--- In [email protected], Agung Sarono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> BUng DH:

> LIhat perjanjian mulai dari Linggarjati, Renville,
> hingga Roem-ROyen bahkan Den Haag, apa yang kita
> dapatkan? PENGKHIANATAN! Di Linggarjati kita terkurung
> karena politisi kita yang menerima begitu saja Garis
> Demarkasi yang nantinya disebut 'Garis Van Mook' (yang
> kemudian setelah perjanjian Renville membuat divisi
> siliwangi dan sebagian divisi brawijaya harus 'hijrah
> ke wilayah republik') yang berupa menarik garis lurus
> dari ujung depan posisi belanda ke posisi lainnya yang
> diujung. Begitu pula dengan Renville, parahnya lagi
> begitu selesai Renville, si politisi yang nanda
> tanganin malah memberontak! DI Roem Royen, politisi
> kita menerima untuk sebutan bagi tentara republik
> sebagai 'orang-orang bersenjata', jadi apanya yang
> bisa dibanggakan dari politisi di republik ini? TIDAK
> ADA!
> Begitu pula saat akan menyerbu IRian Barat, AURI sudah
> mempersiapkan bomber, ALRI siap dengan penyerbuan
> amphibi, lalu apa yang dilakukan politisi? MENERIMA
> PROPOSAL PEPERA! yang sampai sekarang masih
> dipermasalahkan saudara kita di Irian, salah siapa?
> POLITISI!
> Jadi ya jangan sakit hati kalau saya mengatakan
> POLITISI di republik ini bak benalu, bikin sepet dan
> sakit perut saja!
> Sorry broer, tetapi sebagai orang jawa totok, maka
> saya percaya ajaran dari ki dalang, bahwa kresna
> memang seperti itu...
> AS

------------------

Tahukah anda, bahwa kala laksamana Jos Sudarso meninjau front di laut 
Aru, pada malam itu, AL Belanda sudah tahu posisi tepat kapal kita 
(MTB)? Dengan sekali salvo, MTB kita bersama laksamana Jos Sudarso 
hancur. Kita tak ada yang tahu, bahwa kapal induk Belanda bersama 
formasinya sudah didekat kapal sang laksamana?

Tahukah anda, bahwa ketika pasukan pasukan kita dikirim ke Malaysia 
untuk ditejunkan, Angkatan Perang Diraja Malaysia sudah tahu dengan 
tepat pesawat dan kesatuan pasukan yang akan diterjunkan?

Seorang diplomat Malaysia di Vienna, pada tahun 80an menceritakan, 
mereka sudah menunggu didarat, pasukan yang akan mendarat.

Tahukah anda, bahwa ketika pasukan kita mati2an bertempur dihutan di 
Jawa Tengah, sebagian pasukan kita dibawah Kartosuwirjo menolak ikut 
bergerak bersama kesatuan Siliwangi, dan memukul kesatuan kita 
sendiri, ketika TNI kembali ke Jawa barat?

Mr. Moh. Rum yang mewakili RI dalam sidang Rum-Royen adalah wakil 
dari partai terkuat kala itu, Masyumi. Politisi kita kala itu dibawah 
perintah bung Karno dan bung Hatta. Pimpinan nasional mana lagi yang 
anda akan salahkan? Penasehat militer pimpinan kita adalah jendral 
Tahibonar Simatupang, Nasution, dan Urip Sumohardjo. Kurang apa?

Salam

Danardono














------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke