Bu Fauziah... Anda terlalu naif dan lugu (kayak Pemerintah Indonesia dong), saat melogika-kan bantuan dalam bentuk utang oleh IMF dan WB (untuk kasus Aceh). Emang-nya utang-utang tersebut gak harus dibayar yang kemudian menjadi senjata mereka untuk mempenetrasikan program-program-nya????
(Sembari menggeleng-gelengkan kepala....hushhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh) ----- Original Message ----- From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, June 30, 2005 2:47 PM Subject: [ppiindia] Re: Wawancara dengan John Perkins (Economic Hitman) > --- In [email protected], "Yopie Peranginangin" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > Ah berarti saya toh yang dituduh antek Amrik sama Pak Yopie. :D > > > Malas ah meladeni orang ngaco yang percaya dukun. Not worth it at all. > > > PS. Pak Yopie pernah nggak berani mengkritik policy IMF, WB dan US > > > DIDEPAN PEJABAT2NYA? I did many times, and still are doing that > until now. > > > > Momentum untuk berbicara didepan para pejabat Lembaga-Lembaga lintah > darat > > (IMF, WB dan US) tersebut tidak pernah ada. Kalau ada kesempatan, bukan > > hanya kritik yang kami lakukan tapi meminta mereka untuk > meninggalkan bumi > > Indonesia. Akhirnya, kami hanya melakukan kritik dan makian terhadap > mereka > > dijalanan saja, karena sebatas itu yang dapat kami lakukan.... > > > > Oya? Semoga kalau anda mendapatkan kesempatan itu, anda tidak > mempermalukan diri sendiri. Anda tahu kan kalau Indonesia itu salah > satu member IMF dan waktu krisis memanfaatkan haknya buat mendapatkan > talangan dana. > > Sekarang anda bilang dong ke pemerintah Indonesia: keluar dari > keanggotaan IMF dan WB. Itu lebih ampuh daripada marah berdasarkan emosi. > > Btw, kalau WB, ADB, dan US mesti jauh2 dari bumi Indonesia, kemaren > Aceh tsunami itu memang bisa ditangani kita sendiri? Jangan egois. > Mentang2 melihat sisi buruknya, anda melupakan objektivitas. > Emang anda pikir orang2 yang kerja disana cuma barisan orang tolol? > Kalau Perkins ngawur dalam memproyeksi pertumbuhan demand listrik > Indonesia, pantas saja dia masih dipuja orang2, karena lebih > berdasarkan kebencian yang mengaburkan objektivitas dan logika. > > Note: kalau anda memang membaca semua posting saya disini tentu anda > tahu kalau saya pernah tulis bahwa saya percaya bahwa persekongkolan > itu ada (makanya ada agen intelijen ditiap negara) tetapi saya tidak > langsung percaya kalau logikanya lemah sekali. > > Pergerakan kapital internasional itu tidak dipengaruhi oleh satu dua > faktor (mungkin Pak Danar yang ahli dibidang financial investment bisa > lebih pas menjelaskannya). Kalau kita pikir bahwa IMF itu adalah > semata2 kepanjangan tangan para kapitalis AS, sehingga maksa2 > privatisasi BUMN Indonesia spy bisa dicaplok mereka, kita lihat fakta: > -Indosat dibeli siapa? > -Telkom dibeli siapa? > -Satelindo dibeli siapa? > -Bank BCA dibeli siapa? Disini muncul lagi keluguan anda (bagaimana mungkin seorang intelektual punya pemikiran sedangkal ini)..... Dalam logika pergerakan Kapital Internasional dalam mekanisme pasar, setelah melakukan deregulasi dan penerapan praktek-praktek Privatisasi, maka siapa yang kuat modalnya maka dia akan berjaya. Dalam konteks ini US melalui dominasi-nya di IMF (punya 18% suara coy) disoroti perannya dalam "melibas" semua regulasi-regulasi yang menghalangi proses pergerakan Kapital. Setelah semuanya beres, silahkan bertarung!!! Geblek!!!! > Ada perusahaan AS nggak disana? It's a matter of profit orientation > mechanism. > Lagian kalau seperti kata Perkins, bahwa tujuan IMF dan WB adalah > menjeratkan negara2 miskin kedalam utang, alangkah bodohnya mereka. > Kalau saya meminjamkan uang saya ingin uang saya kembali bukan > orangnya jadi nggak bisa bayar, sampe2 nanti saya harus memberikan > diskon utang. > Kalau saya lebih kuatir akan arus globalisasi yang terlalu besar, yang > bisa mematikan pemain2 kecil (ini pernah Pak Danar dan saya bahas > disini). Tapi itu hubungannya dg perdagangan LN. Dan memang US memang > mempraktekkan beberapa unfairness policies (dan saya katakan hal ini > didepan salah satu direktur US Treasury). Tuh kan????? > Orang mengkritik itu harus memenuhi 2 kaidah sekaligus: offense and > defense. Kritik pasti bersifat offense. Nah, bisakah kita defense our > critiques? Bukan dg melingkar2 dg permainan kata2 tetapi logikanya > kosong atau malah fakta mengatakan sebaliknya. Tetapi dg argumen > cerdas sehingga yang dikritik mau mikir apa kesalahannya. > Kalau menurut saya ada hal2 yang kita perlukan dari masyarakat > internasional. Kita tidak boleh egois dan emosi buta. Karena kalau > kita bertindak tidak adil (misalnya menasionalisasi perusahaan asing > di Indonesia) pikirkan dampaknya ke bangsa Indonesia lainnya: > exportir, perajin yang menjual karyanya ke LN, WNI yang sedang di LN, > aset2 perusahaan milik Indonesia di LN, dll. Memang anda rela kalau > Pertamina dicaplok begitu saja sama Cina dan Vietnam karena "mengeruk > kekayaan alam mereka"? Rakyat Indonesia itu banyak, bukan anda sendiri. > Yang perlu diperbaiki adalah internal kita dan kepandaian melihat > kedepan. IMF sudah keluar dari Indonesia. Kalau ada perbaikan, maka > itu karena pemerintah kita melakukan hal yang benar. Kalau ada > keburukan, maka itu juga karena masih banyak yang salah didiri kita. > Memang susah melihat jerawat dimuka sendiri. Udah terbukti, bahwa negara-negara penerima dana utang IMF dan WB, tidak bisa melepaskan diri dari krisis-nya.... > > Masalahnya, banyak intelektual Indonesia yang seharusnya bekerja untuk > > kemaslahatan rakyat, tapi menjadi kaki tangan untuk melegitimasi > penetrasi > > program-program IMF, WB dan US, dengan berupaya membangun opini yang > > menyesatkan. > Dan itu contohnya saya? Hahahahaha.... > Cara anda menyimpulkan saja sudah sangat lucu... > Tapi mungkin anda ini sudah sangat pinter. > Saya yang shallow ini mesti banyak belajar nih. Emang..... mungkin anda salah orang yang diuntungkan dengan proses utang-utang LN tersebut. Karena dari berbagai perdebatan seperti ini (terutama soal utang LN), orang yang berposisi mendukung adalah para konsultan (jangan digeneralisir, karena banyak teman saya berposisi konsultan tapi memiliki daya kritis terhadap utang), pekerja diperusahaan2 asing, pemerintahan. Gak perlu dijelaskan panjang lebar tentang utang LN, ditingkat akar rumput saja sudah pada tahu bahwa setiap bayi yang lahir di Indonesia menanggung utang sebesar Rp. 7 Juta. > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

