Apakah benar ketentraman diganggu oleh Evangelistas? Masing-masing mau jual jamu, 
kalau sudah punya jamu obat kuat syawat, buat apa dengar dan ambil pusing dengan Mr 
Evanglista yang jual viagara? Kalau ambil pusing berarti tambah problem hidup.

> 
> Fr�n: RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]>
> Datum: 2004/10/04 Mon AM 11:04:22 CEST
> Till: [EMAIL PROTECTED]
> �mne: Re: [ppiindia] fyi: [ITB] Fwd:  Membedah Penalaran IS
> 
> 
> Kalau begitu kita, Kristen dan bukan Kristen mari kita perangi para Envangelist ini 
> karena mengganggu ketentraman kita.
> 
> 
> antonhartomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> --- In ITB wrote:
> Kebetulan malam ini jam 12.00 aku lihat dialog antara Larry King 
> (CNN) dengan tokoh agama di USA: Islam, Katholik, Jahudi, Evangelist 
> dan Deepak Chopra (ke Timuran). Ternyata yang paling ngidab-idabi, 
> persis seperti IS, adalah yang dari Evangelist. Singkatnya dunia ini 
> baru damai dan penuh kasih sayang bila semua menjadi pengikut Jesus 
> ala Evangelist. Lha opo tumon? Jadi tidak heran kalau perang Iraq ini 
> bisa di'kategori'kan perang agama, karena Bush adalah Born Again 
> Christian (Evangelist) dan begitu pula ideolognya, Karl Rove. 
> Repotnya ialah komposisi Evangelist ini di USA adalah 20 persen 
> penduduk, dan karena dari negara kaya bisa ekspor doktrin ala 
> sponsornya IS (Saudi Arabia). Kelompok Evangelist ini konflik dengan 
> Katholik Rusia/Junani di Ex Uni Soviet, konflik dengan Katholik Roma 
> di Amerika Latin, konflik dengan Hindu dan Buddha, juga konflik 
> dengan Islam. Ya ini sebetulnya yang dikeluhkan oleh Roma maupun 
> Jakarta. Kelompok ini yang bagi-bagi duit dan beras untuk misionaris
> mereka di Indonesia. Sayangnya umat Islam tidak bisa membedakan 
> antara mereka dan yang lainnya.
> salam
> 
> 
> wrote:
> Semoga mencerahi makin banyak kalangan.
> Salam
> 
> 
> 
> --- In ppiindia arriko.....wrote:
> Ini mencomot dari Millist yg lain......
> =============
> 
> Membedah Penalaran Imam Samudra
> 
> Menurut penalaran Imam Samudra (selanjutnya disingkat IS) segala isyu
> komunitas non-islam terhadap islam dikategorikan/dinilai negatif dan
> sebagai
> fitnah. Mengapa ? Karena fitnah adalah kebalikan 
> daripada "menyatakan
> kebenaran". Dan kebenaran mutlak ada pada Islam melalui Al Qur'an dan
> Hadis. Di luar Al Qur'an dan Hadis maka "tidak ada kebenaran". 
> Pendapat ini
> adalah ciri eksklusifisme total, analog dengan pendapat 'extra 
> cathedram
> nulla salus' dari zaman pra-konsili Vatican II.
> 
> Kebenaran bagi segala sesuatu di dunia ini bersifat atributif. 
> Kebenaran
> tentang pendapat, hukum,filosofi, agama, selalu bersifat atributif 
> dan
> tidak pernah substansiatif. Atau, kebenaran tidak pernah menjadi 
> kodrat
> tetapi selalu hanya merupakan sifat saja. Mengapa harus demikian?
> Jawabnya,
> karena suatu falsafah, pendapat, ajaran, hukum, doktrin, atau agama 
> selalu
> terbentuk dalam suatu kerangka sejarah dan memiliki ciri lokalitas dan
> kultural tertentu. Secara filosofis disebut memiliki ciri spasi-
> temporal.
> Dan karena sifatnya spasi-temporal maka tidak pernah mampu bersifat
> perennial.
> 
> IS dkk memiliki paham "kebenaran suksesif", yaitu paham bahwa 
> kebenaran
> agama terakhir menghapus dan menggantikan kebenaran agama-agama 
> sebelumnya.
> Paham ini teramat eksklusif dan ternyata sekaligus melawan kenyataan 
> di
> lapangan. Karena kenyataannya agama-agama sebelumnya juga terus
> berkembang,
> diperbaharui, dan memiliki penganut baru yang semakin banyak. Maka 
> bila
> ada paham bahwa mereka itu semuanya kafir dan pahamnya harus dibasmi 
> dari
> muka bumi ini maka ciri otoriter pun nampak jelas sekali, sekaligus 
> tidak
> membawa ciri 'pembawa damai' bagi seluruh alam.
> 
> Memang setiap organisme termasuk suatu 'isme' bila sekali telah 
> terbentuk
> dalam kerangka sejarah, maka 'isme' itu akan tetap akan hidup 
> sepanjang dan
> selama masih ada pendukungnya.
> Hinduisme sudah berusia ribuan tahun dan bermula dari abad-abad 
> sebelum
> tarikh masehi namun tetap eksis karena selalu ada pengikut baru dari 
> agama
> tersebut. Demikian pula Buddhisme, Yudaisme dan Kristianitas.
> 
> Dari kenyataan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan:
> 
> 1) Suatu ideologi atau agama tidak bisa dibasmi dengan rekayasa
> apapun - termasuk terorisme - selama dan sepanjang masih ada 
> penganutnya
> baik secara terbuka maupun secara diam-diam. "Sanguis martyrum semen
> fidelum" - darah syuhada adalah benih umat beriman baru. Semakin 
> hebat
> kegiatan martirisasi semakin subur lahirnya para proselit atau 
> penganut
> baru.
> 
> 2) Setiap dan semua usaha melenyapkan 'kekafiran' dengan kegiatan
> terorisme tidak pernah akan mampu melenyapkan 'kekafiran' itu sendiri
> selama
> masih ada penganutnya. Artinya, bila IS dkk ingin melanjutkan 
> terorisme di
> seluruh penjuru dunia - istilahnya "hanya suatu titik debu bagi para
> mujahid
> yang masih berjuang di luar" - dan karena tujuannya tidak pernah akan
> tercapai, maka terorisme juga tidak mungkin dapat dibasmi di muka 
> bumi ini.
> 
> 3) Setiap penjuang seperti kelompok IS dkk selalu akan berhadapan
> frontal dengan Pemerintah yang sah karena mereka selalu memilih jalan
> Terorisme daripada Demokrasi, yang dinilai sebagai 'agama baru' dari
> masyarakat kafir barat/kebarat-baratan. Fakta ini menjelaskan mengapa
> kelompok 'jihad fisabi'llah' selalu berhadapan dengan Pemerintah yang 
> sah
> di
> mana-mana di dunia ini karena semuanya memperjuangkan negara yang 
> diatur
> secara theokrasi - dan dalam hal ini dimengerti mereka sebagai diatur
> menurut Syariat Islam dan dipimpin oleh khalifah berdarah biru dan 
> yang
> masih keturunan Nabi secara langsung.
> 
> 4) Orang-orang seperti IS dkk selalu akan melecehkan muslim 
> pejuang
> demokrasi atau yang akrab dengan umat agama lain seperti Aa Gym, Gus 
> Dur,
> Nurcholis Madjid, Ulil dsb. Kelompok IS dkk adalah 'penjuang 
> kebenaran
> sejati' sedangkan kelompok moderat adalah pengecut yang 
> senang "berzinah"
> dengan komunitas kafir.
> 
> 5) Timbulnya generasi muda yang sepaham dengan IS dkk tidak dapat
> dicegah karena ini menyangkut alam pikiran dan keyakinan aqidah 
> seseorang.
> Eksistensi mereka di dalam masyarakat tetap merupakan "bom waktu" yang
> setiap saat dapat menebarkan "bom benaran" di dalam masyarakat tanpa 
> peduli
> akan siapapun korbannya. Mengapa? Karena mereka hanya memandang 
> kelompok
> sendiri sebagai pemegang monopoli kebenaran dan semua yang lainnya 
> hanyalah
> kaum kafir yang pengecut dan sah-sah saja untuk dikorbankan. Sorot 
> mata
> yang dingin menunjukkan 'hati yang beku' (kecuali untuk kaum/keluarga
> sendiri) yang tidak memiliki setitik welas asih pun kepada sesama 
> manusia
> sebagai sesama insan makhluk Yang Mahakuasa yang menerbitkan matahari
> setiap
> hari maupun menurunkan hujan baik bagi kaum suci (dan sumuci) maupun 
> bagi
> para penjahat jahanam.
> 
> 6) Pendidikan moral dan keagamaan yang baik di masa muda selalu 
> dapat
> dikontaminasi oleh kepustakaan dan indoktrinasi yang fundamentalis di
> lapangan (terutama di medan jihad seperti Afganistan, Irak, Bosnia 
> dsb)
> pasca pendidikan formal sehingga melahirkan benih-benih komunitas 
> seperti
> IS
> dkk. Dan hal ini tidak bisa dilarang ataupun dicegah oleh instansi 
> manapun.
> 
> Jakarta, 29 September 2004.
> MangIyus
> ----------------------------------------------------------------------
> 
> 
> Imam Samudra: "Demi Allah, Tak Akan Selesai"
> 
> 
> Jum'at, 10 September 2004 | 20:24 WIB
> 
> Di Penjara Kerobokan, Denpasar, Bali, sebuah sosok bernama Imam 
> Samudra
> menjemput kematian seperti sebuah anugerah. Lelaki berusia 33 tahun 
> itu
> berkata, "Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan dari hati
> saya."
> Kecuali tubuhnya yang kian ramping, janggutnya yang panjang, kulitnya 
> yang
> semakin bersih, dan sorot matanya yang dingin, tak ada yang berubah 
> dari
> Imam Samudra sejak dia tertangkap beberapa bulan silam.
> 
> Di penjara yang jaraknya sekitar seribu kilometer dari kampung 
> halamannya,
> Serang, Jawa Barat, itu dia mengaku rajin menulis surat untuk sang 
> istri
> dan
> empat anaknya. "Saya membuat sejumlah wasiat untuk mereka."
> Dengan ganjaran hukuman mati dari majelis hakim Pengadilan Negeri 
> Denpasar,
> Imam Samudra, yang dianggap sebagai arsitek aksi bom Bali, kini 
> menghitung
> hari sembari menulis sebuah buku memoar.
> 
> Tampaknya, Imam Samudra alias Abdul Aziz siap menerima risiko dari 
> jalan
> kekerasan yang dipilihnya. "Ini hukum penguasa kafir, harus terus 
> dilawan,"
> ujarnya dingin. Dia bahkan menyebut vonis mati atas dirinya justru 
> sia-sia.
> Perjuangan kelompoknya, kata dia, akan terus maju. "Ini cuma setitik 
> debu
> bagi para mujahid yang sedang berjuang di luar," ujarnya. Lalu kapan 
> aksi
> mereka akan berakhir? Berikut ini petikan wawancara TEMPO dengan bekas
> mahasiswa kimia di Institut Teknologi Malaya itu.
> 
> Mengapa Anda memilih jalan perjuangan seperti sekarang ini?
> 
> Awalnya saya membaca buku Allah Turun di Afganistan. Isinya tentang 
> para
> syuhada di Afganistan. Ada yang digilas tank, tapi tak mati, mungkin 
> karena
> memang belum waktunya. Ada juga kisah dari makam para syuhada, setiap 
> Senin
> dan Kamis, terdengar orang bertakbir. Atau soal pasukan mujahidin yang
> terkurung di satu bukit, tanpa makanan sama sekali. Tiba-tiba, ada
> helikopter yang menerjunkan makanan bagi tentara Rusia, yang juga 
> terkurung
> di bagian bukit yang lain. Tapi, dengan takdir Allah, justru makanan 
> itu
> jatuh di tempat mujahidin.
> Kisah seperti itu yang membuat saya tertarik. Banyak riwayat, 
> tentunya yang
> shahih, fadhillah, atau keutamaan para syuhada.
> 
> 
> Dikatakan, begitu darah pertama tertumpah ke bumi, segala dosanya
> diampunkan. Belum lagi jasadnya jatuh, sudah disambut oleh bidadari, 
> yang
> wanginya itu melebihi dunia dengan segala isinya. Sesaat sebelum dia
> terluka, telah ditentukan tempatnya di surga. Makanya, dengan
> keyakinan itu, orang saya itu tak pernah mundur.
> 
> Kapan Anda membaca buku itu?
> 
> Saya membaca buku itu sewaktu duduk di kelas 2 SMP. Saya dapat dari 
> sepupu
> saya, yang juga syahid di Afganistan. Namanya Ahmad Sobari.
> Saya pun tertarik untuk ke Afganistan. Doa saya terkabul. Saya ke
> Afganistan
> pada 1990.
> 
> Apa yang Anda dapatkan di sana?
> 
> Fikrah. Di sana, saya mendapat banyak perubahan cara berpikir. Dulu, 
> saya
> sangat senang dengan ajaran Syiah, Mu'tazilah, dan lain-lain yang
> menggunakan logika sebagai dasar. Dulu, sekalipun hadis itu sahih, 
> jika
> bertentangan dengan logika, akan saya tolak.
> 
> Itu sebelum ke Afganistan?
> 
> Ya, sebelum ke Afganistan. Saya bahkan masih mengagumi Amien Rais 
> (mantan
> Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah-Red.) dan lain sebagainya itu.
> Setelah saya mengerti, itu semua saya masukkan ke tong sampah 
> sekarang.
> 
> Pengalaman apa yang paling membekas?
> 
> Saya bertemu dengan orang yang paling dibenci oleh Amerika Serikat, 
> seperti
> Syekh Abdurrasul Sayyaf (salah satu panglima mujahidin di Afganistan).
> Walau
> paling dibenci Amerika, dia adalah orang nomor wahid di Afganistan. 
> Saya
> terkesima, tapi bukan tersihir. Saya banyak mendapat kebenaran dari 
> dia.
> Selain itu, banyak juga kawan yang berasal dari Arab. Mereka 
> mengarahkan
> saya kepada fikrah yang sebenarnya.
> 
> Pikiran baru itu langsung Anda terima?
> 
> Sebenarnya waktu itu masih ada clash, benturan, di batin saya.
> Misalnya, waktu itu, saya masih menganggap fikrah (pikiran) jihad itu
> adalah
> dakwah. Jadi, ada konflik berat. Tapi, waktu itu, saya membaca sebuah
> hadis,
> dan ini juga hadis sahih, bahwa yang terberat itulah yang terbenar. 
> Dan itu
> pasti dibenci oleh orang-orang kafir. Jadi, saya mulai masuk ke dalam
> mazhab
> salafus sholeh (mazhab yang berupaya memurnikan kembali ajaran Quran 
> dan
> hadis, salah satunya dengan cara mengikuti cara hidup Nabi Muhammad-
> Red.).
> 
> Di Afganistan, Anda juga latihan militer?
> 
> Secara fisik, katakanlah, memang ada proses militerisasi. Dalam arti 
> dengan
> jalan Islami, tidak bercampur dengan teori-teori kafir yang lazimnya 
> boleh
> langsung tampar jika ada yang salah, atau ditelanjangi. Kami tak 
> seperti
> itu. Jadi, betul-betul dengan metode on to the heart, masuk ke dalam 
> hati
> betul. Yang salah paling disuruh baca Al-Quran atau baca hadis, atau
> hukumannya hanya push up dan lari. Kelihatannya itu memang sepele, 
> tapi itu
> bisa menyentuh hati.
> 
> Kalau jadwal latihan harian?
> 
> Tergantung kondisi. Kalau lagi perang, latihan kan tak bisa.
> Situasional sekali. Tapi kita selalu waspada, alert. Itu wajib.
> 
> Pasti Anda punya pengalaman bertempur juga.
> 
> Ada. Tapi saya khawatir membatalkan amal saya, jadi tak usah 
> diceritakan.
> 
> Berapa lama di Afganistan?
> 
> Intensifnya berpindah-pindah. Saya berada di sana selama tiga tahun.
> 
> Lalu mengapa sekarang berjuang dengan aksi teror bom?
