Inilah perbedaannya jika Muslim sebagai Minoritas dan Muslim sebagai mayoritas.
Jika muslim sebagai mayoritas maka maka tidak akan pernah terjadi keadaan 
Ethnic Cleansing terhadap minoritas, sebaliknya jika muslim sebagai minoritas 
inilah fakta yang terjadi.Vatikan kedua aja sikapnya sudah begitu, apalagi yang 
setelah itu.
Dari Zaman penjajah sampai sekarang jiwa-jiwa yang ditanamkan oleh keyakinan 
mereka sama seperti penjajah pada umumnya. Saya tidak tau apakah ini diajarkan 
oleh kitab-kitab yang mereka anut...???
Yang sangat menyedihkan sekali adalah legitimasi oleh tokoh-tokoh mereka untuk 
melakukan perbuatan biadab ini.
Kita tau sendiri seperti kejadian di ambon, poso dan Irian.. tidak satupun 
tokokh kristen yang mengecam perbuatan umatnya. Suatu tanda kesetujuan mereka 
terhadap kebiadaban umatnya.
Berdeda dengan Islam jika umatnya melakukan perbuatan menyimpang maka tidak 
sedikit tokokh-tokoh agama islam yang mengecam dan turun tangan untuk 
menyelesaikan.
Saya yakin.. ini memang sikap ini sudah diajarkan oleh tokokh-tokoh mereka. 

julkifli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Hai All,

Saat kita bicara mengenai pembangunan Gereja
Saat Gusdur mati-matian membela kehadiran Yayasan
Saat KOmunitas lokal menyuarakan penderitaan mereka
Akan simbol asing yang mengancam identitasnya

KIta harus melihat lagi kesewenang-wenangan
Pengusiran, deportasi, ethnic cleansing
Atas nama agama dan kebencian
Terhadap Keyakinan

Kemunafikan jadi udara
Yang kita hirup sehari-hari
Saat kita berteriak
Tapi saat yang sama, menutup mata

Org Timor Yang lahir
Besar dan berbudaya Timor
Harus menanggung Nasib
Hanya karena beda Keyakinan

Para Romo, Kiyai dan apapun anda...
Apakah ini namanya sebuah keadilan


Selasa, 30 Nopember 2004
270 Muslim di Timor Leste Diangkut Paksa
Laporan : c07/dwo


JAKARTA -- Peluang berkembangnya agama Islam di Timor Leste semakin 
tertutup. Setelah lima Muslim dideportasi, kemarin sekitar pukul 
10.00 waktu setempat, Pemerintah Timor Leste mengangkut paksa 270 
Muslim yang selama ini tinggal di Masjid An Nur, Dili, Timor Leste. 

Menurut H Arham Affe, pemimpin kaum Muslim (WNI) yang selama ini 
tinggal di Masjid An Nur, di antara 270 Muslim tersebut juga 
terdapat anak-anak. ''Saya khawatir mereka dimasukkan ke penjara,'' 
tuturnya kepada Republika, kemarin (29/11). Berdasarkan informasi 
yang diterimanya, barang-barang jamaah An Nur itu masih disimpan di 
dalam masjid.

Tindakan yang dilakukan Pemerintah Timor Leste itu, dinilainya 
sangat tidak adil. Arham menegaskan, selama ini mereka tinggal 
berdampingan dengan warga Timor Leste. Namun, di negara pecahan 
Indonesia itu keberadaan umat Islam yang tinggal di Masjid An Nur 
dianggap ilegal.
''Padahal, kami memiliki surat resmi dari UNTAET,'' tandasnya. Sejak 
1991, tutur dia, warga yang tinggal di sekitar Masjid An Nur tak 
pernah meninggalkan Timor Leste. Ia mensinyalir tindakan Pemerintah 
Timor Leste tersebut sebagai upaya untuk menghilangkan umat Islam 
dari wilayah yang diklaim Uskup Bello sebagai Vatikan kedua di dunia 
itu.

Sebelum referendum digelar, umat Islam yang tinggal di Timor Leste 
jumlahnya mencapai 100 ribu jiwa. Kini, tutur Arham, di Kota Dili 
saja, umat Islam paling hanya tinggal 700 orang. Beberapa masjid di 
Dili, kini telah berubah menjadi kafe, bengkel, juga tempat 
penjualan minuman keras. 
Setelah Timor Leste merdeka, mereka berniat menjadi warga negara 
Timor Leste, tapi tak pernah disetujui Pemerintah Timor Leste. Warga 
Muslim di Timor Leste pun mengaku sangat kecewa dengan sikap 
Pemerintah Indonesia yang tidak proaktif. Arham menyatakan telah 
mendatangi berbagai departemen untuk mengadukan nasib warga Muslim 
yang tinggal di Dili. Arham mengaku telah mengadu kepada Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono, Departemen Luar Negeri, Departemen 
Kehakiman, dan Komisi I DPR. Sayang, tutur dia, hingga kini belum 
ada upaya nyata dari pemerintah untuk membantu warga yang tinggal di 
sekitar Masjid An Nur.

Menurut dia, apabila Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang 
ada di Timor Leste tak menyetujui deportasi terhadap jamaah Masjid 
An Nur, maka pemerintah setempat tak akan melakukan deportasi. 
Namun, sambung Arham, KBRI ternyata menyetujui deportasi tersebut. 
Dia juga menambahkan bahwa dua hari sebelum dideportasi pihaknya 
telah dimenangkan oleh pengadilan setempat.
Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, 
Irjen (Pol) Paiman, menjelaskan pihaknya akan mempelajari kasus 
tersebut. Jika masalah tersebut menjadi bagian dari kewenangan 
polisi, maka aparatnya akan meneruskan pemeriksaannya. Dia sendiri 
mengaku baru kemarin mendengar informasi soal itu. 







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








 Yahoo! Messenger
- Log on with your mobile phone!

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke