Mbak Carla, telah saya tanggap dalam tanggapan posting mBak Lina. 
That's OK. Tetapi jangan "kebenaran mutlakku", kita umbar diumum. Itu 
urusanku, kuucapkan dalam hati, dimuka sang Pencvipta. jalanyang aku 
pilih, adalah jalanku, tak boleh dengan angkuh kuumbar seolah ini 
jalan semua saudaraku..

Salam dalam dharma

danardono

--- In [email protected], "Carla Annamarie" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Pluralisme agama supaya nanti gak bias, mesti dilihat dalam konteks 
dan
> ruang lingkupnya, kalo dalam konteks dimana terdapat dalam ruang 
lingkup
> sosial -comunal (terdapat pluralitas agama), maka yg berlaku adalah
> pluralisme agama, dimana adanya persamaan nilai2 universal agama, 
tapi kalo
> dalam konteks personal  dan dalam ruang lingkup  didalamnya 
terdapat orang2
> yg menganut/memiliki paham/iman yang sama maka pluralisme agama 
tidak
> berlaku.
> jadi sebenarnya sebagai individu yg beragama, kita harus bisa wise
> menempatkan diri dalam ruang lingkup plural.
> kita gak bisa membenarkan agama kita lbh benar dari orang lain atau 
Tuhan
> mana yang lebih baik dalam ruang lingkup plural, karena akan 
menimbulkan
> konflik. i agree with mba Lina..ur religion is ur religion and my 
is mine..
> 
> 
>                                                                     
                                       
>                       "Lina 
Dahlan"                                                               
         
>                       <[EMAIL PROTECTED]        To:       
[email protected]                          
>                       .com>                    
cc:                                                         
>                                                Subject:  [ppiindia] 
Re: Frans Magnis Menolak Pluralisme    
>                       03/01/2005 
08:29                                                                 
    
>                       
AM                                                                    
               
>                       Please respond 
to                                                                    
>                       
ppiindia                                                              
               
>                                                                     
                                       
>                                                                     
                                       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Mbah,
> Kalau saya nih mbah ada yang saya tolak dan ada yang saya terima
> dari Pluralisme Agama. Buat saya ke fanatikan itu perlu dalam
> berakidah tapi tidak dalam menjalin kerukunan hidup umat beragama
> (bukan kerukunan hidup beragama). Ada lagi istilah Fikih Lintas
> Agama, lalu ada yang bertanya apa di dalam agama lain ada fikih?
> 
> Pada intinya saya menghargai usaha2 orang yang ingin mensejajarkan
> agama-agama, tapi memaksakan untuk menyamakannya juga salah kaprah,
> karena tetap saja ada perbedaannya. Yang penting adalah bagaimana
> kita bisa menghargai perbedaan tanpa memaksa keyakinan masing2.
> Kalau AlQur'an bilang "Bagimu agama mu, bagiku agama ku".
> 
> --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Kalau Franz Magnis alias Suseno (doeloe frater saya di Canisius,
> > sebelum ditahbiskan menjadi romo), mengatakan:
> >
> > ----------
> > "Paham `Pluralisme Agama', menurut Frans Magnis, jelas-jelas
> ditolak
> > oleh Gereja Katolik. Pada tahun 2001, Vatikan menerbitkan
> > penjelasan "Dominus Jesus." Penjelasan ini, selain menolak
> > paham `Pluralisme Agama', juga menegaskan kembali bahwa Yesus
> Kristus
> > adalah satu-satunya pengantaran keselamatan Ilahi dan tidak ada
> orang
> > yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus. Di kalangan Katolik
> > sendiri, "Dominus Jesus" menimbulkan reaksi keras. Frans Magnis
> > sendiri mendukung "Dominus Jesus" itu, dan menyatakan,
> bahwa "Dominus
> > Jesus" itu sudah perlu dan tepat waktu. .."
> > ----------------
> >
> > Maka tak heran kalau kita akan gebuk2an terus. darimana dia
> mengambil
> > theori yang congkak ini? Orang Kristen boleh boleh saja menganggap
> > Dominus Yesus (Tuhan Yesus) sebagai satu2nya kebenaran, tetapi ini
> > tak dapat dipaksakan kepada umat lain. Kepafa Islam tidak, kepada
> > umat Buddha tidak, kepada umat Hindu tidak, kepada umat Shik
> tidak.
> > Kepada umat Hindu Bali tidak.
> >
> > Dia boleh saja beranggapan, bahwa hanya melalui Kristus orang
> sampai
> > ke Bapak atau ke Tuhan, lalu orang Buddha, orang Muslim semua akan
> > menukik ke neraka? Bagaimana dengan umat Protestant? juga masuk
> > neraka?
> >
> > Jadi sia sia dong menjadi manusia yang baik?
> >
> > Dimana lalu peran manusia sebagai manusia? Kita menolak
> kefanatikan
> > sebagian saudara umat islam, lalu dia sendiri menganjurkan
> > kefanatikan yang demikian eksklusif?
> >
> > Bung mau kemana kau?
> >
> > Salam damai saling hormat
> >
> > Danardono
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > --- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > > Bagaimanapun seorang berjuang dan bergerak dengan satu
> kebenaran.
> > Pluralisme adalah pemaksaan sesuatu yang sudah menjadi
> > sunatullah.Pluralisme meniadakan kebenaran yang hakiki dan satu.
> > Membuat manusia kehilangan identitas, entitas dan jati
> dirinya.Dengan
> > kekuatan akal serta segala keterbatasan yang dimiliki, manusia
> > hendaknya terus membuka diri mencari kebenaran sejati. Sampai dia
> > menemukan, meyakini, mengamalkan, memperjuangkan dan menggapai
> > kebangkitan sempurna.Yakni sesuatu kebenaran yang sesuai fitrah,
> > menentramkan jiwa dan memuaskan akal.
> > >
> > > http://www.hidayatullah.com/modules.php?
> > name=News&file=article&sid=1724
> > >
> > >
> > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
> > > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan
> seorang
> > individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Do you Yahoo!?
> > >  Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke