Ttg barin drain ini memang ada beberapa pendapat.
Tapi saya setuju dengan pendapat i muchtarom.
Namun secara jangka pendek, brain drain ini berakibat 
menurunnya jatah beasiswa bagi Indonesia.

Berikut ini saya dapat dari milis beasiswa.

> Sayangnya, anak Indo yang dapat beasiswa suka 'ngemplang'. Ada yang 
terus jadi illegal imigrant, ada yang kabur ke negara lain dan banyak 
diantara teman-teman saya yang dari pegawai negeri balik ke Indo gak 
bisa pake ilmunya ......Cina juga maju pesat dan mulai merajai bisnis 
dan industri. Makanya saya tidak heran kalau mereka dapat jatah yang 
besar untuk beasiswa, karena memang mereka warganya rajin (ngga 
seperti masyarakat Melayu yang hobinya shopping dan foto-foto sambil 
arisan), penerima beasiswanya di dukung dan bisa mengimplementasikan 
ilmunya (tidak dihambat birokrasi kepegawaian, senioritas dll) dan 
posisi Cina sendiri yang menjadi macan Asia. 
-------------
Mau sedikit komentar soal hal ini...ada benarnya juga bahwa banyak 
mahasiswa Indonesia yang setelah dapat beasiswa, terus lihat negeri 
tuan rumah lebih enak, setelah lulus banyak yang enggan pulang. 
Berbagai cara dicoba supaya tetap tinggal dengan satu tujuan: 
memperoleh pekerjaan. Fenomena ini jarang saya lihat untuk mahasiswa 
dari negara Asia lain seperti Filipina, India, Vietnam dan Cina.

Tapi ini masalah yang sulit. Di satu sisi  bisa dipahami kalau ada 
keinginan untuk berkarir dan hidup di negara yang jelas lebih maju, 
lebih baik dan lebih enak dari Indonesia. Wajar saja kan?

Namun masalahnya adalah negara kita rugi besar karena Indonesia gak 
dapat manfaat karena orang-orang pintarnya malah gak ada di 
Indonesia. Saya juga kuatir kalau fenomena ini meningkat, para 
pemberi beasiswa akan enggan membiayai mahasiswa asal Indonesia 
karena dipikir percuma saja dibiayai kuliah tapi tidak kembali ke 
Indonesia. Adik-adik kita nanti akan kesulitan memperoleh beasiswa.

Jadinya kita rugi dua kali. Sumbangan ilmu gak ada karena orangnya di 
luar negeri semua dan jumlah beasiswa menurun. Nah, akhirnya kita 
semua juga yang rugi kan?

----- Original Message ----- 
From: "fauziah" <[EMAIL PROTECTED]>

4. China's one child policy. I found that this one is interesting. He
said that China should eliminate the policy for the following reasons:
i) it interferes too much with the human's rights. The government
should spread knowledge about family planning and pay more attention to
the women's education and health status but leave to the person to
decide how many children they want to give birth to, ii) China has
bigger capacity to support and be supported by larger inhabitants.
Taiwan has more densely population compare to that in China mainland,
but has higher per capita income, iii) Aging population is faced by
many developed countries nowadays, China will too if it continues the
policy. He predicted that if the policy is abolished, the fertility
rate in China will increase not so high but approximately to the level
of about 2.1 from currently 1.8.

5. Brain drain. He strongly recommends that developing countries will
be better off by sending more students to study abroad, even though
some of them will not return immediately. Direct returnees can
contribute immediately to the country, while late returnees considered
as accumulating their human capital which will be a good asset when
they're going home. It will also give pressure to the government to
improve internal situation so as to provide favorable environment for
new reformers to contribute to the country's development.

6. This one is from his lecture. A study shows that in India, the
returns of male workers (aged 30-55) attended english-speaking school
is double (=100% in 1990) and more than 100% (1995-2000) as compared to
whom attended non-english-speaking school (Rosenzweig). Wow...






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke