Pak Ikra domisili dimana ya hayoooo?
--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> mungkin karena Pak rm_danardono itu berdomisili bukan di Indonesia,
jadi kesempatannya kurang dibanding Pak Ikra.
>
> dicky riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> weleh......... mas RM Danardono ngasih jwaban pada Pak Ikra....
>
> sayang yg laku di radio dan di koran2 kok cuman Pak Ikra.....
>
>
>
> rm_danardono wrote:
>
>
> IKRA:
>
> Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam
> perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang ini
> saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok Berlin
> runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man-mana
> lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan pandangan
> Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok Berlin
> itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan sejarah di
> Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC --- terutama
> di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis.
>
>
> RMDH: ah ini namanya bukan diskontuinitas! Runtuhnya tembok Berlin,
> diikuti oleh pembangunan system kapitalistis di seluruh negara2 ex
> komunis, adalah justeru KONTINUITAS hitoria! Ini adalah hukum
> dialektika. Yang anda maksudkan adalah pemutusan ideologi
> sebbelumnya, TETAPi bukan diskontinuitas historia. Ini tak mungkin.
> Sebab, justeru pergantian system politis ekonomis ini adalah
> SAMBUNGAN ysambungan, takkan ada reaksi seperti ini.
>
> IKRA:
>
> Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu semua kok
> malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu kembali
> kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari
> alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis, bukannya
> melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika memilih
> sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis.
>
> RMDH: Nah inilah, apa yang anda paparkan, BUKTI, bahwa historia
itu,
> dalam long run episode, adalah sebuah KESATUAN. Jaringan kejadian
> yang saling terkait.
>
> IKRA:
>
> Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis untuk
> melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah sebelumnya,
> artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya di
> dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan bukan
> berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan, juga
> tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal kebangkrutan
> mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas!
>
> Timbulnya Manifesto Komunis juga adalah reaksi logis dari kejadian2
> sebelumnya, jadi merupakan matarantai bersambung historia. takj ada
> diskontinuitas disini.
>
> IKRA:
>
> Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan kita
> dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas terhadap
> perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah sebagai
> bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa yang
> merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan-kerajaan
> yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita
> melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita itu,
> kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang kita
> itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru yaitu
> dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
>
> RMDH:
> Juga kemerdekaan Indonesia 1945 adalah reaksi kesinambungan dari
> nasib bangsa Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Indonesia tak
> memulai sejarahnya dari 0! Lihatlah, istana kepresidenan kita
adalah
> bangunan yang dibuat untuk pera gubernur jendral Belanda. Bank
> Indonesia adalah sambungan dari de Javasche Bank, dll.
>
> Pimpinan TNI banyak yang berasal dari KNIL dan memakai pada walyna
> system kemiliteran KNIL, juga kepangkatan.. apanya yang diskontinue?
>
> Kedudukan Jakarta dipusat negara, adalah sambungan dari peran
> Batavia. Dominasi TNI di Jawa adalah sambungan dari system
> kemiliteran KNIL yang berkomando di Batavia!
>
> Gubernur2 sudah ada dizaman Belanda. System perbankan kita,
> perusahaan2 negara, Kereta Api, semua sambungan dari zaman Belanda.
> Apa yang diskontinue?
>
> IKRA:
>
> Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada pangkal
> awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan sejarah
> tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan
garis-
> 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang punya
> pangkal awal dan punya ujung akhir.
>
> RMDH: Tak ada garis putus dalam sejarah. Semuanya bersambungan.
Dari
> Majapahit ke negara2 Islam di Jawa, dari sana ke masa kolonialisme
> VOC, lalu ke Hindia Belanda. Datang zaman Jepang yang juga
sambungan
> dari politik internasional kala itu (coba pelajari, mengapa Jepang
> menyerang AS danb sekutu? mengapa Jepang ingin kuasai kawasan
> Pacific). Kalau anda analitis dalam mempelajari sejarah anda akan
> ketemukan, bahwa tak ada garis putus dalam hiostoria, kecuali
missing
> link mengenai asalmuasal Manusia.
>
> IKRA:
> Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah ujung
> akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. Tapi
> nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih meneruskan
> politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur yang sama
> dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya proses
> konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya-raya, tapi
> juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis
> kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat maupun yang
> terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua ekstrimitas
> itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa yang
> sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan bantuan
> yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu ekonomi yang
> dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. Tidak
> terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan hubungan
> dengan IMF.
>
> RMDH: perkembangan politik sosial ekonomi Indonesia, seperti juga
> TIAP negara, adalah matarantai proses yang berkesinambunagn, takkan
> ada titik akhir, tanpa sambungan. Neo liberalisme atau system pasar
> bebas adalah system yang juga berkuasa di Indonesia dizaman Hindia
> belanda. Ekonomi dunia adalah ekonomi pasar, yang terutama
menentukan
> harga commodities kita, kopi, teh, karet, dlsb.
>
> IKRA:
>
> Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari
> sendiri.
>
> RMDH: Tapi kajilah secara ilmiah.
>
> IKRA:
> Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang
> terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada diri
> saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh tahun yang
> lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya, sedangkan
> ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya
> menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri pribadi
> saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan ideal
> yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua saya.
> Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu yang di
> dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah, tetapi
> harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan
> ketegaran jiwa untuk semua ini!
>
> RMDH: Nonsense, kalau anda katakan anak2 anda berkembang fully
> terlepas dari perkembangan sejarah anda. Anak2 anda akan berkembang
> lain daripada perkembangan anak2 lain dengan background lain. Anak2
> kulit putih di US akan berkembang lain daripada anak2 Black
Amerivan,
> Hispanics, Asian dll.
>
> Anak2 anda mewarisi bahasa yang anda pakai, budaya anda, cara anda
> makan dan minum, tata perilaku anda, dll. Bahwa sang ayah petani,
> tetapi anaknya dokter atau insinyur ini BUKAN bukti diskontinuitas.
>
> Bush adalah contoh terbaik kontinuitas hiostorai sebuah keluarga.
>
> Mas, jangan bikin bingung pakde Riadi.
>
> Salam
>
> RM D Hadinoto
>
>
>
>
>
>
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Ikranagara" wrote:
> >
> > Diskontinyitas sejarah itu dengan mudah bisa kita lihat dalam
> > perjalanan sejarah itu sendiri. Di zaman modern kita sekarang ini
> > saja telah terjadi diskontinyuitas yang global ketika Tembok
Berlin
> > runtuh dan rezim komunis menyatakan dirinya bangkrut di man-mana
> > lalu membuang sejarah pembangunan ekonomi yang berdasarkan
> pandangan
> > Dialektika Materialisme Histories itu. Jadi, Runtuhnya Tembok
> Berlin
> > itu sebuah tonggak simbolis berakhirnya sebuah perjalanan sejarah
> di
> > Uni Soviet, Eropah Timur, dan kemudian disusul oleh RRC ---
> terutama
> > di bidang sejarah politik ekonomi Marxis/Komunis.
> >
> > Cuma, ironisnya, mereka yang melakukan diskontinyuitas itu semua
> kok
> > malah kembali ke sistem yang mereka putus dahulu itu, yaitu
kembali
> > kepada politik ekonomi kapitqalis. Mestinya mereka mencari
> > alternatif baru di luar Marxisme/Komunis maupun Kapitalis,
bukannya
> > melanjutkan apa yang dulu sudah diskontinyuitasi ketika memilih
> > sistem atau politik Ekonomi Marzis/Komunis.
> >
> > Jadi, memang, Manifesto Komunis-nya Karl Marx dulu itu ditulis
> untuk
> > melakukan diskontinyuitas terhadap perjalanan sejarah sebelumnya,
> > artinya mereka memasuki zaman baru, dunia baru. Cuma selakanya di
> > dunia baru dan zaman baru itu mereka bangkrut --- pemerataan
bukan
> > berupa pemerataan kemakmuran melainkan pemerataan kemiskinan,
juga
> > tidak ada demokrasi dan tidak ada HAM; itulah pangkal
kebangkrutan
> > mereka. Maka itu tidak bisa diteruskan.Diskontinyuitas!
> >
> > Demikian juga halnya ketika kita memproklamasikan Kemerdekaan
kita
> > dari penjajahan Belanda, kita melakukan diskontinyuitas terhadap
> > perjalanan sejarah sebelumnya --- dari menjalani sejarah sebagai
> > bvangsa terjajah akhirnya menjalani sejarah sebagai bangsa yang
> > merdeka. Untungnya kita tidak kembali ke sistem kerajaan-kerajaan
> > yang jumlahnya banyak seperti dahulu kala itu, melainkan kita
> > melakukan diskontinyuitas terhadap sejarah nenekmoyang kita itu,
> > kita tidak mau mewarisi sistem pemerintah modelk nenekmyang kita
> > itu, karenanyalah kita memasuki dunia baru dan zaman baru yaitu
> > dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
> >
> > Sejarah memang penuh dengan penggalan-penggalan yang ada pangkal
> > awalnmya tapi juga akan ada ujung akhirnya. Maka, perjalanan
> sejarah
> > tidaklah merupakan sebuah garus linear yang tunggal, melainkan
> garis-
> > 0garis yang terputus-putus berjajar menjadi jalur-jalur yang
punya
> > pangkal awal dan punya ujung akhir.
> >
> > Tadinya saya berharap dengan tumbangnya Suharto maka itulah ujung
> > akhir politik ekonomi Kapitalisme Neoliberal di Indonesia. Tapi
> > nyatanya Habibie, Gus Dur, Mega dan bahkan SBY masih meneruskan
> > politik ekonomi yang sama. Maka kita akan menjalanan jalur yang
> sama
> > dengan yang pernah dijalani oleh Suharto dulu itu: adanya proses
> > konglomeratisasi yang melahirkan segelintir orang kaya-raya, tapi
> > juga di lain fihak akan tetap ada yang hidup di bawah garis
> > kemiskinan dan dalam tindihan pengangguran yang tercatat maupun
> yang
> > terselubung. Sebalian lainnya lagi hidup di antara kedua
> ekstrimitas
> > itu. Persis di zaman Suharto dulu, jadi kita meneruskan apa yang
> > sudah dimulai oleh Suharto ketika dia menerima sistem dan bantuan
> > yang ditawarkan oleh "Berkeley Mafia" dari AS itu. Ilmu ekonomi
> yang
> > dipakai di zaman SBY ini juga sama: Kapitlasime Neoliberal. Tidak
> > terjadi diskontinyuitas, meskipun sudah sempat memutuskan
hubungan
> > dengan IMF.
> >
> > Contoh-contoh lainnya dalam perjalanan sejarah bisa Anda cari
> > sendiri.
> >
> > Kalau pada tingkatan perorangan, sudah saya contohkan apa yang
> > terjadi pada kedua putera saya itu. Juga apa yang terjadi pada
diri
> > saya, saya akhirnya sampai kepada keputusan (sekian puluh tahun
> yang
> > lalu!) bahwa saya dibebani oleh cita-cita orang tua saya,
sedangkan
> > ideal saya sama sekali lain, maka sejak menyadari itu saya
> > menyatakan "putus" dengan orang tua saya dan membina diri pribadi
> > saya sesuai dengan ideal saya yang tidak sesuai lagi dengan ideal
> > yang dicangkokkan ke dalam diri saya oleh orang tua orangtua
saya.
> > Ini juga sebuah perjalanan "sejarah hidup" seorang individu yang
di
> > dalamnya ada diskontinyuitas! Memang, berat dan tidak mudah,
tetapi
> > harus saya lakukan, dan saya berhasil melakukannya. Dibutuhkan
> > ketegaran jiwa untuk semua ini!
> >
> > Ikra.-
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi
> > wrote:
> > >
> > > Pak Ikranagara..... mohon maaf, saya mendukung Anda...
> > diskontinuitas itu perlu, sangat perlu...
> > >
> > > munkin Anda perlu menjelaskan buat Pak RM Danardhono, biar
tidak
> > menganalogikan sejarah dengan menabrak pohon segala...
> > >
> > > masak kita harus mengingat-ingat pohonnya,...., kan yg penting
> > kita hati-hati saja.... bukan mengingat pohonnya an sich......,
> > sebab masih banyak pohon lagi.........
> > >
> > > sejarah tdk perlu menyalahkan pada pribadi soeharto, melainkan
> > bahwa setiap presiden terbuka peluang menjadi sosok jahat maupun
> > baik...
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > Ikranagara wrote:
> > >
> > > Bagaimana membangun masa depan kalau tidak tahu masa lalu?
> > >
> > > Bisa saja! Dengan melakukan diskontinuiti terhadap masa lalu!
> > >
> > > Generasi baru jangan mau dibebani masa lalu orangtuanya, agar
> bisa
> > > bebas dalam membangun masa depannya sesuai dengan idelnya
> sendiri,
> > > dan bukan ideal orang tuanya. Itulah sebabnya manusia punya
otak
> > > yang tergolong yahut di bandingkan makhluk lainnya.
> > >
> > > Pendidikan orang tua itu baik, tetapi untuk batas tertentu kita
> > > harus berani menyetopnya, kalau tidak maka kita akan dibebani
> > hasil
> > > brainwashed orang tua itu. Ya, pendidikan itu banyak sekali
unsur
> > > brain washednya.
> > >
> > > Kata kunci: DISKONTINYUITAS! ini juga saya berikan kepada kedua
> > > putera saya, dan mereka masing-masing menjsadi dirinya sendiri
> > yang
> > > bebas dari orang tuanya --- alangkah bahagianya saya sebagai
> orang
> > > tua!
> > >
> > > Tapi apa yang dilakukan presiden-presiden kita sesudah Suharto
di
> > > bidang ekonomi? Tidak berani melakukan diskontinyuitas,
akibatnya
> > > kita akan mengulang jalan yang sudah pernah dilalui oleh
Suharto
> > di
> > > bidang ekonomi. Kesenjangan ekonomi, kemiskinan dan
pengangguran
> > > akan menjadi hantu yang kalau suidah tiba saatnya maka menjelma
> > jadi
> > > momok amuk-amukan lagi!
> > >
> > > Ikra.-
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], "rm_danardono"
> >
> > > wrote:
> > > >
> > > >
> > > > >>>>kalo ada apa-apa, dulu selalu menyalahkah bung karno, nah
> > > > sekarang gantian nyalahkan semuanya pada pak harto.
> > > > >
> > > > > emang gampang sih menyalahkan..<<<<<<
> > > >
> > > > RMDH: lha iya too..bung Karno juga nyalahkan Belanda! Gus Dur
> > > > nyalahkan Megawati..Suharto nyalahkan bung Karno..
> > > > Lha anda kira siapa yang salah? Jan Pieterzoon Coen?
> > > >
> > > > Mas Rahmat ya betul dong, belajar dari sejarah. Gimana mau
> > bangun
> > > > masa depan, kalau masa lalu aja gak tahu? Lha ilmu alam itu
> > gimana
> > > > menggenmangkannya? kan juga dengan experiment2? Secara ilmiah
> > > namanya
> > > > empirik. kalau anda nabrak pohon kemarin dulu, masa mau
lupain,
> > > lalu
> > > > besok nabrak lagi?
> > > >
> > > > Piyee to?
> > > >
> > > > RMDH
> > > >
> > > >
> > > > --- In [EMAIL PROTECTED], dicky riyadi
>
> > > > wrote:
> > > > >
> > > > > memang paling mudah menengok masa lalu, daripada bersiap ke
> > masa
> > > > depan.
> > > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > > > RG Nur Rahmat wrote:
> > > > >
> > > > > Untungnya, anak cucu kita tahu apa itu kebenaran. Kenapa
kita
> > > bisa
> > > > tengkurap begini. Sejarah itu sangat penting. Kalau tidak
pasti
> > > dia
> > > > akan dimakamkan di TMP Kalibata.
> > > > >
> > > > > fatur wrote:
> > > > > Adakah kita pernah peduli atas korban-korban setelah
tanggal
> > > > KERAMAT itu?
> > > > > Apakah anda pernah mengakui ada berjuta umat manusia tak
> > berdosa
> > > > mati
> > > > > sia-sia atas nama kemanusian?
> > > > > Apakah pemerintah pernah mengakui? Pembantaian, intimidasi,
> > > > > penghancuran..suharto tetap pahlawan.
> > > > > Apa utungnya andai suharto terlibat? Para korban sudah
> > terlanjur
> > > > menderita
> > > > > mas.
> > > > >
> > > > > _____
> > > > >
> > > > > From: Ambon [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > > > > Sent: Tuesday, October 26, 2004 5:14 AM
> > > > > To: Undisclosed-Recipient:;
> > > > > Subject: [ppiindia] G30S, Terlibatkah Soeharto?
> > > > >
> > > > > * http://www.kompas.com/kompas-
cetak/0410/27/opini/1350653.htm
> > > > > Rabu, 27 Oktober 2004
> > > > >
> > > > > G30S, Terlibatkah Soeharto?
> > > > >
> > > > > SETIAP kali memasuki bulan September dan Oktober, ingatan
> > selalu
> > > > menerawang
> > > > > jauh ke belakang, tepatnya ke peristiwa Gerakan 30
September
> > > (G30S)
> > > > tahun
> > > > > 1965 yang sampai kini masih tetap menyimpan misteri.
> > > > > Ada pepatah yang menyatakan bahwa orang yang menguasai
> > > informasi,
> > > > akan
> > > > > menguasai dunia. Pepatah itu tidak mengada-ada, karena
> > kenyataan
> > > > itulah yang
> > > > >
> > > > > terjadi pada Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan
> > Darat
> > > > (Kostrad)
> > > > > Mayor Jenderal Soeharto sewaktu Peristiwa G30S terjadi.
> > > > > Ia adalah satu-satunya perwira tinggi Angkatan Bersenjata
> > > Republik
> > > > Indonesia
> > > > >
> > > > > (ABRI) yang tahu persis tentang apa yang terjadi pada
tanggal
> > 1
> > > > Oktober 1965
> > > > >
> > > > > dini hari itu. Data yang telah dipublikasikan selama ini
> > > > menyebutkan, pada
> > > > > tanggal 30 September 1965 malam, Soeharto telah diberi
> > informasi
> > > > oleh
> > > > > Kolonel Infanteri Abdul Latief, Komandan Brigade Infanteri
I
> > > > Jayasakti Kodam
> > > > >
> > > > > V Jaya, bahwa akan dilakukan penjemputan paksa terhadap
para
> > > > jenderal
> > > > > pimpinan teras Angkatan Darat, termasuk Panglima Angkatan
> > Darat
> > > > Jenderal
> > > > > Ahmad Yani, untuk dihadapkan kepada Presiden Soekarno.
> > > > > ===========================
> > > > >
> > > > >
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > > *
> > > > *****
> > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan.
> Menuju
> > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > www.ppi-
> > > > india.uni.cc
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > > *
> > > > *****
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
_____________________________________________________________________
> > > _
> > > > ____
> > > > > Mohon Perhatian:
> > > > >
> > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali
> > sbg
> > > > otokritik)
> > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > > dikomentari.
> > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > > >
> > > > > Yahoo! Groups Links
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Do you Yahoo!?
> > > > > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
> > > > >
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > > *
> > > > *****
> > > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan.
> Menuju
> > > > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > www.ppi-
> > > > india.uni.cc
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > > *
> > > > *****
> > > > >
> > > >
> > >
> >
>
_____________________________________________________________________
> > > _
> > > > ____
> > > > > Mohon Perhatian:
> > > > >
> > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali
> > sbg
> > > > otokritik)
> > > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > > dikomentari.
> > > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > Yahoo! Groups Sponsor
> > > > > Get unlimited calls to
> > > > >
> > > > > U.S./Canada
> > > > >
> > > > >
> > > > > ---------------------------------
> > > > > Yahoo! Groups Links
> > > > >
> > > > > To visit your group on the web, go to:
> > > > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > > > >
> > > > > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > > > [EMAIL PROTECTED]
> > > > >
> > > > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms
> of
> > > > Service.
> > > > >
> > > > >
> > > > >
> > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > ******
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
> > india.uni.cc
> > >
> >
>
*********************************************************************
> > ******
> > >
> >
>
_____________________________________________________________________
> > _____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> > otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> > dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >
> > >
> > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > > To visit your group on the web, go to:
> > > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> > >
> > > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > > [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
> > Service.
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
> 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Check out the new Yahoo! Front Page. www.yahoo.com/a
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/