----- Original Message ----- From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dengan logika dari mas danardono : > "By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum > tentu pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, > lalu kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya > diminta sicantik, akhirnya dompet melompong...." > > sebenarnya ada pertanyaan lanjutan saya : > > 1. Apakah logika mas Danardono memberikan kita cukup reason > yang conditio sine qua non { untuk misalnya bersikap ala Perancis } > yang membanned penduduknya sendiri yang memegang kultur > busana muslimah di ruang publik i.e Sekolah Umum ? ---------------------- DH: Lho jangan lari jauh jauh mas. Saya hanya mereflexikan facts di sini, bahwa berbusana sexy ria, tak berarti merendahkan harkat diri. Sebaliknya, untuk berani berbusana demikian, mereka harus PD luar biasa, kalau yang tak yakin bentuk badannya, ya tak seberani itulahh. Dan saya ingin bantah, bahwa busana demikian, automatis dipandang rendah oleh pria disini. Biasa biasa saja. === ARI : Mas Danardono, jika sekarang anda berkata bahwa berbusana sexy biasa saja, kenapa di Amerika bisa ada usulan untuk melakukan denda bagi yang pake drop pants ? Masalah dianggap rendah, kata-kata anda sebelumnya juga merefleksikan adanya "desiree yang bersifat flesh". Gimana kagak dianggap nafsu rendah hue he he .... [ cmiiw dech kalo saya salah ] === Untuk mem-ban jilbab disekolah, ini lain masalahnya. Tetapi busana Muslim tak diban lho, sepanjang tak pakai jilbab disekolah. Yang tak dikehendaki ialah symbol symbol keagamaan disekolah yang dianggap wilayah publik, dimana semua orang berada disana. ARI [ kalo seperti aturan dalam agama sikh yang salahsatunya kaum lelaki kudu bawa pedang besi ya pasti salah, tapi kalo pake jilbab, dan hal ini biasa saja bagi banyak tempat yang terkenal sebagai melting pot budaya, misal amerika, inggris dan india, apa masalahnya ? Justru dalam sejarahnya jilbab itu berawal dari budaya yang lebih kuno daripada Islam. Dalam al kitab pun [PB dan PL], ditengarai jika wanita yang tidak mengenakan kerudung dianggap pelacur. Karena wanita terhormat salah satu cirinya adalah menutup rambutnya. [Karena itulah Maria Magdalena dianggap pelacur, a.l karena digambarkan tidak menutup rambutnya, padahal kalau ditelisik konon darahnya justru darah bangsawan, ... cmiiw juga untuk hal ini] Saya bertanya-tanya, sikap Perancis adalah murni mempertahankan sekulerisme, ataukah memang dalam pandangan Eropa sudah ada perpektif lain ? Saya baca dalam prolog Karen Armstrong dalam bukunya Muhammad [ yg khusus ditulis untuk awam non Islam] umat Islam dan Muhammad dipersepsi sejak dulu sebagai Antichrist. Persepsi ini membekas dan menimbulkan luka, antara sadar dan tidak sadar diantara pergaulan sosial modern saat ini]. Please consider above reason, and correct me if I am wrong. Btw, jgn lupa juga, bahwa orang Hongaria, pakaian tradisionalnya juga pake kerudung. Lha kalo kudung segitiga ini dipake orang Hongaria yang mukim di Perancis dengan alasan budaya tradisional, kena banned juga gak ? > > Saya terutama bertanya ke mas Ade Kim Hook yang di Perancis > langsung dan jadi pengamat secara inheren (meskipun doi > mempromosikan pandangan eksklusif anti agama Islam), > namun saya berharap bisa belajar susatu dari dia. > Minimal tahu pemikiran orang sana (entah obyektif atau tidak) > juga saya bertanya ke mas Danardono, yg udah bertahun-tahun > di Jenewa dan udah banyak makan asam garam kehidupan. > > Kenapa saya bertanya ? Karena secara logika seorang awam > yang merupakan orang biasa saja dan hidup sehari-hari di > Indonesia, pandangan itu kok nampaknya njomplang, > kenapa hanya karena ingin menghargai diri sendiri > dan ingin dihargai orang lain, kok dengan bikin akal-akalan rendah. DH: Apa maksudnya "akal akalan rendah" dan siapa mereka itu? ARI : kalimat saya ttg akal-akalan rendah, dipicu oleh kalimat dibawah ini : > "By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum > tentu pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, > lalu kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya > diminta sicantik, akhirnya dompet melompong...." > Kenapa tidak percaya diri dengan kemampuan berpikir, kecerdasam > atau kewibawaan, keluesan dalam bertindak ..... [ alternatif dan > cara lain untuk dihargai dengan cara non pelacuran diri sendiri ] DH: Lho mas, berbusana sexy kan dapat dikombinasi dengan berotak mathematica, dan luwes? Berbaju tertutup saja belum menimbulkan wibawa lho, karena wibawa adalah kemampuan bathiniah, bukan urusan baju. Orang yang ndomblong bodoh, walau pakai baju sexy atau tertutup ya gak bisa berwibawa kan? ARI Setuju aja dech hue he he :D > Jadi karena kultur dan bawaan filosofis kita > banyak yang built in memang tidak memikirkan > masalah ke-sexy-an ini, saya jadi bertanya-tanya > ide mbak Carla ttg budaya hipokrit ini relevan atau tidak ya ? > > Buat orang barat atau anak muda perkotaan jaman > sekarang yang secara kulturaal beda dengan jamannya > pak Yustam atau mas Danardono mungkin ya. > > Tapi apa ini relevan dengan kebanyakan orang kita ? > Jangan-jangan ini cuma introdusir gaya pergaulan kota/ > budaya lain, yang sebenarnya justru merupakan hal baru bagi kita. DH: Yang paling bagus,mas, ialah budaya busana yang rapih dan susila. Tetapi alasannya, jangan takut diperkosa atau dilecehkan, namun karena ini mencerminkan kemuliaan. Titik ARI : Yang ini saya juga setuju. Cuma bahasa intelek kota dengan bahasa awam pedesaan dan logika harokah tertentu kadang kagak kompatibel. Maksud mungkin sama, tapi dibunyikannya beda. Please consider :)) DH Kita menengok budaya lain, dalam bentuk mode, ya tak apalah, sebab semua yang kita pakai bukanlah hasil budaya kita kan? Celana panjang, kemeja, jeans, jas, dsb. Saya juga gak pakai blangkon kalau sedang ke Jogya. Kita tak dapat katakan, yang budaya luar selalu buruk, yang budaya kita, selalu mulia. Buktinya, pria pakai koteka, kita minta pakai pakaian barat. Ya kan? Pengertian susila mas Yustam saya dan anda kan sama, juga sama dengan masa kakek kita. Apa bedanya? ARI Setuju dengan yang diatas. Pergeseran dan pemaknaan yang dinamis dari waktu ke waktu mengubah ukuran kesusilaan di konteks kemben dan koteka. Saya mafhum jika masalah pakaian di Barat juga mas danardono pahami dengan level relativitas yang sama. Namun mohon dipahami juga bahwa pada sebagian masyarakat di komunitas muslim, ada pergeseran norma juga, dari yang biasa saja, menjadi makin memntingkan makna dan pemakaian jilbab. Jadi kita memang memiliki perbedaan realitas yang dialami dalam memandang jilbab dan para pendukungnya. Howgh. :)) Senang dech kalo kita bertemu dalam batas pandang masing-masing. > > So, mau dibawa ke mana anak negeri ini ?> DH: Mudah mudahan pak SBY dan team suksesnya tahu jawabannya. === ARI Kalo SBY kemarin itu prihatin dengan tayangan pornografi dan pornoaksi [ingat pendapatnya ttg pusar wanita di film-film ?] Sejak jaman SMA (kebetulan si Agus Yudhoyono mantan anak satu SMA dengan saya), jadi sering liat kalo dia nemuin anaknya di asrama, si SBY ini, orangnya kayaknya bukan jenis yang liberal dalam mode hue he he ..... you know what I mean kan ? Kalo Kalla, berhubung doi orang makassar, dan jadi pengurus NU dan juga penyokong KPPSI Sulsel, [kayaknya lho] juga bukan orang yang liberal dalam mode. salam, Ari Condro Salam Danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

