Kalau mau baca novel yang bagus, saya rekomendasikan dua: Frederico Garcia 
Lorca: "Blood Wedding" atau Isabel Allende "The House of the Spirits" (mengenai 
revolusi di Chille).
 
Amerik sih gak nentukan bangsa kita, tapi bangsa ini sendiri dengan segala 
ulahnya. Dukungan Amerik pada perjuangan kemerdekaan Indonesia besar lho..baca 
deh archive sejarah, mBak. Juga Belanda mundur dari Irian atas tekanan Amerik.
Yang mensengsarakan Aceh siapa hayooo? Amerik?
 
Gampang cari nafkah? naaa ini yang di-coita citakan mulai pak Kromo sampai 
Sarinah dan si Marhaen..keadilan sosial bagi semua. tanpa pandang bulu..
 
Ya kan?

Salam
 
danardono
 
 


Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Masalahnya, Jakarta bakalan menjadi masyarakat yang paling 
miskin...mbah...

Otda..federasi...negara bagian...akusisi....au ah

Berandai-andai ah... dgn mencampur baurkan woku2nya GD itu,
Andai Amrik mau membuat Indonesia menjadi negara-negara bagian.
tentu yang di pilih menjadi negara bagian Amrik adalah Jayapura, 
Cepu, etc yang tanahnya kaya. Jakarta akan lenyap...he..he...

who cares? yang penting gampang cari nafkah, gampang beribadah.
Gak nasionalis? duh...itu urusan pejabat, ajarin pejabat aja ya mbah 
ya?

wis aku mo nyari segenggam nasi dulu...but...sekarung berlian...:-)))
ntar mo lanjutin baca novel 'ayat-ayat cinta' karya Habiburrahman 
untuk dibandingkan dengan 'ayat-ayat setan' karya Salman Rushdi -
semoga ia mendapatkan ampunan dariNya...:-)) 

wassalam,

--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> "Dilihat dari sudut ini cukup banyak kelompok bangsa di Indonesia 
yang mampu mengelola diri sendiri berdasarkan aset yang dimiliki. 
Jadi bukan Aceh saja. Masyarakat Papua, Kalimatan Timur, Manado, 
Yogyakarta, Bali, Riau, Maluku dan sebagainya memiliki kemampuan 
demikian dan tentunya tidak keliru jika misalnya kelak menunut 
perlakuaan yang sama dengan apa yang didapatkan Aceh. Pemerintah 
Indonesia memang harus secara bijaksana memikirkan masa depan Negara 
Kesatuan Indonesia pascapenandatanganan nota kesepahaman dengan GAM 
ini. ...."
> 
> DH: Exactly Sir! Mengapa tidak?
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
>  
> 
> 
> Ambon <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/18/o2.htm
> 
> Ancaman Federasi bagi Indonesia 
> 
> NOTA Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara pemerintah 
Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah ditandatangani di 
Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 yang lewat. Banyak pihak 
menyambut gembira kesepakatan ini sebagai sebuah upaya penyelesaian 
konflik antara pihak Indonesia dan GAM. Konflik yang telah menelan 
korban 15.000 meninggal itu dimulai sejak tahun 1976 ketika Hasan 
Tiro memproklamasikan Gerakan Aceh Merdeka sebagai sebuah bentuk 
perlawanan terhadap pemerintah Indonesia. Salah satu alasan yang 
memunculkan pemberontakan ini adalah ketidakpuasannya terhadap 
pembagian kekayaan alam Aceh. Rakyat Aceh tetap miskin di tengah 
begitu kaya rayanya alam yang dimiliki. Penandatanganan kesepahaman 
diharapkan akan menjadi tonggak awal untuk mengakhiri konflik di 
tanah  rencong tersebut.
> 
> Dilihat dari perjanjian Helsinki itu, apa yang diberikan kepada 
Aceh amat mirip dengan apa yang disebut sebagai negara federal. 
Secara garis besar boleh dikatakan bahwa Aceh hanya akan 
menggantungkan kebijakannya kepada pusat (Jakarta) pada empat hal, 
yakni masalah politik luar negeri, keuangan, pertahanan nasional, 
serta kekuasaan kehakiman dan kebebasan beragama. 
> 
> Di luar hal tersebut, Aceh mendapat dominasi dalam kebijakan. Aceh 
bebas mengelola pelabuhan dan boleh menentukan tingkat bunga bank 
tersendiri, berbeda dengan apa yang berlaku secara umum di 
Indonesia. Jika ada perjanjian internasional yang dibuat Indonesia 
yang menyangkut Aceh, perjanjian tersebut harus melakukan konsultasi 
dan persetujuan dari legislatif Aceh. Sebanyak 70 persen dari 
kekayaan alam akan dinikmati oleh masyarakat Aceh. 
> 
> Seperti yang telah ramai dibicarakan, bahwa partai politik lokal 
akan diberikan izin di daerah ini, meski harus melakukan revisi 
terlebih dulu terhadap undang-undang otonomi khusus yang diberikan 
kepada Aceh.
> 
> Dengan  melihat rincian nota kesepahaman itu, masuk akal jika 
sebelumnya tokoh-tokoh nasionalis dari PDI Perjuangan dan Gus Dur 
menuntut agar isi nota kesepahaman itu dibuka kepada publik. 
Maksudnya tentu agar isi perjanjian bisa diperdebatkan umum sebelum 
ditandatangani demi tidak meninggalkan perdebatan sisa kelak. 
Tetapi, apa yang dikhawatirkan oleh kelompok nasionalis itu justru 
akan menjadi kekhawatiran Indonesia di masa mendatang.
> 
> Dari sudut komunikasi politik, tema kontroversial "negara federal 
dalam negara kesatuan" kemungkinan besar akan berembus di masa 
depan. Komunikasi politik mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam 
kancah politik Indonesia  karena isu politik masa kini bukan saja 
menjadi santapan para pembicara, tetapi sudah menjadi santapan 
warung dengan perantara media televisi (Contohnya: kemenangan Susilo 
Bambang Yudhoyono, tidak lepas dari fenomena ini). 
> 
> Dalam kasus Aceh, komunikasi politik itu akan berpusat pada 
pemberian status yang mirip negara federasi tersebut.  Dengan 
memakai metode propaganda, relatif mudah mengembuskan isu 
ketidakadilan ini demi mengganggu stabilitas nasional.  Pada titik 
inilah bahaya besar akan menghadang Negara Kesatuan Indonesia di 
masa depan.
> 
> Dari sudut ketatanegaraan, munculnya model negara federasi  
sebenarnya disebabkan oleh rasa kepercayaan diri kelompok bangsa 
(sebuah entitas yang mempunyai rakyat dengan ciri-ciri tersendiri 
dan kesepakatan bersama) untuk mengelola diri berdasarkan aset 
politik, sosial, budaya dan ekonomi yang dimiliki. Tentu saja aset 
yang dimiliki itu dipandang cukup untuk menopang administrasi 
kelompok bangsa tersebut. Mereka, berdasarkan perjanjian tertentu, 
hanya bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah pusat pada 
bidang  keuangan, politik luar negeri dan pertahanan. Aceh berani 
menuntut kemerdekaan (dan kemudian mendapat model yang mirip 
federasi melalui Perjanjian Helsinki), tidak lain karena mereka 
mempunyai aset yang kuat dan kaya.
> 
> Dilihat dari sudut ini cukup banyak kelompok bangsa di Indonesia 
yang mampu mengelola diri sendiri berdasarkan aset yang dimiliki. 
Jadi bukan Aceh saja. Masyarakat Papua, Kalimatan Timur, Manado, 
Yogyakarta, Bali, Riau, Maluku dan sebagainya memiliki kemampuan 
demikian dan tentunya tidak keliru jika misalnya kelak menunut 
perlakuaan yang sama dengan apa yang didapatkan Aceh. Pemerintah 
Indonesia memang harus secara bijaksana memikirkan masa depan Negara 
Kesatuan Indonesia pascapenandatanganan nota kesepahaman dengan GAM 
ini.  
> 
> * GPB Suka Arjawa
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS 
> Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity 
Indonesian 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
**************
>  
> It is wrong to think that misfortunes come from the east or from 
the west; 
> they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to 
guard against 
> misfortunes from the external world and leave the inner mind 
uncontrolled.
> 
> Sidharta Gautama
> 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS 
Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h8jv075/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124375609/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke