Tuhan itu Mahasegala kuasa, kalau maha segala apakah tak mampu membela dirinya sendiri? Musti dignomelkan oleh manusia untuk dibela?
----- Original Message ----- From: "Suhiro" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, October 21, 2004 2:23 AM Subject: Re: [ppiindia] Franz Magnis-Suseno SJ: Tidak Dapat Dijerat Hukum > > > betulkah Tuhan terlalu besar untuk dipuja? > terlalu kuat untuk dibela? > apa betul Tuhan tidak menginginkan di puja, dibela? > (maksudku , kalau ada orang yang sudah ketemu Tuhan, dan Tuhan sudah > memberitahu apa yang Tuhan inginkan, dan Tuhan pikirkan)....hehehe > > > On Wed, 20 Oct 2004, Iwan Wibawa wrote: > >> >> >> saya sangat sedih ternyata di bumi pertiwi ini masih ada hal-hal seperti >> ini, bagaimana bangsa ini akan maju kalau urusan agama saja bisa jadi >> pertikaian, kebencian dan iri dengki. betulkah itu yang diinginkan TUHAN >> dari diri kita, untuk saling menghancurkan satu sama lain, hanya karena >> berbeda keyakinan. >> TUHAN terlalu kuat untuk dibela seorang manusia seperti kita, TUHAN >> terlalu besar untuk dipuja oleh manusia seperti kita, jika TUHAN >> berkehendak kita ini hanya bagai seekor lalat, sekali tepuk mati, bumi >> yang luas ini, bisa sekali tepuk hancur berkeping-keping, jadi haruskah >> kita menTUHANkan agama kita sendiri ? betapa bodohnya kita ini dibanding >> ilmu TUHAN. >> >> salam damai dari seorang muslim yang sedang belajar memperbaiki shalat. >> dan akan terus saya perbaiki sampai saya mati. >> >> IWAN W >> >> jonathangoeij <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> >> Tidak Dapat Dijerat Hukum >> >> Franz Magnis-Suseno SJ >> >> MINGGU (3/10/2004) pagi sekitar 150 orang yang menamakan diri 'Fron >> Pemuda Islam Karang Tengah' mulai berkumpul di depan gerbang sekolah >> Katolik Sang Timur Karang Tengah Cileduk. Mereka menuduh sudah >> dilakukan pemurtadan dan menolak penggunaan sekolah sebagai tempat >> ibadah. Demonstrasi menjadi kasar. Gerbang dirusak, dibakar ban, >> seorang pria kedengaran berteriak "Kami harus memerangi orang kafir." >> >> Jam 9.00, di hadapan camat dan Kapolsek, pastor menandatangani surat >> pernyataan akan menghentikan peribadatan di sekolah itu. Camat yang >> namanya Syarif menyambut penandatangan itu dengan berpidato kepada >> massa, di mana ia kedengaran mengatakan antara lain "Saudara- >> saudaraku, syukur alhamdulillah, perjuangan kami sudah tercapai." >> >> Tidak puas dengan itu, para demonstran memaksa menyegel sekolah. >> Persis di pintu masuk mereka membangun tembok setinggi 160 cm persis >> sehingga orang tidak bisa masuk lagi. Selama seminggu sekolah, >> dengan lebih dari 2.000 murid, tutup. Sekarang sekolah sudah buka >> kembali, tetapi murid dan guru harus masuk dari belakang, dengan >> jalan kaki jauh. Tembok di depan pintu masuk, resmi tetap berdiri. >> >> Sebagai latar belakang, ruang serba guna sekolah itu sejak 1992 - >> atas dasar surat rekomendasi Nomor 192/ Pem/VII/1992 Kepala Desa >> Karang Tengah - dipakai pada hari Sabtu/ Minggu dan hari raya besar >> oleh 8.975 anggota umat Paroki Bernadet Ciledug untuk misa kudus >> karena umat belum berhasil membangun gereja. >> >> Nah, tiga bulan lalu, tanggal 29 Juli 2004, Kantor Departemen Agama >> Kota Tangerang mengirim surat yang meminta agar kegiatan keagamaan >> dihentikan di sekolah itu. Tanggal 30 Agustus, Lurah Karang Tengah >> mencabut surat rekomentasinya dulu. Sejak itu ibadat umat Katolik >> Ciledug mulai diganggu. Usaha umat untuk berdialog, minta agar boleh >> meneruskan ibadat sementara belum ditemukan tempat alternatif, >> dikandaskan tanggal 3 Oktober lalu itu. >> >> >> Mengapa kejadian ini saya tuliskan untuk dimuat di sini? Saya sudah >> tidak tahan melihat kepicikan dan intoleransi di belakang kejadian- >> kejadian seperti itu. >> >> Ciledug bukan kejadian satu-satunya. Dua bulan lalu Bupati Bandung >> per surat serentak menutup 12 tempat ibadat serupa di Bandung. >> Kekerasan terhadap gereja-gereja berjalan terus, de- ngan rata-rata >> satu kejadi- an per minggu. Sejak 1990 sudah lebih dari 500 gereja >> diserang. Apakah ini perkara kecil? >> >> Alasan Kristenisasi bagi saya sangat tidak meyakinkan. Bahwa di sana >> sini ada orang masuk tidak perlu disangkal. Tetapi kalau melihat >> statistik Indonesia, maka selama 30 tahun ini, tidak ada pertambahan >> signifikan umat kristiani di negara ini. Jadi seberapa jauh >> signifikasi kasus-kasus itu? >> >> Kebenaran adalah kebalikan. Di gereja Ciledug, dan di kebanyakan >> gereja di seantero Indonesia, sama sekali tidak dilakukan >> kristenisasi apa pun. Sama sekali tidak terjadi umat beragama lain >> di sekeliling gereja, atau sekolah, diajak masuk Kristiani. Saya >> curiga bahwa isu kristenisasi dipakai secara sengaja untuk membangun >> emosi. >> >> Lalu terjadi kekerasan, pemaksaan, perusakan, kadang-kadang (ratusan >> kali) penghancuran. Orang bisa melakukannya dengan impunity (tidak >> terjerat hukum), karena serangan terhadap gereja di Jawa dan di >> beberapa pulau lain di Indonesia, dibiarkan saja. Di Ciledug malah >> Kantor Depag yang menjadi perintis pencekikan ibadat salah satu >> umat! >> >> Saya bertanya, kita hidup di negara apa? Omongan tentang toleransi, >> tentang persatuan (ingat iklan bagus-bagus di TVRI), tentang >> Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi lelucon cemooh. Dan para pemimpin, >> kaum intelektual, para suara hati bangsa, di mana suara mereka? >> Tutup telinga, tutup mata, tutup mulut. >> >> >> >> Undang-undang dasar kita dengan tegas menyatakan bahwa "orang bebas >> memeluk agama dan beribadat menurut agamanya" (Pasal 28E, dan lihat >> Pasal 29, 2.). Tetapi sejak puluhan tahun, umat minoritas dihalang- >> halangi terus kalau minta izin mendirikan rumah ibadat, juga apabila >> jelas-jelas ada umat. Surat Keputusan Bersama 35 tahun lalu sudah >> menjadi sarana untuk mensabotase kebebasan beribadat. >> >> Katanya, jangan membangun rumah ibadat di tengah-tengah umat >> beragama lain. Tetapi minoritas mau membangun rumah sudah pasti di >> tengah-tengah mayoritas. Tidak mungkin di tengah hutan. Izin >> membangun gereja tidak diberikan, atau perlu waktu 20 tahun. Tetapi >> kalau sementara ini umat beribadat di tempat seadanya, ia diancam >> dan dilarang. >> >> Saya juga meragukan bahwa itu semua sekadar masalah masyarakat >> lokal. "Perjuangan kami sudah tercapai!", ujar Camat di depan >> gerbang sekolah Sang Timur yang baru dirusakkan. Perjuangan apa? >> Siapa punya? Siapa "kami" itu? Benarkah desas-desus bahwa ada >> jaringan orang-orang ekstrem yang sampai meresap ke administrasi >> lokal, yang sudah memutuskan untuk secara dingin mencekik kehidupan >> beragama minoritas di negara Pancasila? >> >> Kezaliman terhadap peribadatan minoritas sudah melampaui batas dan >> mengancam membuat percuma usaha tulus banyak pihak di agama >> mayoritas maupun agama-agama minoritas untuk membangun hubungan yang >> toleran, berdasarkan salah percaya. Pertanyaan saya: Apakah >> pelecehan kebutuhan religius minoritas yang paling sederhana akan >> terus berlangsung dengan impunity? >> >> Penulis adalah rohaniwan, guru besar di Sekolah Tinggi Filsafat >> Driyarkara di Jakarta >> >> SUARA PEMBARUAN DAILY >> Last modified: 19/10/04 >> >> >> >> >> >> >> >> >> *************************************************************************** >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc >> *************************************************************************** >> __________________________________________________________________________ >> Mohon Perhatian: >> >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg >> otokritik) >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; >> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] >> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] >> >> >> >> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT >> >> >> --------------------------------- >> Yahoo! Groups Links >> >> To visit your group on the web, go to: >> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ >> >> To unsubscribe from this group, send an email to: >> [EMAIL PROTECTED] >> >> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. >> >> >> >> --------------------------------- >> Do you Yahoo!? >> Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish. >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> >> >> >> >> >> *************************************************************************** >> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia >> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc >> *************************************************************************** >> __________________________________________________________________________ >> Mohon Perhatian: >> >> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg >> otokritik) >> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. >> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; >> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] >> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] >> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] >> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] >> >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> >> >> >> > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

