--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Mungkin inilah hasil dari privatisasi Rumah Sakit atau
> liberalisasi sektor Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan
> diserahkan kepada swasta. Pemerintah tak perlu "ikut
> campur."
> 
> Ada uang selamat. Tak ada uang ya sudah,
> berdoalah...:)
> 

> Sesungguhnya ini adalah berita yang sangat
> menyedihkan. Kebijakan ekonomi yang salah-lah (yang
> membisniskan pelayanan kesehatan) yang menyebabkan
> banyak rakyat miskin yang meninggal karena tidak
> mendapat pelayanan kesehatan.
> 


Saya tahu anda anti privatisasi apapun. Saya juga tidak setuju
privatisasi institusi negeri terutama dibidang pendidikan dan
kesehatan. Cuma kalau setiap kasus atau mis-manajemen yg terjadi
ditimpakan pada "akibat privatisasi" tampaknya terlalu sumir. Belum
ada data yg menunjukkan bahwa ini terjadi krn RS Labuang Aji ini
diprivatisasi.

Kasus pelayanan buruk di RS (terutama RS Pemerintah) adalah cerita
lama, telah terjadi sejak zaman Pak Harto. Belasan tahun yl, saya
dalam keadaan mendesak dirujuk untuk periksa darah ke RS Hasan Sadikin
Bandung. Jumat jam 11 siang, bagian UGD dan lab tutup. Tidak ada
karyawan yg jaga di pos informasi. Zaman itu kata2 privatisasi/
liberalisasi belum terlintas sama sekali di Indonesia. Akhirnya saya
harus pergi ke RS Swasta besar. 

Bbrp tahun lalupun, saya mengunjungi RSCM buat mencari info, sekitar
satu jam disana saya mendapat kesimpulan: RS tsb masih butuh banyak
perbaikan. Itu RS terbesar di Indonesia. Saya tidak menggeneralisir
bahwa semua dokter, paramedis dan karyawannya adalah manusia kejam tak
punya hati. Banyak saya kenal dokter dan paramedis yang simpatik dan
humanis sekali. Tapi secara substansial ada yg salah dalam manajemen
antar lembaga pemerintah dalam bidang kesehatan (dan pendidikan).

Bukankah baru2 ini pemerintah menyatakan orang miskin gratis berobat
di RS? Kenapa kasus ini bisa terjadi? Kemudian mengapa dokter yg
bertugas saat itu tidak mendahulukan azas keselamatan pasien? Harus
dicari penjelasan atas pertanyaan tsb, shg bisa diketahui dimana
kelemahan penanganan kesehatan ini.

Apalagi RS Labuang Baji adalah RS Pemerintah, jadi menuding
privatisasi dalam kasus ini cuma mengaburkan masalah sesungguhnya yg
harus diselesaikan. Atau ini bagian dari kampanye anti-privatisasi?

salam,

fau






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke