Nah ini baru bagus!! Mas Oman melihat sesuatu masalah lebih pada aspek kemanusiaannya, bukan agamanya. Saya yakin Mas Oman cinta pada agamanya, tapi tidak fanatisme buta. Memang kita sangat prihatin dengan nasib mereka kita, seharusnya para aktivis HAM bersuara dan tergerak hatinya melihat hal ini terjadi......
Oman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Dear All Waktu saya melihat TV saat ada pendeportasian warga muslim ditimor-timor itu mereka (warga yg dideportasi) mengatakan bahwa yang menolak mereka tinggal dimasjid adalah perdana menteri timor-timor yang muslim juga Mari Alkatiri (semoga saya tidak salah), dan alasan Mari Alkatiri adalah karena mereka tinggal diMasjid dan tidak mau dipindahkan ketempat lain (padahal masjid bukan tempat tinggal tetapi tmpat ibadah). Dan kalau kita baca tulisan dibawah mereka juga menyesalkan sikap KBRI dan pemerintah Indonesia yang mengabulkan deportasi mereka padahal pengadilan setempat sudah memenangkan hukum bagi mereka. Kalau kita tidak emosional membaca berita ini, maka kita mestinya tidak perlu menyangkut pautkan hal ini dengan masalah Agama bahkan sampai membawa Kitab suci pemeluk lain, (bukankah yang tidak setuju adalah Mari Al Katiri (muslim juga dan Pengadilan setempat yang saya kira hakimnya non muslim malah memenangkan mereka untuk tinggal) Kita prihatin dengan deportasi ini tetapi mereka kan Warga Negara Indonesia (hal ini dibuktikan dengan persetujuan dari KBRI untuk deportasi mereka) dan mereka berada disebuah negara yang berdaulat (walaupun pecahan) yang mempunyai aturan main sendiri ya tolong diikuti kalau nggak mau dideportasi sama seperti warga Timor-timor diIndonesia yang tdk mau mengikuti aturan main diIndonesia ya kita deportasi juga. Tolong jangan selalu mengkait-kaitkan masalah Agama hanya untuk menumbuhkan permusuhan (Bukankah Islam adalah Rahmat bagi seluruh Alam Semesta dan bukan pembawa permusuhan dan pertentangan) Yang paling penting adalah kewajiban pemerintah RI untuk merawat mereka sebagai WNI yang mempunyai hak untuk dilindungi dan diperhatikan. That'a all Best Regards, Oman (warga Kommit) ----- Original Message ----- From: "defa defa" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, December 03, 2004 1:27 PM Subject: Re: [ppiindia] Deportasi atau Ethnic Cleansing > > > Inilah perbedaannya jika Muslim sebagai Minoritas dan Muslim sebagai mayoritas. > Jika muslim sebagai mayoritas maka maka tidak akan pernah terjadi keadaan Ethnic Cleansing terhadap minoritas, sebaliknya jika muslim sebagai minoritas inilah fakta yang terjadi.Vatikan kedua aja sikapnya sudah begitu, apalagi yang setelah itu. > Dari Zaman penjajah sampai sekarang jiwa-jiwa yang ditanamkan oleh keyakinan mereka sama seperti penjajah pada umumnya. Saya tidak tau apakah ini diajarkan oleh kitab-kitab yang mereka anut...??? > Yang sangat menyedihkan sekali adalah legitimasi oleh tokoh-tokoh mereka untuk melakukan perbuatan biadab ini. > Kita tau sendiri seperti kejadian di ambon, poso dan Irian.. tidak satupun tokokh kristen yang mengecam perbuatan umatnya. Suatu tanda kesetujuan mereka terhadap kebiadaban umatnya. > Berdeda dengan Islam jika umatnya melakukan perbuatan menyimpang maka tidak sedikit tokokh-tokoh agama islam yang mengecam dan turun tangan untuk menyelesaikan. > Saya yakin.. ini memang sikap ini sudah diajarkan oleh tokokh-tokoh mereka. > > julkifli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Hai All, > > Saat kita bicara mengenai pembangunan Gereja > Saat Gusdur mati-matian membela kehadiran Yayasan > Saat KOmunitas lokal menyuarakan penderitaan mereka > Akan simbol asing yang mengancam identitasnya > > KIta harus melihat lagi kesewenang-wenangan > Pengusiran, deportasi, ethnic cleansing > Atas nama agama dan kebencian > Terhadap Keyakinan > > Kemunafikan jadi udara > Yang kita hirup sehari-hari > Saat kita berteriak > Tapi saat yang sama, menutup mata > > Org Timor Yang lahir > Besar dan berbudaya Timor > Harus menanggung Nasib > Hanya karena beda Keyakinan > > Para Romo, Kiyai dan apapun anda... > Apakah ini namanya sebuah keadilan > > > Selasa, 30 Nopember 2004 > 270 Muslim di Timor Leste Diangkut Paksa > Laporan : c07/dwo > > > JAKARTA -- Peluang berkembangnya agama Islam di Timor Leste semakin > tertutup. Setelah lima Muslim dideportasi, kemarin sekitar pukul > 10.00 waktu setempat, Pemerintah Timor Leste mengangkut paksa 270 > Muslim yang selama ini tinggal di Masjid An Nur, Dili, Timor Leste. > > Menurut H Arham Affe, pemimpin kaum Muslim (WNI) yang selama ini > tinggal di Masjid An Nur, di antara 270 Muslim tersebut juga > terdapat anak-anak. ''Saya khawatir mereka dimasukkan ke penjara,'' > tuturnya kepada Republika, kemarin (29/11). Berdasarkan informasi > yang diterimanya, barang-barang jamaah An Nur itu masih disimpan di > dalam masjid. > > Tindakan yang dilakukan Pemerintah Timor Leste itu, dinilainya > sangat tidak adil. Arham menegaskan, selama ini mereka tinggal > berdampingan dengan warga Timor Leste. Namun, di negara pecahan > Indonesia itu keberadaan umat Islam yang tinggal di Masjid An Nur > dianggap ilegal. > ''Padahal, kami memiliki surat resmi dari UNTAET,'' tandasnya. Sejak > 1991, tutur dia, warga yang tinggal di sekitar Masjid An Nur tak > pernah meninggalkan Timor Leste. Ia mensinyalir tindakan Pemerintah > Timor Leste tersebut sebagai upaya untuk menghilangkan umat Islam > dari wilayah yang diklaim Uskup Bello sebagai Vatikan kedua di dunia > itu. > > Sebelum referendum digelar, umat Islam yang tinggal di Timor Leste > jumlahnya mencapai 100 ribu jiwa. Kini, tutur Arham, di Kota Dili > saja, umat Islam paling hanya tinggal 700 orang. Beberapa masjid di > Dili, kini telah berubah menjadi kafe, bengkel, juga tempat > penjualan minuman keras. > Setelah Timor Leste merdeka, mereka berniat menjadi warga negara > Timor Leste, tapi tak pernah disetujui Pemerintah Timor Leste. Warga > Muslim di Timor Leste pun mengaku sangat kecewa dengan sikap > Pemerintah Indonesia yang tidak proaktif. Arham menyatakan telah > mendatangi berbagai departemen untuk mengadukan nasib warga Muslim > yang tinggal di Dili. Arham mengaku telah mengadu kepada Presiden > Susilo Bambang Yudhoyono, Departemen Luar Negeri, Departemen > Kehakiman, dan Komisi I DPR. Sayang, tutur dia, hingga kini belum > ada upaya nyata dari pemerintah untuk membantu warga yang tinggal di > sekitar Masjid An Nur. > > Menurut dia, apabila Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang > ada di Timor Leste tak menyetujui deportasi terhadap jamaah Masjid > An Nur, maka pemerintah setempat tak akan melakukan deportasi. > Namun, sambung Arham, KBRI ternyata menyetujui deportasi tersebut. > Dia juga menambahkan bahwa dua hari sebelum dideportasi pihaknya > telah dimenangkan oleh pengadilan setempat. > Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, > Irjen (Pol) Paiman, menjelaskan pihaknya akan mempelajari kasus > tersebut. Jika masalah tersebut menjadi bagian dari kewenangan > polisi, maka aparatnya akan meneruskan pemeriksaannya. Dia sendiri > mengaku baru kemarin mendengar informasi soal itu. > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > Yahoo! Messenger > - Log on with your mobile phone! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT --------------------------------- Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Do you Yahoo!? Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

