Hahahaha... lucu juga kalo ada manusia laki2 nyosor kayak ayam jago......
Sudah kodrat kalo manusia, tanpa agamapun tdk akan nyosor kayak ayam
jago....
Dlm Ensiklopedi Katolik yg mana nech? Kalo cerita yg kedua mendekati kisah
yg sesungguhnya.. tapi tdk ada "jatuh cinta"-nya.. kalo yg ketiga....
belom pernah baca tuh..Jangan2 cuma kabar burung...rekaan penulis...
Setiap hari dalam kalender, Gereja Katolik merayakan hari raya
Santo/Santa, yaitu hari orang Suci yang rela mati dibunuh,
bukan membunuh untuk mempertahankan Imannya...
sebagai peneguh Iman para penganutnya....
Santo Valentinus cuma salah satu "Santo Kecil" di dlm Gereja Katolik.
Tidak ada perayaan khusus, selain Misa harian yg dipersembahkan
setiap hari di Gereja Katolik....
"Valentine Day" tdk ada dlm Kalender Liturgi Gereja Katolik.
JADI, VALENTINE DAY BUKAN HARI BESAR KEAGAMAAN KRISTIANI!
SALAH BESAR KALO MENGANGGAP VALENTINE SBG HARI RAYA KEAGAMAAN!!
"Valentine Day" cuma mengambil inspirasi Kasih Sayang dari St.
Valentinus...
Secara simple aja bisa dilihat, bahwa St. Valentinus mengajarkan Kasih yg
derajatnya jauh lebih tinggi dari sekedar asmara....tema "Valentine Day"
...Tetap mengasihi orang yg mengasihi orang yg membencinya....
....Seperti juga Yesus..yg memberi teladan di salib.....
=================
Date: Sat, 12 Feb 2005 07:27:37 +0000 (GMT)
From: syabab muslim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Cinta, Tak Sebatas Asmara
Cinta, Tak Sebatas Asmara (Edisi 230)
STUDIA Edisi 230/Tahun ke-6
Publikasi 12/02/2005
hayatulislam.net - Seandainya di bulan Februari nggak ada tanggal merah
jambu, mungkin temen-temen kita nggak pada sibuk berburu pernak-pernik
bernuansa cinta. Bagi para pelaku bisnis, tanggal merah jambu ini identik
dengan tambang uang. Dalam nuansa penuh warna pink di pusat-pusat
perbelanjaan juga disemarakkan balon warna-warni berbentuk hati, semua
produk berlabel love alias cinta pun banyak dicari.
Berbagai produk ditawarkan. Mulai dari kartu ucapan, cokelat dengan bentuk
dan kemasan yang bervariasi, bunga, boneka, bantal, aneka baju berwarna
pink, pernak-pernik (semacam cardigan, bando, ikat rambut, jepit rambut),
hingga buku dan CD. Udah gitu pake diskon lagi. Gimana konsumen nggak pada
ngiler. Tinggal pilih, cocok, bayar.
Hari kasih sayang yang setiap tahun jatuh pada tanggal 14 Februari ini lho
yang kita sebut tanggal merah jambu itu. Dunia mengenalnya, Valentine Days
(VD). Hari gini, kita bisa tergolong remaja ku’in (pinjem istilah Mbak
November Rain di sebuah milis) alias kurang informasi kalo nggak kenal VD.
Momen yang udah pasti nggak akan lewat dari pengamatan remaja sejagat raya.
Bagi mereka, maknanya begitu spesial. Sehingga kian bejibun remaja-remaji
yang ikut berpartisipasi dalam merayakannya dari tahun ke tahun.
Penulis sempet survey ke lapangan perihal perayaan VD ini di mata remaja.
Sebut saja Vika dan Yuli (siswi kelas 3 SMUN 3 Bogor) serta Valentiana
(siswi kelas 2 SMP PGRI 1 Bogor), biasanya mereka saling ngasih ucapan baik
secara langsung, via kartu, SMS, atau EMS yang pasti melankolis abis. Ada
juga acara tuker kado antar temen cewek dan nggak ketinggalan cium pipi
kiri-kanan. Atau makan bareng di café atau rumah teman. Kalo pendapat Fajar
(Siswa kelas 2, SMU Taruna Andika) laen lagi. Doi bilang, temen-temennya
suka jalan-jalan bareng pacar. Malah ada yang sampe booking di hotel dan
ML. Waduh!
Sobat, makin syerem aja ya ekspresi cinta remaja di bawah bendera Valentine
Days. Padahal dari hasil survey penulis, nggak semua remaja tahu banget
asal-usul VD itu sendiri. Paling-paling tahu artinya hari kasih sayang
doang. Nggak lebih. Walau mereka aktif merayakannya setiap tahun. Emang
sih, kebanyakan ikut-kutan ajakan temen atau terprovokasi oleh media massa.
Tapi tetep aja menikmati. Hayoo ngaku aja! Nah, biar kita-kita nggak
tergolong anggota PKI alias Pemuda (i) Kurang Informasi, ada baiknya kita
tengok sekilas sejarah VD. Yuk?
Sekilas sejarah VD
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi
terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M
di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius
II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.
Claudius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani
lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam
berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak
untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang
pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus
mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya
diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri
seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga
sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah
kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu
terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.
V ersi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah
satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para
pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap
pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan
meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah
satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi
kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang
bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.”
Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan
mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dengan kalimat “dengan nama
Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan
agama Nashrani.
Sobat, dengan informasi tentang sejarah VD di atas, semoga kamu makin haqul
yakin kalo VD adalah budaya non Islam. Bukan cuma sekedar seremonial biasa.
Jadi, seperti pendapat Ismail (salah satu alumnus SMU Bina Sejahtera),
“Nggak baek ngikutin perayaan agama laen kayak Valentine Days. Sekedar tahu
sih boleh aja.” Nah, biar nggak kejerumus. Hindari ya? Akur kan? Pasti
dong! Sip deh!
Cinta kita begitu luas
Sobat muda muslim, mendengar obrolan remaja tentang cinta, sepertinya makna
cinta itu makin menyempit. Sesempit ruang bernapas dalam KRL Jakarta-Bogor
kelas ekonomi di pagi hari. Maknanya nggak jauh dari cerita indah yang
menghiasi keseharian Kenshin Himura dan Kori dalam Samurai-X. Selalu
diartikan kasih asmara antar lawan jenis. Padahal Allah SWT menciptakan
rasa ini dalam diri manusia nggak cuma dalam rangka memadu kasih dua insan
yang tengah kasmaran. Bisa juga berupa kecintaan seorang bapak kepada anak
dan istrinya, cinta kita pada orang tua dan keluarga, atau kepada saudara
seakidah.
Seorang bapak, nggak kenal lelah untuk mencari nafkah sebagai ekspresi
cintanya pada keluarga. Sekecil apapun kesempatan yang Allah berikan untuk
menghidupi keluarganya, akan dia kejar meski harus membanting tulang dan
bermandi keringat. Baginya, jadi pedagang asongan, petugas parkir, atau
tukang bakso keliling dengan penghasilan minim lebih mulia dan terhormat
dibanding seorang pencopet, maling, atau penjudi.
Cinta kita pada orang tua sudah seharusnya membuat kita belajar untuk
mandiri berbakti kepadanya. Menginvestasikan setiap pemberian mereka dalam
ilmu yang bermanfaat dan kedewasaan dalam besikap dan berbuat. Sebab
someday , kita pun akan jadi orang tua yang mengurus keluarga sendiri dan
juga mereka yang telah renta.
Cinta kepada saudara seakidah akan menghancurkan tembok sekolah, rumah,
suku, atau negara, yang menyekat kita. Rela mengorbankan harta, tenaga,
waktu, pikiran, atau apapun yang dimiliki sesuai kemampuan untuk
saudaranya. Dalam hadis Mutafaq ‘alaih dari Anas dari Nabi Saw ia bersabda:
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai
saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Dan yang terakhir adalah kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya. Menurut
al-Zujaj:
“Cintanya manusia kepada Allah dan RasulNya adalah menaati keduanya dan
ridho terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa
Rasulullah Saw.” Sehingga seorang hamba akan bersegera memenuhi seruan-Nya.
Meski harus ditukar dengan cintanya pada anak-istri, keluarga, atau harta
benda (lihat Qs at-Taubah [9]: 24).
Nah sobat, inilah makna cinta bagi seorang muslim. Begitu universal dan
luas. Saking luasnya nggak perlu dibatasi dengan hari khusus macam VD. Atau
diekspresikan dengan pacaran dan gaul bebas yang malah menempatkan cinta
itu sendiri atas nama nafsu syahwat. Kita bisa mencintai sepanjang hari
selama hidup kita dan tidak terbatas cuma kepada lawan jenis aja. Karena
itu, cintailah cinta dari sang Pemberi Cinta.
Serangan budaya di depan kita
Sobat muda muslim, di era globalisasi kayak sekarang, emang nggak gampang
menghindari serangan budaya sekular barat. Dunia begitu sempit. Sementara
jangkauan pengaruh budaya itu malah makin meluas dengan bantuan kecanggihan
teknologi. Di dunia cyber maupun di dunia nyata, arus budaya itu keluar
masuk nggak pake karcis dan bebas menyapa remaja. Kondisi ini diperparah
oleh kampanye ‘selamatkan remaja dari status jomblo’ melalui tayangan
sinetron atau reality show yang bertemakan cinta remaja. Pada akhirnya,
kian banyak remaja yang tergoda untuk ikut-ikutan gaul bebas dan menodai
cintanya dengan lumuran hawa nafsu. Ancur dah! Lantas musti gimana dong?
Nggak usah bingung. Kalo kita nggak bisa menghindari, bukan berarti kita
nggak bisa membangun benteng dalam diri kita. Caranya, perkuat akidah kita
biar nggak latah ngikut budaya rusak itu karena diajak temen atau
terprovokasi oleh media massa. Itu sebabnya, kita wajib nyadar kalo
perilaku kita di dunia nggak akan lolos dari pengamatanNya, juga dari
catatan Malaikat Raqib dan ‘Atid yang setia sampai mati mendampingi kita.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. al-Isrâ [17]: 36).
Untuk urusan cinta, Islam udah ngatur ekspresinya biar nggak ketuker dengan
ayam jago yang maen sosor aja kalo udah kebelet. Nggak ada tuh, yang
namanya pacaran, HTS (Hubungan Tanpa Sex), ataupun pacaran islami. Yang ada
dalam Islam adalah mekanisme khitbah dan nikah untuk penyaluran hasrat
mencintai lawan jenis. Dan perlu dicatet, mekanisme ini bukanlah pilihan,
tapi kewajiban. Allah SWT berfirman:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah
sesat, sesat yang nyata.” (QS al-Ahzab [33]: 36).
Selain itu, kita juga kudu berani berkata ‘tiiidaaak…!’ pada ajakan teman
untuk bermaksiat kepadaNya. Seperti berpartisipasi dalam perayaan VD, tahun
baru, April Mop, dugem, atau gaul bebas dengan lawan jenis. Ngapain juga
kita kudu ngikut ajakan dia? Demi nilai persahabatan? Huh, gombal! Seorang
sahabat yang baik dan benar (kayak EYD aja), pasti ngajak kita untuk taat,
bukan untuk bermaksiat. Catet ya…
Oke deh sobat, kita bukan anak kecil lagi yang gampang latah ngikutin
temennya yang ngajak nggak bener. Kita udah cukup dewasa untuk menjadikan
hidup ini lebih berarti. Sebab hidup nggak cuma sekali. Ada kehidupan ke
dua di akhirat nanti. Dan belajar terus tentang Islam menjadi pilihan
terbaik dalam mengisi masa muda kita. Jadi, tunggu apa lagi, ikut ngaji
nyok? Nyook…! Kita tunggu lho… Siap kan? Tetap semangat! [hafidz]
http://www.hayatulislam.net/comments.php?id=447_0_1_0_C
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/