> 
> (Sebutan teror bom) itu propaganda orang kafir. Mereka paling tahu 
> cara
> membungkam Islam. Memang, dalam perang seperti itu, selalu ada 
> propaganda
> melemahkan lawan. Kita sampai menyebut hal itu teroris karena ayat 
> dalam
> Al-Quran yang berbunyi "sampai mereka merasa takut" diterjemahkan Al-
> Quran
> versi Inggris oleh Yusuf Ali sebagai to terrorized, bukan to be 
> afraid.
> Siapa yang harus dibuat takut? Tak lain musuh Allah, musuh Islam.
> 
> Tampaknya Anda sangat terpengaruh dengan konflik di Afganistan dan 
> juga
> mungkin di Palestina. Apakah Anda akan berhenti kalau konflik itu 
> selesai?
> 
> Saya menjawab ini dengan mengutip firman Allah Swt., "Dan perangilah 
> mereka
> sampai tak ada fitnah." Hanya ada satu jalan, yaitu jihad. Ada tafsir 
> dari
> Ibnu Katsir soal fitnah itu.
> Pertama, kemusyrikan. Kedua, tidak menegakkan hukum Allah. Jadi, untuk
> mengeliminasi fitnah itu, hanya ada satu cara, dengan jihad. Bukan 
> lewat
> pemilihan umum, bukan dengan demokrasi. Itu konsep Barat dan yang 
> sekarang
> menjadi dien atau agama baru. Lalu banyak umat Islam sekarang yang
> pengecut.
> Mereka menyembunyikan hadis sahih. Dalam satu hadis yang diriwayatkan
> Bukhari-Muslim disebutkan, "Aku diutus oleh Allah menjelang hari 
> kiamat
> dengan membawa pedang." Itu hadis sahih.
> 
> Seandainya persoalan umat Islam lebih mendapat perhatian, apakah akan 
> terus
> menjalankan jihad?
> 
> 
> Bukan soal perhatian atau simpati. Kami hanya menjalankan kewajiban 
> syar'i,
> kewajiban syariat, hanya dengan satu jalan: jihad fisabilillah.
> 
> 
> Tapi aksi teror bom itu kan tidak populer?
> 
> 
> Ya, memang seperti itu. Saya beri contoh, ada satu pendakwah Islam 
> yang
> sangat populer sekarang dan disukai oleh semua agama. Saya tertawa. 
> Itu
> something wrong. Coba kita lihat Muhammad sebelum mendapatkan 
> kenabiannya.
> Semua orang suka kepadanya dan dia dijuluki "Al-Amin". Dari kaum 
> Quraisy
> sampai Yahudi pun suka dengan dia. Tapi, begitu risalah kenabian 
> datang,
> namanya berubah menjadi "Al-Majnun". Dibilang orang gila, dibilang 
> tukang
> sihir, memecah belah persatuan. Jadi, memang seperti itu. Pasti 
> dicela dan
> dimaki. Seperti firman Allah Swt., "Dia mengutus kamu Muhammad dengan
> hidayah, untuk dimenangkan, walaupun orang kafir membenci." Jadi, 
> kebencian
> itu adalah satu konstanta. Jadi, kalau tak dibenci orang
> kafir, ya, artinya belum sampai ke tahap itu.
> 
> 
> Ganjaran aksi terorisme adalah hukuman mati....
> 
> 
> Hukuman mati tak akan menyelesaikan persoalan. Ini cuma setitik debu 
> bagi
> para mujahid yang masih berjuang di luar. Saya jamin, persoalannya 
> tak akan
> selesai. Demi Allah, tak akan selesai.
> Anda sama sekali tak takut ancaman mati itu?
> Alhamdulillah, Allah telah mencabut semua keraguan dan ketakutan di 
> hati
> saya
> ----------------------------------------------------------------------
> krisnaji2002 [EMAIL PROTECTED], Tuesday, September 21, 2004 5:03 PM,
> [vincentliong] fatwa ulama top
> --- End forwarded message ---
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> vote.yahoo.com - Register online to vote today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
> Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 

-------------------------------------------------
WebMail fr�n Tele2 http://www.tele2.se
-------------------------------------------------



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke