--- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > 1) LD: > waduh..konteksnya dah lain lagi nih? Saya hanya ingin mengatakan > bahwa ada satu kitab suci yang sudah mencakup seluruh petunjuk yang > diperlukan manusia utk hidup. Ada ilmu hukum, ada ilmu kasih sayang, ada ilmu moral, ada ilmu astronomi, ada ilmu falak, ada ilmu biologi etc-meski semua dalam garis besar. Detailnya tugas manusia yang > nemuin. > > DH: Lengkap tidaknya satu Kitab Suci satu agama, tak relevant bagi pemeluk agama lain, karena tak akan dijadikan panutan. Jerman mempunyai perngkat perundangan yang lebih hebat dari kita, tetapi tak satu pasalpun Hukum Jerman berlaku bagi RI.
LD: soal relevant or tidak itu lain urusan. Tapi betulkan kalo dibanding Bible, AlQur'an itu lebih lengkap. Gitu aja kok Mbah...:-) > > 2) LD:> > Kalo hukum-hukum dan ilmu2 itu kemudian malah dipergunakan oleh > orang non-Islam, itu kan salah orang Islamnya sendiri kan? > > DH: Hukum sebagi idea mungkin saja meresap dalam lingkungan lain, namun tidak sebagai akidah. Juga umat Islam di Indonesia menggunakan via Hukum Perdata dan Hukum Pidana kita, idea Eropa. Pencipta Hukum yang kita pakai adalah Prof.Dr. Mr. Apeldoorn. nah, hukum Belanda ini, mendapat inspirasi dari Hukum yang lebih tua, yakni Hukum Romawi. LD: Saya kira sekali lagi perbedaannya adalah umat Kristen menganggap agama cuma sekedar akidah. Tapi tidak dengan umat Islam, agama bukan hanya sekedar akidah. > > 3)LD: Kalo membanding agama dengan manusianya, lalu mengeneralisir itu kebablasan namanya. Anggap lah Amerika maju, teratur..apa karena > mereka beragama Kristen? Saya kira malah mereka sudah cuek akan > agama Kristen karena kebanyakan mereka atheis or agnostic. Mereka > sudah pernah mengalami Abad Kegelapan. > > DH: Manusia Eropa dan Amerika yang berhasil cemerlang membangun tatakemasyarakat yang sangat teratur, memakai azas Hukum agama mereka, ditambah dengan idea falsafah sebelumnya, sejak Socrates. Mungkinkah kemakmuran yang adalah rakmat Ilahi terjadi tanpa ridhaNya? LD: Its oke. Azas hukum agama Kristen yang mana yang dipakai oleh Amerika dan Eropah? Wong agama cuma dianggap akidah saja kan? > DH: > Bagaimana dengan negara negara yang mengaku mengikuti ajaran tauhid, tetapi malang melintang dalam membangun masyarakat yang tertata rapi? Kesalahan mereka atau Ilahi menghukum mereka? LD: Jelas kesalahan mereka, manusianya...:-) > > 4) LD: Misalnya lagi, kalo di Amerika ada hukum waris, tentunya itu tidak berdasarkan Bible kan? > karena Bible tidak bicara soal hukum tsb. Jadi, Amerika belajar dari pengalaman hidup mereka dalam menentukan hukum waris. padahl 14 abad yang lalu AlQur'an sudah mengajarkan soal hukum waris. Begitu juga > hukum perceraian. Bible tak mengatur, sehingga orang amrik > membuatnya sendiri lagi tanpa bimbingan Bible. Berdasarkan itu > sebetulnya Amrik itu islami(mengikuti ajaran islam). > > DH: Masyarakat Amerika tereutama Bapak bapak mereka, Thomas Jefferson dll, belum pernah memegang Kuran ditangan, jadi tak mungkin menterapkan Hukum Islam. Prinsip hukum waris dalam hukum perdata sudah dikenal dalam Hukum Germania dan Hukum Romawi, sebelum ada sentuhan dengan kebudaayn Islam di Eropa. Hukum Romawi dan Hukum Germasnia sudah berlaku SEBELUM KRitus lahir, jadi jauh sebelum nabi Muhammad mengajar. Jangan lupa pengaruh falsafah Yunani dan Romawi dalam masyarakat Barat. LD: Its oke. Bukan berdasarkan Bible kan? > > 5) LD: Ada ungkapan yang saya dengar dari seorang teman, "kalau orang Kristen meninggalkan Bible dia akan maju, tapi kalo orang Islam meninggalkan AlQur'an dia akan tertinggal". Pertanyaan bagi saya adalah "bagaimana kalau umat Kristen mengikuti AlQur'an?"..:-) > > DH: Apakah Indonesia sejak proklamasi meninggalkan Quran? Kok tambah kacau balau? Saudi Arabia, Persatuan Emirat sangat maju dan tertata rapi, berkat minyak dan gas bumi. Negara negara Islam lainna, SEMUA kocar kacir. Semua meninggalkan Islam? Umat Kristen takkan mengikuti Al Quran, simply karena ini bukan acuan dan panutan. Dan masyarakat Kristiani berhasil membangun masyarakat yang tertata rapi, sehingga tak perlu mencari panutan lain? Untuk apa? > > Bahkan umat Islam di Eropa, sudah tak lagi seperti di-negara negara asal mereka. Lebanon, Iran, Irak, Turki, Mesir, Yordania. Dikantor kami dan dimana saya jumpa, mereka TAK sholat 5 waktu, TIDAK naik haji, banyak yang menanggalkan jikbab (generasi kedua dan ketiga). Monggo silakan saksikan disini. mBak. LD: Itu terserah mereka. Ini hal wajar saja. Gak bisa disalahkan agama or kitab sucinya toh? Nampaknya negara (yang dianggap Kristen) mengikuti garis-garis besar AlQur'an dalam hidup bernegara/bersosial ketimbang banyak negara (yang dianggap Islam) itu sendiri. > > 6) LD: Pilihan kita cuma "yes" or "no". Bukan "yes", "or", dan "no". > Plihan kita cuma Indonesia or negara lain? > Pilihan kita cuma berwarna or tidak berwarna? > Pilihan kita cuma benar or salah? > > > DH: pilihan kita adalah negara yang carut marut, ataukah masyarakat Civil Society dimana negara dan bangsa menjadi makmur dan tak tertinggal. Negara yang bersatu kukuh, atau ter-kotak kotak dalam agama agama. Melompat maju dalam IPTEK atau ter-seok seok meributkan akidah. LD: Nah kan...:_)) pilihannya cuma a) or b)..cuma hitam or putih. yang salah or yang benar. Itu yg saya maksud...:-))) > > 7) LD: > Mbah, jangan menghubungkan kekafiran dengan negara. Kekafiran itu > berhubungan dengan negara akhirat disana itu. Kekafiran gak ada > hubungannya dgn negara kesatuan NKRI (spt kata Mbah dipostingan > terdahulu). > > DH: Kalau ini benar, maka tak layak kata kafir atau non kafir muncul dalam hidup bernegara. Tak layak memojokkan kelompok anak bangsa dalam kafir atau bukan. LD: Lah memang bukan dalam hal hidup bernegara kan? Ini bukan soal mojokin or gak...ha..ha...merasa terpojok kah? sorry deh.... Saya kan dah jelasin apa arti kafir dalam literatur Islam. Jadi, pahami lah itu, biar gak mudah terpojok. > > 8) LD:Mbah, rahmat Allah bukan hanya diukur dengan materi saja semisal mudah cari nafkah saja. Kalau hati bisa merasa merdeka, itu suatu rahmat pula meski negara terjajah...:-). > > DH: Tetapi: kehancuran kita BUKAN karena kita saleh dan taat pada Ilahi, namun justeru karena bangsa kita tak menjalankan ajaran dharma dalam berperilaku luhur, yang diajarkan dalam TIAP agama. Materie bukan ukuran rakhmat Ilahi, namun, Ilahi mengkaruniakan nalar untuk membangun tata kehidupan yang rapi, yang kalau diikuti 1000% akan membawa kemakmuran. Tak ada satu negara makmur di Uni Eropa yang tertata rapi karena melawan kehendak Ilahi. LD: Mbah, diatas mbah menghubungkan materi yg sbg ukuran rahmat ilahi. Lalu dengan kata 'namun' menyambungnya dengan ilahi, bukan dengan 'rahmat ilahi'. Ini menjadikan dua hal yg tak berhubungan dipaksa berhubungan. Kalo soal Ilahi yang mengkaruniakan anu dan anu, kita juga dah ngerti. DH: > > Sebaliknya, negara negara beragama banyak yang carut marut, karena selain beribadat tak ada yang mereka lakukan, untuk mentata rapi masyarakatnya. Mau contoh? LD: Ini dah jelas. Agama cuma dijadikan simbol. Manusianya bebel. > > Salam > > > > danardono ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h31c4m6/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124460347/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project </a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

