Ari.., ukuran berbusana yang referred to sexy is differ in every
cultures..., perhaps if we go to asmat or dani tribe in papua...the women
are top less..and in that place they re not considered provocative, sexy or
something but it's the way they dress up.., but amongts civilized
society..we re bound by norms and social values that had been set up by the
social community..., in jakarta for example..it's fine for women to wear
something sexy for them self..but there're ppl that still bound by certain
tradition to restrict women from wearing sexy dress.., like tank tops,
tight t-shirt, and tight jeans, off-shoulder dress, halter neck clothes, so
i think women should be wise and smart enough to dress them self..bcs it's
very easy for women wearing something sexy and ppl look at her with
prejudice...or men look at them with predator's eyes.., women is a victim
of judgement.., no matter what she wears..still she's a living target, the
prey of the predator..the casualty of men's machosism..it's ironically men
really enjoys this and considered it as a sexual pleasure for their eyes,
to feed their lust, and still point a finger to her with judgement..it's
not fair for women but..hey..we lives in the men's world..,right?i think if
we re still in this kinda perceptive..we will living in a hipocrite
culture.., we re against it but on the other hand we re takes so much
pleasure on it...
i think we should change our attitude of thinking..we should be open mind,
i think most ppl thought they re culture-minded, civilised, and modern but
still trapped in the prejudice and sexes mind..., but it's the way the
system works..if u wanna change the system..change the mind first...



                                                                                
                           
                      "Ari Condro"                                              
                           
                      <[EMAIL PROTECTED]        To:       
<[email protected]>                        
                      >                        cc:       "Carla Annamarie"      
                           
                      Sent by:                  <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL 
PROTECTED]>,    
                      [EMAIL PROTECTED]         "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "kim      
                      ups.com                   hook" <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>               
                                               Subject:  [ppiindia] Re: Suara 
Perempuan                    
                                                                                
                           
                      04/19/2005 07:34                                          
                           
                      PM                                                        
                           
                      Please respond to                                         
                           
                      ppiindia                                                  
                           
                                                                                
                           
                                                                                
                           





Dengan logika dari mas danardono :
"By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum tentu
pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu
kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya
diminta sicantik, akhirnya dompet melompong...."

dan dari mbak Carla
"segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body is a
threat for men's..bcs women's body is their ultimate weakness...there's a
power in women's body.., but all this time women's has been used or badly
treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, feels
ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont appreciate her
body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have been fooled
by the men paradigm abt her body..., in our cultural society..women has
been taught that her body is the tool of evil.., so they re not accustomed
to honour her body but get used to despise it.

if only women could realize that her body is a sacred thing, it's great to
feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human being."

sebenarnya ada pertanyaan lanjutan saya :

1. Apakah logika mas Danardono memberikan kita cukup reason
yang conditio sine qua non { untuk misalnya bersikap ala Perancis }
yang membanned penduduknya sendiri yang memegang kultur
busana muslimah di ruang publik i.e Sekolah Umum ?

Saya terutama bertanya ke mas Ade Kim Hook yang di Perancis
langsung dan jadi pengamat secara inheren (meskipun doi
mempromosikan pandangan eksklusif anti agama Islam),
namun saya berharap bisa belajar susatu dari dia.
Minimal tahu pemikiran orang sana (entah obyektif atau tidak)
juga saya bertanya ke mas Danardono, yg udah bertahun-tahun
di Jenewa dan udah banyak makan asam garam kehidupan.

Kenapa saya bertanya ?  Karena secara logika seorang awam
yang merupakan orang biasa saja dan hidup sehari-hari di
Indonesia, pandangan itu kok nampaknya njomplang,
kenapa hanya karena ingin menghargai diri sendiri
dan ingin dihargai orang lain, kok dengan bikin akal-akalan rendah.
Kenapa tidak percaya diri dengan kemampuan berpikir, kecerdasam
atau kewibawaan, keluesan dalam bertindak .....  [ alternatif dan cara
lain untuk dihargai dengan cara non pelacuran diri sendiri ]

2. Kalau pemikiran Carla sendiri, berpakaian terbuka di kultur
lama belum tentu sama dengan budaya berpakaian sexy lho.
Secara kultur, bagian atas tubuh bagi kebanyakan orang kita
bukan sesuatu yang memalukan.  Orang Badui dalam,
orang bali - dulu, dan banyak orang Jawa - duluuuuuu,
hampir tidak memakai pakaian bagian atas.
Juga orang Papua dan Timor.  Maks pake semacam kemben.

Karena bagi lelaki dulu, bagian yg bisa bikin nafsu naik
adalah bagian paha ke atas.  Sementara kultur nafsu naik
orang Barat adalah justru bagian dada ke atas.

Kultur baratlah yang membuat bangsa kita
jadi lebih tertutup pakaiannya.  Selanjutnya orang
lokal kota lah yang mengintrodusir budaya malu ini
ke kantong-kantong masyarakat di pedalaman.

Sama seperti budaya "menikmati hubungan seksual",
secara filosofis, masalah ini hampir tidak ada di kamus
orang jawa.  Lain dengan orang India yang punya
Kamasutra, dan orang Arab/Persia yang punya
buku sejenis [lupa namanya].    Orang China
dan Jepun juga memiliki panduan klasik
dalam hal beginian.  Orang barat juga
sepertinya baru diabad 19 saja mulai memiliki
perhatian akan masalah ini.  Pernah saya baca
di Intisari kalau penelitian tentang masalah
seksual dan reproduksi manusia justru baru
tahun 1900an, kalah duluan dengan thd
serangga, burung dan mamalia lainnya.

Jadi karena kultur dan bawaan filosofis kita
banyak yang built in memang tidak memikirkan
masalah ke-sexy-an ini, saya jadi bertanya-tanya
ide mbak Carla ttg budaya hipokrit ini relevan atau tidak ya ?

Buat orang barat atau anak muda perkotaan jaman
sekarang yang secara kulturaal beda dengan jamannya
pak Yustam atau mas Danardono mungkin ya.

Tapi apa ini relevan dengan kebanyakan orang kita ?
Jangan-jangan ini cuma introdusir gaya pergaulan kota/
budaya lain, yang sebenarnya justru merupakan hal baru bagi kita.

So, mau dibawa ke mana anak negeri ini ?

salam,
Ari Condro




----- Original Message -----
From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>

DH: Dan....masih sudi dimadu....

By the way, kalau wanita berbusana sexy ria, itu hasilnya belum tentu
pelecehan, malah sering sebaliknya, membuat pria kalang kabut, lalu
kedodoran. Dan----bersedia mengeluarkan dana seberapa banyaknya
diminta sicantik, akhirnya dompet melompong....

Si pria lalu menikahi semua yang merangsangnya, akhirnya budget
berantakan....

Si cantik lihat, abang masih ber-uang? ya abang sayang..
abang habis uang? si cantik melayang...

Gitu aja kok repott

Wanita itu tidak bodoh lho!


===
From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>

kalo dari segi kultur historis, budaya berpakaian "terbuka" or diasumsikan
sexy adalah merupaakn bagian dari budaya bgs indo, contohnya diliat dari
gambar2 yang ada di candi2, or pakaian2 adat jawa..kaum wanitanya memakai
pakaian kemben or misalnya budaya pakaian kebaya, dimana memperlihatkan
lekuk tubuh wanita secara jelas.

keindahan physical adalah bagian estetika wanita..dan seringkali pelecehan
terjadi oleh kaum pria adalah karena paradigma yang sdh rooted pada kaum
pria selama ini kalo women's body is a comodity, it's a men's property,
it's a tool to satisfied men's lustful desire..,pria jarang untuk melihat
nilai estetika from women's body..tp dari nilai comodity or nilai
seksualnya even women's is a sexual being..but to judge her body like that
i think it's not humane.. , so yg terjadi adalah pelecehan.

segala sesuatu yg sifatnya physical that referred to women's body is a
threat for men's..bcs women's body is their ultimate weakness...there's a
power in women's body.., but all this time women's has been used or badly
treated by men to satisfied their ego, many women feels unworthy, feels
ugly, cheap, low self-estem, and low self-confidence, dont appreciate her
body as her sacred thing, her most precious thing bcs they have been fooled
by the men paradigm abt her body..., in our cultural society..women has
been taught that her body is the tool of evil.., so they re not accustomed
to honour her body but get used to despise it.

if only women could realize that her body is a sacred thing, it's great to
feels sexy, and dont afraid to express her self as a free human being.

===

From: "Carla Annamarie" <[EMAIL PROTECTED]>



actually...wearing sexy and gorgeous outfit is a free choice...but perhaps
depends on the time n occasions whether they re appropriate or
unappropriate for wearing those kinda clothes..., i think if at clubs, cafe
or dinner party we saw a women wearing a sexy outfit..it's very eyecatching
n breathtaking..for guys especially...:))..
there's nothing wrong or against the law to wear a sexy outfit..i think to
feels sexy or to be sexy is women's rights...and manytimes men brought up
this thing as an argument or as an excuse to abuse women..such a
hipocrite..

===
From: <[EMAIL PROTECTED]>

pria menghargai wanita  ... yah dengan membuat wanita
sebagai komoditas  ....  dan ini pilihan wanita sendiri  ...
pria tidak pernah memaksakan hal ini  ... zaman sekarang
menjual barang tanpa menjual keindahan tubuh atau
kecantikan wanita   ..  mana mungkin sales promotion
bisa tercapai   ...  harga seorang wanita tergantung dari
berapa banyak dia akan di bayar sebagai komodity

coba lihat aja miss dunia, dengan kemolekan tubuh dan
kecantikan, mereka dapat mempromosikan parawisata
dan sedikit charity di mana untuk menutupi segi bisnis
yang ada dibelakang penampilannya  ..   ujung-ujungnya
wanita hanya sebagai bahan eksploitasi yang dilakukan
dengan cara halus maupun dengan cara kasar  ..

memang kerasnya dunia lelaki tanpa wanita rasanya
kurang sempurna  ..  karena hanya wanita yang bisa
menghibur dan menentramkan bagi seorang pria,
tapi bisa juga wanita menjadi penyebab malapetaka

untuk menggerakkan roda dunia ini dibutuhkan peran
pria dan wanita  ...   di mana wanita menjadi motivator
dan bisa juga menjadi provokator  ...  ini tergantung dari
tingkat keimanan wanita itu terhadap ajaran agamanya
sebagai moral yang mengantarkan dunia ini dalam
kehidupan yang damai  .....

kalau dulu wanita bisa telanjang, mungkin teknology
pembuatan pakaian belum semaju sekarang, tapi
jadul itu kehidupan spiritual lebih utama dibandingkan
dengan jaman sekarang, sehingga dengan kekosongan
spiritual inilah banyak terjadi tindakan-tindakan
yang tidak bermoral  ...  apalagi dengan agama yang
hanya mengandalkan percaya, tanpa bisa mencerna
kepercayaan itu sendiri  ....

salam,


===
From: "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]>

Ya, hal-hal semacam ini yang tidak bisa dipahami
oleh kita-kita yang besar dalam budaya timur
dan konteks kultur agama yang kuat.

Mbak Carla Annemarie yang pernah di LN
mungkin bisa memberi pandangan kritis
yang lebih sistematis tentang hal ini.

Kalo bisa jawaban yang cukup panjang
dan bisa mengupas lebih dalam secara budaya.
Dan bukan jawaban singkat semata
dari sisi anda secara personal.
Kalau bisa, dan ada teman lain
yang concern dan bisa menambah banyak,
diskusi ini bisa lebih fruitful.

salam,
Ari Condro






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links












------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke