong] fatwa ulama top
> > --- End forwarded message ---
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> > Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> > ***************************************************************************
> > __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >             
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> > Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> > ***************************************************************************
> > __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >  
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> > 
> > 
> 
> -------------------------------------------------
> WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se
> -------------------------------------------------
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke