Bang Yopie:
Kalau anda bertanya apakah saya pernah di lapangan minyak, maka saya
jawab bahwa saya sudah pernah bekerja di berbagai lapangan minyak,
mulai dari Prabumulih SUmsel, Asamera bahkan hingga di Handil
Kaltim... Pernah di pertambangan emas mulai dari Freeport di Irian
hingga eksplorasi di Lhok SUkon Blang Kejeren... Pernah kerja di
pengeboran geothermal mulai dari masa jaya geothermal hingga hancurnya
proyek geothermal saya ngalami...
Jadi saya bekerja untuk berbagai perusahaan mulai dari yang sangat
profesional dengan sistem HSE yang bagus hingga perusahaan yang
'ceng-ceng-po' alias sekedar proyek 'money-laundering'....

> Makanya untuk mengubah mental adalah dengan membangun sebuah sistem dan
> mekanisme kontrol (memangnya perubahan itu datang dari langit), dimana
> publik bisa terlibat dalam proses pengontrolan tersebut. Cara-nya dengan
> membentuk satu komisi dari berbagai latar belakang disiplin ilmu (NGO,
> Akademisi, Birokrat), Komisi ini bisa bersifat permanen atau pun ad-hoc yang
> disesuaikan dengan kebutuhan. Tapi semuanya tergantung dari POLITICAL WILL
> dab GOOD WILL pemerintah untuk menyehatkan PERTAMINA.
>
DG: masalahnya apakah dengan kondisi pertamina sekarang ini akan
efektif? Artinya bisakah pertamina ini nanti mensejahterakan rakyat?
Lihatlah  berita terakhir mengenai tumpahan minyak pertamina di Jambi,
bagaimana mereka tidak profesional dalam bidang HSE mereka...Ini baru
contoh kecil mas.... Kalau mau diberikan pun sekarang, saya khawatir
sepanjang sistemnya masih kaya begini, ya malah ngabis-ngabisin duit
dan nambahin utang negara...(ujung-ujungnya pajak pendapatan dinaikkan
lagi nih...)
> 
> > Paling aman ya akhirnya seleksi alam, siapa yang efektif dan efisien,
> > akan menang... Toh yang paling penting adalah hasil ini kembali ke
> > rakyat Indonesia ya nggak? Namun rela nggak tuh kita melihat seperti
> > ini? Melihat Pertamina mati kehabisan darah karena harus bertempur
> > melawan raksasa-raksasa?
> > Makanya efisiensi dan efektifitas adalah kunci dasar untuk mengurai
> > benang ruwet perusahaan ini... (PLUS kemauan dan kemampuan berbuat
> > jujur serta rela berkorban ...walah idealis amat!)
> 
> Pendapat anda sangat ambigu, manakala disatu sisi anda menginginkan dan
> tidak rela kalau PERTAMINA mati dan kehabisan darah karena harus bertempur
> melawan maskapai-maskapai raksasa pertambangan. Sementara disisi lain anda
> tidak resisten terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan ladang-ladang
> migas Indonesia disedot maskapai-maskapai pertambangan Internasional. Untuk
> itu, pemerintah Indonesia harus segera didesak agar menjalanakan program
> industrialisasi nasional, atau yang lebih ekstrim lagi : NASIONALISASI...
> Berani kah pemerintah indonesia?
>
DG: Nasionalisasi? Yah mas, sekarang ini bukan masa BK yang demikian
mudah menasionalisasi perusahaan orang... Bayangkan anda punya sebuah
perusahaan dan anda habiskan jutaan dolar untuk investasi lalu
mendadak orang datang dan mengambil alih begitu saja? Yang bener aja?

> > APakah orang harus ke lapangan minyak untuk berbicara minyak?
> > Sebaiknya begitu, dengan demikian dia tahu 'jurus-jurus' yang harus
> > dimainkan...
> 
> Itu urusan negosiator untuk merekrut para ahli atau tekhnisi pertambangan!
> Tapi pertanyaan anda kan mengarah pada satu titik bahwa : hanya orang-orang
> yang pernah bekerja dilapangan minyak-lah yang boleh berkomentar tentang
> Migas secara umum dan Pertamina secara khusus. Saya yang tidak pernah
> bekerja dilapangan minyak tidak boleh berkomentar. Emangnya PERTAMINA milik
> nenek moyang orang-orang yang pernah bekerja dilapangan minyak?
> Ini cuplikan pertanyaan anda : Pernahkan anda bekerja di lapangan minyak?
> Kalau sudah pernahkah membandingkan antara PERTAMINA dengan perusahaan lain?
> 
DG: saya tidak melarang orang bicara mengenai migas, tetapi kalau
berpendapat mbok ya yang logis dan rasional bukan emosional dengan
alasan 'nasionalisme'...

Nasionalisme itu adalah bangga memakai produk dalam negeri sehingga
produk sendiri akan tetap terpakai... COba anda lihat berapa banyak
orang yang bangga pakai produk pertamina? Saya pakai PrimaXP untuk
kendaraan saya, malah dicemooh orang karena dia pakai Top ONe, anehnya
saat bicara mengenai nasionalisme, ialah orang yang paling
meledak-ledak bicaranya...
Kebanggaan dan nasionalisme harus diterapkan pada sesuatu yang nyata
dan memberikan kontribusi riil pada keadaan masyarakat kita...
Mengapa saya pakai inisial? SUpaya yang lain penasaran siapa sih saya ini.....
-- 
DG


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke