--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau kita teliti penyebab hancurnya nilai rupiah dan
> juga mata uang lainnya seperti ringgit, baht, won,
> dsb, itu tak lepas dari ulah spekulan valas George
> Soros dgn Quantum Fundnya.
> 
> Patut dicatat juga bahwa George adalah anggota
> kehormatan IMF dan punya hubungan baik dgn world bank.
> Padahal 2 organisasi tsb adalah kreditor negara2 di
> dunia dan punya data berapa jumlah hutang serta waktu
> jatuh temponya.


Maaf Bung Nizam, saya kok baru denger ya kalau Soros adalah anggota
kehormatan IMF? Anda tahu darimana? Setahu saya anggota IMF adalah
perwakilan dari 184 negara termasuk Indonesia. Stafnya juga dari 141
negara. Mungkin saya yang ketinggalan informasi? Boleh dishare?

Ini reviews pendapat Stiglitz dan Soros ttg IMF:

Stiglitz and Soros agree that the IMF's insistence on liberal rules
for global capital flows was a mistake. However, the authors arrive at
different solutions. Stiglitz's book, Globalization and Its
Discontents, advocates flexible exchange rates and neo-Keynesian
macro-economic policies. Soros's book, George Soros on Globalization,
suggests that all exchange-rate systems are inherently flawed and that
in the absence of an international lender of last resort, it is not
possible for peripheral countries to follow Keynesian domestic
policies, for they would go bankrupt. 

> 
> Dgn "insider information" macam itu, George Soros sbg
> spekulan valas dgn mudah "memainkan" mata uang negara2
> seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea, dsb. 
> 

Kalau soal data jumlah utang serta waktu jatuh tempo nggak usah tanya
Soros atau melakukan insider trading, tanya saya juga bisa kok.
Tinggal di liat di websitenya. 

> Dgn nilai yang jatuh, sementara bantuan IMF
> mensyaratkan privatisasi, maka negara2 tsb terpaksa
> mengobral murah bumn2 dan perusahaan2 ke "partner" IMF
> dan World Bank.
> 

Anda memang fans berat teori konspirasi kayaknya. Waktu IMF datang ke
Asia, kita BEBAS untuk menerima atau menolak. Siapa yg menerima?
Pemerintah kita toh. Terus kenapa IMF bisa "salah resep"?
Ya karena mereka juga tidak tau apa obatnya. Apakah kalau kita tidak
terima utang IMF saat itu kita PASTI akan lebih baik? Tidak ada yang
bisa menjamin. Setelah krisis lewat, semua analisis top baru
bermunculan. Waktu krisis? semua masih try and error.

Privatisasi itu mesti disikapi hati2 dan kasus per kasus. Tidak bisa
anti terus atau pro terus, liat konteksnya. Kayaknya di Indonesia
privatisasi lebih banyak karena nyari duwit buat nutup gap APBN. Ini
yang ironi. Saya pernah ngobrol sama salah satu direktur WB disini ttg
Indonesia, dia bilang: Indonesian government sell out your SOEs like
the hell.

Atau anda bisa membuktikan kalau Temasek ada kerjasama khusus dg IMF
dan WorldBank?

KKG teriak paling kenceng soal anti IMF pada saat dia tidak menjabat
lagi, padahal dia yg tanda tangan perpanjangan kontrak dg IMF. 

> Ya tentu saja kita tidak bisa hanya menyalahkan IMF,
> World Bank, dan George Soros. Antek2nya di sini pun
> harus ditindak tegas. Tapi tidak menyalahkan sama
> sekali IMF, World Bank, dan George Soros sama saja
> dengan "buta."
> 
> 

Soros itu bukan top financier sebenarnya. Yang jago maen di pasar uang
dan modal adalah W. Buffet. Kekayaan Soros tidak cukup menjadikannya
salah satu the richest in the world. Cuma serangan spekulasi mata uang
yg dilakukannya "pas". Ini kelemahan sistem liberalisasi keuangan di
bbrp negara. 
Kalau Indonesia melakukan proper sequencing sebelum membiarkan swasta
ngutang secara bebas dari sumber LN mereka nggak akan kejerat utang
luarbiasa waktu krisis. Dan kalau pemerintah menolak membail-out scr
membabi buta atau memberikan blanket guarantee juga mungkin gak
separah ini. Tapi sudahlah, sudah terjadi. Mau salah2an sih gampang:
sebut saja nama Pak Harto dan keluarga, Habibie, IMF, menkeu saat itu,
gub BI saat itu, pengemplang utang BLBI, dll. Selesaikah masalah?

Omong2, kalau anda sudah go-to-hell- kan IMF dan WB, trus yang terjadi
sekarang apa? Apakah kita sudah menjadi lebih baik? IMF udah keluar
lho. Toh privatisasi kita masih dibeli sama konglomerat Spore,
Malaysia, HK... I wonder how they lobbying IMF and WB.


fau 





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke