--- In [email protected], "irwank2k2" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> --- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Pola hidup konsumtif harus diakhiri
> 
> Meski berat.. setoejoe.. :-)
> 
> > Berpuluh-puluh tahun kita dimanjakan dengan keberlimpahan minyak
> > bumi
> > Kita lupa bikin transportasi masal, hanya karena ingin menggenjot
> > produksi kendaraan nasional
> 
> Kita? Siapa yang diuntungkan dari berlimpahnya minyak bumi dan
> kekayaan alam Indonesia? Asing dan segelintir elit.. yang terlihat
> telah bersedekah dan kekayaannya melimpah.. tapi meninggalkan
> BUMN yang bangkrut? Dan hutang" itu harus dibayar rakyat?
> Saya rasa kebanyakan rakyat Indonesia tidak termasuk kita di atas..
> entah kalau ada yang di milis ini yang termasuk itu..

Satu lagi soal transportasi massal.. Mantan PresDir tempat saya kerja 
dulu, pernah bilang, Indonesia ini terlalu banyak mengandalkan 
(dalam bahasa sederhana) 'jalan raya untuk mobil'. 
Tapi tidak banyak membangun alternatif jalur transportasi lain. 
Siapa yang dulu senang main bikin jalan (khususnya jalan tol)?
Lagi" saya yakin, kebanyakan rakyat Indonesia cuma korban dari
kebijakan sepihak segelintir elit.. dengan atau termasuk big bos-nya..

Maaf saja, saya tidak setuju 'kita' (baca: Rakyat Indonesia) harus
menanggung kesalahan segelintir elit.. Logikanya kelompok yang sama
tidak akan membongkar keburukan yang telah terjadi.. 
Lihat saja masih banyak elit masa lalu yang hidupnya aman sejahtera.. 
Atau mungkin ini yang mereka maksudkan sebagai keadilan? 
Keadilan untuk mereka sendiri..

Mestinya keadilan untuk kepentingan publik dan keridho-an Ilahi..
Bukan hanya milik elit dan bangsawan saja..

> > Akhir-akhirnya kendaraan cuma dipakai untuk bermacet-macet ria
> > Sudah saatnya  orientasi kita ubah untuk memenuhi kebutuhan rakyat
> > banyak
> 
> Setuju..
> 
> > Sekedar solusi Busway saja sudah kita rasakan sangat membantu
> > Coba dari dulu cara berfikirnya seperti itu
> > Tak perlu lagi kita investasi sekian puluh juta untuk sebuah mobil
> > Senilai dengan sekian hektar sawah atau kolam ikan
> > Pelajaran sangat berharga
> > Jangan lagi  kita mau menghamba kepada kepentingan kapitalis
> 
> Tidak ada kata lain.. setuju..
> 
> > Yang bisanya bikin bangkrut negara
> 
> Ini yang berat.. Mengembalikan kondisi keuangan negara dari
> kebangkrutan akibat penyalahgunaan kekuasaan (korupsi, nyolong
> khususnya yang gede"an) kepada kas negara..
> Gimana bisa mulai? Lah wong sebagian besar bocor-nya karena
> penyelundupan BBM saja, yang disuruh berhemat cuma rakyat.. 
> 
> Weleh-weleh.. :-P
> 
> > Samudjo
 
Wassalam,
 
Irwan.K
> 
> ===
> > ----- Original Message -----
> > From: "Yopie Peranginangin" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: "PRMST" <[EMAIL PROTECTED]>;
> > <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>
> > Sent: Wednesday, July 20, 2005 10:12 AM
> > Subject: [ppiindia] Penghapusan (lagi) Subsidi Minyak : Farid Gaban
> > 
> > 
> > > Clear DayPenghapusan (lagi) Subsidi Minyak
> > >
> > > Farid Gaban | Pena Indonesia
> > >
> > > (Note: Artikel ini boleh dimuat di mana saja, online atau offline,
> > > secara cuma-cuma]
> > >
> > > Melalui Menteri Negara Pembangunan dan Kepala Bappenas Sri Mulyani,
> > > pemerintah mengatakan sedang menimbang penghapusan lagi subsidi
bahan
> > > bakar minyak. Salah satu argumennya adalah naiknya harga minyak di
> > > pasaran internasional, yang membuat nilai subsidi membengkak.
> > >
> > > Sekilas nampak logis menghapus subsidi dengan dalih naiknya harga
> > > minyak di pasaran internasional. Padahal, ini argumen absurd.





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke