....Maka sejak negara islam yang tinggal secuil di turki pun runtuh 
(03031924), umat islam tepecah belah menjadi 50 negara kecil, arab 
saudi, irak, iran, mesir, indonesia, malasyia, libya, turki, 
yordania, uzbektstan, qirkistan, khasmir, palestina, afghanistan, 
pakistan, maroko, dll. Mereka saling berebutan kekuasaan
yang dulu adalah satu wilayah kesatuan, karena kepentingan pribadi, 
politis, bangsa ,penjajah, kapitalis dll. Mereka ibarat anak ayam 
kehilangan induk, dan serigala mudah mengacak2, mengadudomba, 
menghancurkannya....

............


Mungkin kita harus mengadakan sedkit koreksi sejarah,mas Aris:

1) Kekhalifatan Turki tak pernah melingkupi Kaschmir, Pakistan, 
Indonesia, Malaysia. Kebangunan dan keruntuhan Turki, tak berhubungan 
dengan Islam sebagai agama, namun karena faktor faktor militer dan 
ekonomi.


2) Malaysia dan Indonesia, yang tak pernah disatukan dalam sebuah 
kerajaan Islam apapun, adalah bagian sebuah kerajaan Hindu yang jaya 
secara militer dan ekonomi, yaitu Majapahit (300 tahun lamanya), dan 
ada beberapa kerajaan Hindu jaya lainnya, yakni Shailendra.

3) Yang ter-pecah pecah, menjadi kerajaan kerajaan Islam kecil kecil 
di Nusantara (Indonesia belum ada) adalah kerajaan Majapahit dibawah 
budaya Hindu-Buddha). Kerajaan kerajaan Islam di jawa sudah mulai 
saling memerangi sebelum orang Eropa masuk ke Jawa (Demak-Bintara)

4) Kerajaan Moghul di India adalah kerajaan tersendiri yang tak 
pernah menjadi bagian dari kerajaan Turki. 

Kekuasaan yang lebih besar dan luas lagi, sebelumnya adalah 
kekuasasan Mongol dibawah Jenghis Khan. namun, ini bukan kerajaan 
agama.


Analisa sejarah yang ilmiah akan menunjukkan, bahwa kerajaan Turki 
jatuh dan bangun bukan karena ketaatan umat beragama, namun karena 
perkembangan sikon militer ekonomis politis. Dengan perkembangan 
tekhnologi dan kemiliteran serta tatanegara di Eropa, maka kerajaan 
Turki terjepit dan terpecah menjadi kecil.

Salam

danardono




--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Mas Danar,
> Ya sebuah ide yang bagus.saya sepakat. 
> Begitulah jika seluruh umat islam di dunia bersatu dalam negara 
islam (al khilafah). Melaksanakan islam dalam segala aspek baik 
politik, ekonomi, budaya, sosial dll tak sekedar ibadah ritual. Dia 
bisa berjaya selama berabad-abad yakni sekitar 13 abad lebih, hingga 
3 Maret 1924 lalu, khilafah atau daulah atau orang salah kaprah 
mengatakan imperium utsamaniyah runtuh.Apakah sejarah yang gemilang 
ini luntur begitu saja, sedang bangunan Taj Mahal (bukti islam masuk 
india), Masjid Cordova (bukti islam dipeluk diSpanyol yang sekarang 
jadi museum), saksi2 bisu yang tak bisa dikatakan satu persatu itu 
tak cukup menjadi saksi sejarah. Lebih 13 abad islam berjaya, dan ini 
bukan utopia. Adakah sejarah itu disembunyikan, seperti pelajaran 
sejarah   dibangku sekolah SD, SMP, SMU yang banyak dimanipulasi demi 
sebuah kepentingan. Demi melanggengkan kekuasaan tertentu.
>  
> Maka sejak negara islam yang tinggal secuil di turki  pun runtuh 
(03031924), umat islam tepecah belah menjadi 50 negara kecil, arab 
saudi, irak, iran, mesir, indonesia, malasyia, libya, turki, 
yordania, uzbektstan, qirkistan, khasmir, palestina, afghanistan, 
pakistan, maroko, dll. Mereka saling berebutan kekuasaan yang dulu 
adalah satu wilayah kesatuan, karena kepentingan pribadi, politis, 
bangsa ,penjajah, kapitalis dll. Mereka ibarat anak ayam kehilangan 
induk, dan serigala mudah mengacak2, mengadudomba, menghancurkannya.
>  
> 50 negeri kecil ini secara de facto dan de jure tak bisa dikatakan 
sebuah negara islam, meski diantaranya mengambil asas islam. Sebab 
ada syarat lain, yakni  aturan semua kehidupannya diatur islam (tak 
masalah mayoritas penduduknya bukan muslim atau memeluk agama lain, 
karena hak dan kewajibannya sama dengan muslim kecuali jihad. Umat 
yang bukan islam malah tak wajib membela negara). Dimana pula 
kekuatan militer 100% berada di tangan negara tersebut, tidak 
dikendalikan negara asing lain baik de jure atau de facto. So, adakah 
sekarang negara islam, maka saya berani menjawab tak ada. 
>  
> Sebuah renungan buat kita bersama : 
>  
> Tak malukah kita sekarang, sebagai umat islam memilih agama ini 
karena alasan kesempurnaannya dalam memiliki aturan disegala aspek 
kehidupan.Akan tetapi ketika kita telah melangkah luar rumah, 
dikantor, dijalan, di bidang pemerintahan, di bidang ekonomi, 
pernikahan dll, Islam dicampakkan di keranjang sampah.Disimpan 
dikantong, bila ada yang mengatakan menurut islam begini begitu, 
orang sering berujar jangan terlalu fanatik lah, jangan sok alim, 
agama jangan dibawa-bawa.  I don't know what happen. Mungkinkah agama 
hanya punya sedikit pengaruh pada kehidupan seseorang atau bahkan 
hanya simbol di KTP. Mungkinkah jika begini, Allah mau menerima 
keimanan dan amal kita yang malu-malu dan segan-segan melaksanakan 
ajaran-Nya. 
>  
> wallahu'alam. Mari kita bersama berusaha terus belajar dan 
memperbaiki diri.
>  
>  
> 
> RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Sebuah idee yang bagus. 
> 
> Hanya kenyataan realpolitis seringkali menghindari penghayatan 
agamis 
> dalam tindak ketatanegaraan. Ini kita lihat dalam sejarah. Negara 
> negara Eropa pada abad ke XIX juga masih bersadarkan tuntunan agama 
> dalam mengatur negara, semua Kristiani, namun tetap saja, 
kepentingan 
> negara negara dalam keseharian, seringkali ber-hadap-hadapan.
> 
> Perang tigapuluh tahun (1618 - 1648) di Eropa antara negara negara 
> Kristen melawan negara negara Kristen, juga Perang Dunia II, antara 
> negara negara seagama, memberikan bukti.
> 
> Kita lihat Malaysia dan Indonesia. Banyak kepentingan negara, baik 
> politis maupun ekonomis, yang tak selalu sejajar. Dan, 
bagaimanapun, 
> tapalbatas negara seringkali lebih dekat pada kita, daripada batas 
> akidah.
> 
> Di Timur tengah kita lihat benturan antara Lebanon dan Syria. 
Negara 
> negara Islam penghasil minyak kaya di Timur tengah mempunyai titik 
> pijak yang sangat berbeda dengan negara negara Islam lainnya 
disana, 
> yang miskin dan menghadapi masalah ekonomi yang gawat. 
> 
> Agama, dalam ribuan tahun setelah didirikan, belum pernah 
menyatukan 
> bangsa bangsa. Sedih tapi nyata.
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > Semoga keinginan Badawi agar Islam bangkit dari Malaysia dan 
> > Indonesia tidak sirna karena adanya 'penawaran' dari Shell akan 
> > kasus perairan ambalat tsb.
> > 
> > Wassalam,
> > *************
> > REPUBLIKA, 16 Maret 2005
> > Badawi
> > Asro Kamal Rokan
> > 
> > Istana Putra Jaya layaknya sebuah bangunan masjid yang megah. 
Satu 
> > kubah besar berwarna hijau dikelilingi beberapa kubah kecil, 
seakan 
> > mau menjelaskan kepada setiap orang yang melihatnya: kami Islam 
dan 
> > kami percaya kemajuan, martabat akan bersinar dari sini.
> > 
> > Di sebelah kanan istana, berdiri masjid megah. Kubahnya 
> berarsitektur
> > Turki --mengingatkan masa kejayaan Bani Abbasiyah, yang menguasai 
