--- In ITB<[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kebetulan malam ini jam 12.00 aku lihat dialog antara Larry King (CNN) dengan tokoh agama di USA: Islam, Katholik, Jahudi, Evangelist dan Deepak Chopra (ke Timuran). Ternyata yang paling ngidab-idabi, persis seperti IS, adalah yang dari Evangelist. Singkatnya dunia ini baru damai dan penuh kasih sayang bila semua menjadi pengikut Jesus ala Evangelist. Lha opo tumon? Jadi tidak heran kalau perang Iraq ini bisa di'kategori'kan perang agama, karena Bush adalah Born Again Christian (Evangelist) dan begitu pula ideolognya, Karl Rove. Repotnya ialah komposisi Evangelist ini di USA adalah 20 persen penduduk, dan karena dari negara kaya bisa ekspor doktrin ala sponsornya IS (Saudi Arabia). Kelompok Evangelist ini konflik dengan Katholik Rusia/Junani di Ex Uni Soviet, konflik dengan Katholik Roma di Amerika Latin, konflik dengan Hindu dan Buddha, juga konflik dengan Islam. Ya ini sebetulnya yang dikeluhkan oleh Roma maupun Jakarta. Kelompok ini yang bagi-bagi duit dan beras untuk misionaris mereka di Indonesia. Sayangnya umat Islam tidak bisa membedakan antara mereka dan yang lainnya. salam
wrote: Semoga mencerahi makin banyak kalangan. Salam --- In ppiindia arriko.....wrote: Ini mencomot dari Millist yg lain...... ============= Membedah Penalaran Imam Samudra Menurut penalaran Imam Samudra (selanjutnya disingkat IS) segala isyu komunitas non-islam terhadap islam dikategorikan/dinilai negatif dan sebagai fitnah. Mengapa ? Karena fitnah adalah kebalikan daripada "menyatakan kebenaran". Dan kebenaran mutlak ada pada Islam melalui Al Qur'an dan Hadis. Di luar Al Qur'an dan Hadis maka "tidak ada kebenaran". Pendapat ini adalah ciri eksklusifisme total, analog dengan pendapat 'extra cathedram nulla salus' dari zaman pra-konsili Vatican II. Kebenaran bagi segala sesuatu di dunia ini bersifat atributif. Kebenaran tentang pendapat, hukum,filosofi, agama, selalu bersifat atributif dan tidak pernah substansiatif. Atau, kebenaran tidak pernah menjadi kodrat tetapi selalu hanya merupakan sifat saja. Mengapa harus demikian? Jawabnya, karena suatu falsafah, pendapat, ajaran, hukum, doktrin, atau agama selalu terbentuk dalam suatu kerangka sejarah dan memiliki ciri lokalitas dan kultural tertentu. Secara filosofis disebut memiliki ciri spasi- temporal. Dan karena sifatnya spasi-temporal maka tidak pernah mampu bersifat perennial. IS dkk memiliki paham "kebenaran suksesif", yaitu paham bahwa kebenaran agama terakhir menghapus dan menggantikan kebenaran agama-agama sebelumnya. Paham ini teramat eksklusif dan ternyata sekaligus melawan kenyataan di lapangan. Karena kenyataannya agama-agama sebelumnya juga terus berkembang, diperbaharui, dan memiliki penganut baru yang semakin banyak. Maka bila ada paham bahwa mereka itu semuanya kafir dan pahamnya harus dibasmi dari muka bumi ini maka ciri otoriter pun nampak jelas sekali, sekaligus tidak membawa ciri 'pembawa damai' bagi seluruh alam. Memang setiap organisme termasuk suatu 'isme' bila sekali telah terbentuk dalam kerangka sejarah, maka 'isme' itu akan tetap akan hidup sepanjang dan selama masih ada pendukungnya. Hinduisme sudah berusia ribuan tahun dan bermula dari abad-abad sebelum tarikh masehi namun tetap eksis karena selalu ada pengikut baru dari agama tersebut. Demikian pula Buddhisme, Yudaisme dan Kristianitas. Dari kenyataan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan: 1) Suatu ideologi atau agama tidak bisa dibasmi dengan rekayasa apapun - termasuk terorisme - selama dan sepanjang masih ada penganutnya baik secara terbuka maupun secara diam-diam. "Sanguis martyrum semen fidelum" - darah syuhada adalah benih umat beriman baru. Semakin hebat kegiatan martirisasi semakin subur lahirnya para proselit atau penganut baru. 2) Setiap dan semua usaha melenyapkan 'kekafiran' dengan kegiatan terorisme tidak pernah akan mampu melenyapkan 'kekafiran' itu sendiri selama masih ada penganutnya. Artinya, bila IS dkk ingin melanjutkan terorisme di seluruh penjuru dunia - istilahnya "hanya suatu titik debu bagi para mujahid yang masih berjuang di luar" - dan karena tujuannya tidak pernah akan tercapai, maka terorisme juga tidak mungkin dapat dibasmi di muka bumi ini. 3) Setiap penjuang seperti kelompok IS dkk selalu akan berhadapan frontal dengan Pemerintah yang sah karena mereka selalu memilih jalan Terorisme daripada Demokrasi, yang dinilai sebagai 'agama baru' dari masyarakat kafir barat/kebarat-baratan. Fakta ini menjelaskan mengapa kelompok 'jihad fisabi'llah' selalu berhadapan dengan Pemerintah yang sah di mana-mana di dunia ini karena semuanya memperjuangkan negara yang diatur secara theokrasi - dan dalam hal ini dimengerti mereka sebagai diatur menurut Syariat Islam dan dipimpin oleh khalifah berdarah biru dan yang masih keturunan Nabi secara langsung. 4) Orang-orang seperti IS dkk selalu akan melecehkan muslim pejuang demokrasi atau yang akrab dengan umat agama lain seperti Aa Gym, Gus Dur, Nurcholis Madjid, Ulil dsb. Kelompok IS dkk adalah 'penjuang kebenaran sejati' sedangkan kelompok moderat adalah pengecut yang senang "berzinah" dengan komunitas kafir. 5) Timbulnya generasi muda yang sepaham dengan IS dkk tidak dapat dicegah karena ini menyangkut alam pikiran dan keyakinan aqidah seseorang. Eksistensi mereka di dalam masyarakat tetap merupakan "bom waktu" yang setiap saat dapat menebarkan "bom benaran" di dalam masyarakat tanpa peduli akan siapapun korbannya. Mengapa? Karena mereka hanya memandang kelompok sendiri sebagai pemegang monopoli kebenaran dan semua yang lainnya hanyalah kaum kafir yang pengecut dan sah-sah saja untuk dikorbankan. Sorot mata yang dingin menunjukkan 'hati yang beku' (kecuali untuk kaum/keluarga sendiri) yang tidak memiliki setitik welas asih pun kepada sesama manusia sebagai sesama insan makhluk Yang Mahakuasa yang menerbitkan matahari setiap hari maupun menurunkan hujan baik bagi kaum suci (dan sumuci) maupun bagi para penjahat jahanam. 6) Pendidikan moral dan keagamaan yang baik di masa muda selalu dapat dikontaminasi oleh kepustakaan dan indoktrinasi yang fundamentalis di lapangan (terutama di medan jihad seperti Afganistan, Irak, Bosnia dsb) pasca pendidikan formal sehingga melahirkan benih-benih komunitas seperti IS dkk. Dan hal ini tidak bisa dilarang ataupun dicegah oleh instansi manapun. Jakarta, 29 September 2004. MangIyus ---------------------------------------------------------------------- Imam Samudra: "Demi Allah, Tak Akan Selesai" Jum'at, 10 September 2004 | 20:24 WIB Di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali, sebuah sosok bernama Imam Samudra menjemput kematian seperti sebuah anugerah. Lelaki berusia 33 tahun itu berkata, "Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan dari hati saya." Kecuali tubuhnya yang kian ramping, janggutnya yang panjang, kulitnya yang semakin bersih, dan sorot matanya yang dingin, tak ada yang berubah dari Imam Samudra sejak dia tertangkap beberapa bulan silam. Di penjara yang jaraknya sekitar seribu kilometer dari kampung halamannya, Serang, Jawa Barat, itu dia mengaku rajin menulis surat untuk sang istri dan empat anaknya. "Saya membuat sejumlah wasiat untuk mereka." Dengan ganjaran hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Imam Samudra, yang dianggap sebagai arsitek aksi bom Bali, kini menghitung hari sembari menulis sebuah buku memoar. Tampaknya, Imam Samudra alias Abdul Aziz siap menerima risiko dari jalan kekerasan yang dipilihnya. "Ini hukum penguasa kafir, harus terus dilawan," ujarnya dingin. Dia bahkan menyebut vonis mati atas dirinya justru sia-sia. Perjuangan kelompoknya, kata dia, akan terus maju. "Ini cuma setitik debu bagi para mujahid yang sedang berjuang di luar," ujarnya. Lalu kapan aksi mereka akan berakhir? Berikut ini petikan wawancara TEMPO dengan bekas mahasiswa kimia di Institut Teknologi Malaya itu. Mengapa Anda memilih jalan perjuangan seperti sekarang ini? Awalnya saya membaca buku Allah Turun di Afganistan. Isinya tentang para syuhada di Afganistan. Ada yang digilas tank, tapi tak mati, mungkin karena memang belum waktunya. Ada juga kisah dari makam para syuhada, setiap Senin dan Kamis, terdengar orang bertakbir. Atau soal pasukan mujahidin yang terkurung di satu bukit, tanpa makanan sama sekali. Tiba-tiba, ada helikopter yang menerjunkan makanan bagi tentara Rusia, yang juga terkurung di bagian bukit yang lain. Tapi, dengan takdir Allah, justru makanan itu jatuh di tempat mujahidin. Kisah seperti itu yang membuat saya tertarik. Banyak riwayat, tentunya yang shahih, fadhillah, atau keutamaan para syuhada. Dikatakan, begitu darah pertama tertumpah ke bumi, segala dosanya diampunkan. Belum lagi jasadnya jatuh, sudah disambut oleh bidadari, yang wanginya itu melebihi dunia dengan segala isinya. Sesaat sebelum dia terluka, telah ditentukan tempatnya di surga. Makanya, dengan keyakinan itu, orang saya itu tak pernah mundur. Kapan Anda membaca buku itu? Saya membaca buku itu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Saya dapat dari sepupu saya, yang juga syahid di Afganistan. Namanya Ahmad Sobari. Saya pun tertarik untuk ke Afganistan. Doa saya terkabul. Saya ke Afganistan pada 1990. Apa yang Anda dapatkan di sana? Fikrah. Di sana, saya mendapat banyak perubahan cara berpikir. Dulu, saya sangat senang dengan ajaran Syiah, Mu'tazilah, dan lain-lain yang menggunakan logika sebagai dasar. Dulu, sekalipun hadis itu sahih, jika bertentangan dengan logika, akan saya tolak. Itu sebelum ke Afganistan? Ya, sebelum ke Afganistan. Saya bahkan masih mengagumi Amien Rais (mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah-Red.) dan lain sebagainya itu. Setelah saya mengerti, itu semua saya masukkan ke tong sampah sekarang. Pengalaman apa yang paling membekas? Saya bertemu dengan orang yang paling dibenci oleh Amerika Serikat, seperti Syekh Abdurrasul Sayyaf (salah satu panglima mujahidin di Afganistan). Walau paling dibenci Amerika, dia adalah orang nomor wahid di Afganistan. Saya terkesima, tapi bukan tersihir. Saya banyak mendapat kebenaran dari dia. Selain itu, banyak juga kawan yang berasal dari Arab. Mereka mengarahkan saya kepada fikrah yang sebenarnya. Pikiran baru itu langsung Anda terima? Sebenarnya waktu itu masih ada clash, benturan, di batin saya. Misalnya, waktu itu, saya masih menganggap fikrah (pikiran) jihad itu adalah dakwah. Jadi, ada konflik berat. Tapi, waktu itu, saya membaca sebuah hadis, dan ini juga hadis sahih, bahwa yang terberat itulah yang terbenar. Dan itu pasti dibenci oleh orang-orang kafir. Jadi, saya mulai masuk ke dalam mazhab salafus sholeh (mazhab yang berupaya memurnikan kembali ajaran Quran dan hadis, salah satunya dengan cara mengikuti cara hidup Nabi Muhammad- Red.). Di Afganistan, Anda juga latihan militer? Secara fisik, katakanlah, memang ada proses militerisasi. Dalam arti dengan jalan Islami, tidak bercampur dengan teori-teori kafir yang lazimnya boleh langsung tampar jika ada yang salah, atau ditelanjangi. Kami tak seperti itu. Jadi, betul-betul dengan metode on to the heart, masuk ke dalam hati betul. Yang salah paling disuruh baca Al-Quran atau baca hadis, atau hukumannya hanya push up dan lari. Kelihatannya itu memang sepele, tapi itu bisa menyentuh hati. Kalau jadwal latihan harian? Tergantung kondisi. Kalau lagi perang, latihan kan tak bisa. Situasional sekali. Tapi kita selalu waspada, alert. Itu wajib. Pasti Anda punya pengalaman bertempur juga. Ada. Tapi saya khawatir membatalkan amal saya, jadi tak usah diceritakan. Berapa lama di Afganistan? Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun. Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom? (Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu cara membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada propaganda melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat dalam Al-Quran yang berbunyi "sampai mereka merasa takut" diterjemahkan Al- Quran versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be afraid. Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam. Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan juga mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu selesai? Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., "Dan perangilah mereka sampai tak ada fitnah." Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir dari Ibnu Katsir soal fitnah itu. Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan lewat pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang sekarang menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang pengecut. Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim disebutkan, "Aku diutus oleh Allah menjelang hari kiamat dengan membawa pedang." Itu hadis sahih. Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan terus menjalankan jihad? Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban syar'i, kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah. Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer? Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam yang sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa. Itu something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan kenabiannya. Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki "Al-Amin". Dari kaum Quraisy sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian datang, namanya berubah menjadi "Al-Majnun". Dibilang orang gila, dibilang tukang sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti dicela dan dimaki. Seperti firman Allah Swt., "Dia mengutus kamu Muhammad dengan hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci." Jadi, kebencian itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu. Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati.... Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu bagi para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya tak akan selesai. Demi Allah, tak akan selesai. Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu? Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di hati saya ---------------------------------------------------------------------- krisnaji2002 [EMAIL PROTECTED], Tuesday, September 21, 2004 5:03 PM, [vincentliong] fatwa ulama top --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

