Ah, sudahlah, Bung! Capek kita dengan slogan omong kosong itu!
Yang jelas kubu Non-Blok Asia-Afrika zaman bahuela itu tetap saja memihak kepada Kubu Marxcis/Kumunis dan memusuhi Kubu Kapitalis. Non- Blok hanya topeng untuk memanipulasi kekuatan politik negara-negara yang lemah saja. Bung Karno sendiri mengaku penganut Marxisme (yang diterapkan sesuai dengan kondisi Indonesia, jadi sejenis tanaman cangkokan dari Marxisme yang dari luar negeri itu jugalah!) Lupakanlah barang antik dari Zaman Perang Dingin itu. Kenyataan menunjukkan sistem Marxims/Kumunis sudah ambrol masuk kubur. Sistem ekonomi RRC sudah berobah jadi sistem Kapitalis, sedangkan sistem politiknya tetap diktator, sehingga mengingatkan saya kepada sistem yang dipakai oleh Suharto. Dan sebentar lagi sistem Kapitalis Neo-Liberal ini akan ambrol masuk kubur juga. Yang diperlukan sekarang adalah suatu sistem yang tidak mengacu kepada sistem kedua kubu yang hampir meluluh-lantakkan bumi dengan senjata nuklir mereka masing-masing itu. Untung ada Gorbachev yang menyadari kebrengsekan sistem Marxisme/Komunis dan bahaya perang nuklir! Kalau tidak, maka kita sudah luluh lantak beneran, dan bumi kosong seperti Planit Mars! Yang kita butuhkan adalah sebuah sistem yang bukan cangkokan, melainkan dari bumi sendiri. Situasi dan kondisi bumi sendiri itulah yang melahirkan sistemnya, bukan sistim yang diimpor dari luar lalu dicangkokkan ke bumi kita. Karenanya, masa depan dunia haruslah berupa tumbuhnya berbagai macam sistem (sosial, politik, ekonomi, budaya) yang tumbuh dari dasar buminya masing-masing. Untuk ini semua maka ahli di bidang masing-masing negara harus bekerja keras untuk menemukan sistem yang plural itu. Bahkan untuk negeri kita yang memang bhikena itu pun tidak perlu dikhawatirkan jika sampai lahir beberapa sistem yang berbeda satu dengan lainnya. yang penting sistem itu lahir dari situasi dan kondisi buminya masing-masing. Hanya dengan demikian maka Bhineka Tunggal Ika itu bukan sekedar slogan omong kosong tukang pidato seperti Bung Karno dll melainkan benar-benar realitas nyata di dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Bung Karno catat saja jasa-jasanya di dalam buku sejarah untuk hafalan anak sekolah. Zaman Bung Karno sudah lewat. Kita harus berani meneruskan hidup bernegara ini dengan kemampuan kita yang masih hidup. Zaman baru menuggu kita! Ikra.- --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang namanya perjuangan kemerdekaan RI itu sekalipun > > kalah di bidang > > militer, tetapi di medan diplomatik internasional > > tetap hidup dan > > diperjuangkan, faktor tsb sekalipun sekunder tetapi > > memberi tekanan > > signifikan kepada Belanda untuk mengakui kemerdekaan > > Indonesia. Belanda > > dipaksa mengakui kemerdekaan tetapi bukan tanpa > > syarat. Syaratnya antara > > lain ialah Indonesia harus membayar sekian milyar > > gulden sebagai kompensasi > > kerugian Belanda dan Nieuw Guinea atau yang dikenal > > dengan nama Iran Barat, > > kemudian Irian Jaya, lalu kemudian Papua Barat tetap > > berada kekuasaan > > Belanda untuk waktu satu tahun. Ternayta bukan satu > > tahun tetapi lebih dari > > sepuluh tahun baru diserahkan kepada UNTEA pada > > tahun 1960-an, dan kemudian > > dengan "musyawarah kepala suku" pindah secara resmi > > ke tangan ke Indonesia. > > > > Apa Belanda mau menyerahkan Papua Barat ke Indonesia, > jika waktu itu Indonesia tidak memiliki jajaran > peswawat tempur MiG 15, MiG 17, MiG 19 dan MiG 21, > Tu-16 Badger, helikopter Mi-6 serta sekian kapal > perang (termasuk 6 kapal selam dan satu kapal > penjelajah)... > > > Waktu itu Indonesia termasuk salah satu NEGARA TERKUAT > DI ASIA secara militer, karena persenjataan canggih > yang dipasok oleh Rusia.... > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