> > Eropa dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia modern. 
> Di 
> > sisi kanan masjid, terhampar danau yang berair jernih, restoran, 
> dan 
> > taman yang luas.
> > Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, membuka gorden 
yang
> > menutup jendela kamar kerjanya. Dari ruang kerjanya, yang bergaya 
> > Melayu, Badawi mengatakan kepada kami: dari kantor ini negara 
> > diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) akhirat kita tuju.
> > 
> > Ada kemauan dan semangat dari PM Badawi untuk mewujudkan 
> > keinginannya itu --sebuah visi. Pemahamannya pun sangat kuat 
> > terhadap Islam. Ketika Din Syamsuddin mengingatkan kembali 
pendapat 
> > Fazlur Rahman bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia 
> dan 
> > Malaysia --karena Timur Tengah semakin sulit diharapkan akibat 
> > konflik yang tak sudah-- Badawi menyambutnya dengan sebuah buku 
> > panduan pembangunan Malaysia ke depan.
> > Buku itu berjudul: Konsep Islam Hadhari.
> > 
> > Badawi bangga menjelaskan konsep Islam Hadhari itu. Ia 
> mengampanyekan
> > konsep tersebut pada setiap tamunya. Ia terlihat percaya bahwa 
> inilah
> > jalan yang harus ditempuh untuk menuju baldatun toyyibatun wa 
robbun
> > ghafur --negara dengan kebajikan dan ampunan Allah.
> > 
> > Konsep Hadhari atau civilizational Islam didefinisikan Badawi 
> sebagai
> > pendekatan Islam yang lebih lengkap dan menyeluruh, tidak 
terpisah-
> > pisah, seperti Islam bersifat politik (al-Islam al-Siyasi), atau 
> > Islam bersifat tasawwuf (al-Islam al-Sufi). Konsep Hadhari 
> > meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bertamadun, dan mempunyai 
> > peradaban yang unggul dalam menghadapi globalisasi, teknologi 
> > informasi, ekonomi global, budaya materialisme, krisis 
indentitas, 
> > dan penjajahan pemikiran.
> > 
> > Visi Islam Hadhari, bagi Badawi --putra seorang ulama-- bertujuan
> > menciptakan Malaysia sebagai contoh negara Islam, yang maju. 
> > Masyarakat berilmu, mahir, terampil, berakhlak berlandaskan 
> > pendekatan Islam yang universal, bertamadun, toleransi, dan 
> > berimbang. Badawi menginginkan konsep ini dapat melahirkan 
individu 
> > dan masyarakat Islam yang memiliki kekuatan spiritual (rohani), 
> > akhlak, intelektual, material, mampu berdikari, berdaya saing 
> > tinggi, melihat ke depan, inovatif, rasional, praktikal, dan 
damai. 
> > Dalam tataran negara, konsep ini mendorong sistem ekonomi, sistem 
> > keuangan yang dinamis, dan pembangunan terpadu serta
> > seimbang.
> > 
> > Ada 10 butir prinsip untuk mewujudkan Hadhari itu: Keimanan dan 
> > ketakwaan kepada Allah; negara adil dan amanah; rakyat berjiwa 
> > merdeka; penguasaan ilmu pengetahuan; pembangunan ekonomi 
seimbang 
> > dan komprehensif; kehidupan berkualitas; pembelaan hak kelompok 
> > minoritas dan wanita; keutuhan budaya dan moral; pemeliharaan 
> sumber 
> > daya alam; dan kekuatan pertahanan.
> > 
> > Konsep Islam Hadhari --yang disebut Badawi bukan agama baru, 
bukan 
> > ajaran baru, bukan mazhab baru, melainkan pendekatan baru yang 
> > berlandaskan Alquran dan assunnah-- muncul dari keprihatinan atas 
> > kemunduran umat Islam sejak abad ke-12. Persepsi sebagian besar 
> umat 
> > Islam, setelah berakhirnya masa gemilang tersebut, menurut 
Badawi, 
> > lebih kepada aspek ibadah semata-mata. Meski dipahami bahwa Islam 
> > adalah cara hidup, namun Islam hanya ditampilkan dalam bentuk 
> slogan 
> > dan retorika. Sebagian umat Islam sulit memasukkan agenda 
> > pembangunan umat, peradaban bangsa, dan keutuhan negara sebagai 
> > bagian dari ruang lingkup ''agama'' sebagaimana yang
> > dikehendaki Islam.
> > 
> > Konsep Abdullah Badawi itu tentu dapat saja diperbincangkan, tapi 
> ia 
> > tidak sekadar bercita-cita, melainkan telah melangkah untuk 
> > mengangkat kembali kejayaan Islam. Ia menginginkan Islam bangkit 
> > dari Malaysia dan Indonesia. Badawi telah memulai di saat kita 
> masih 
> > saja berdebat, menimbang-nimbang dengan perasaan tidak yakin 
bahwa 
> > sesungguhnya Islam adalah jalan keluar satu-satunya dari 
kebuntuan.
> > 
> > Badawi membuka jendela ruang kerjanya. Masjid yang indah dan megah
> > terlihat jelas. Udara Putra Jaya cerah. Dan, setelah berbicang-
> > bincang, Badawi mengantarkan kami --tamu-tamunya-- turun melalui 
> > lift. Kami meluncur cepat ke bawah, sedangkan Badawi kembali 
> > bekerja. Terasa berbeda.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.uni.cc
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> 
> 
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
> 
>    To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>   
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
> "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
> Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang 
individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Yahoo! Small Business - Try our new resources site! 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke