DH:Lha iya toh gak apa apa kan? Jepang juga anggap Kitab 
Tripitaka hanya akidah, Eropa juga, tapi berhasil 
membangunmasyarakat manusia yang manusiawi kan?

LD: soal membangun masyarakat manusia yang materi, gak bisa 
dihuungkan dg akidah dong, mbah?

DH:   Disini menurut saya ada terdapat kekeliruan konklusi. Mengapa?
 
1) Membangun masyarakat adalah karya besar yang mencakup semua aspek, tidak 
saja materie, namun juga rohani. Masyarakat yang tertata, adalah masyarakat 
yang mempunyai mental tertata: disiplin, patuh hukum, solidaritas sosial, 
kritis terhadap penguasa, dan banyak lagi lainnya. Ini adalah ciri ciri 
masyarakat masyarakat yang sudah tertata. Ini semua adalah masalah mental, 
rohani, yang tak ada hubungannya dengan kekayaan materie. Warga Swiss yang 
patuh adalah dari yang milyarder sampai yang rakyat biasa.
 
Tidak meludah dijalan, tak membuang sampah atau puntung rokok, disiplin dalam 
antrean bus, tram ataupun underground, bukanlah buah kekayaan.
 
Semua yang keluar dari bathin kita, adalah sisi yang terpancari oleh akidah. 
Tentu saja, tak semua peraturan agama di Barat, dilakukan dalam kehidupan 
se-hari hari dalam masyarakat madani ini, karena mereka sudah mulai kritis, 
untuk melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam kehidupan se-hari hari, 
apalagi kalau warga berbagai budaya dan agama hidup bersama.
 
2) Akidah, seperti yang mBak Lina selalu tegaskan, terutama adalah terdiri dari 
peraturan rinci, yang mengatur kehidupan se-hari hari. Kalau warga atau umat 
agama tertentu yang memiliki peraturan rinci secara baik dan ketat, maka tak 
mungkinlah timbul masyarakat yang carut marut, seperti Indonesia, ataupun 
banyak lagi yang lain: Mesir, Tunisia, Marokko, Bangla Desh, Pakistan.
 
Jadi, tak mungkin, tak mencari dampak kehidupan akidah dalam kehidupan se-hari 
hari. Kalau tak ada dampaknya samasekali, maka adalah yang something wrong 
disini.

3) Seperti kita ketahui bersama, setiap agama mempunyai dua aspekt: vertikal 
dan horizontal. Vertikal, yang mengatur hubungan makhluk dengan sang Khalik, 
ini memang sangat individual. masing masing mempunyai pengalaman spiritual 
sendiri. Horizontal, mengatur kehidupan mahkluk satu dan yang lain, dipancari 
oleh norma norma yang ditetapkan dalam akidah. Jangan mencuri, dll.
 
Dari aspekt ini saja, sudah pantaslah, kita menyaksikan apa kiranya dampak 
suatu akidah bagi masyarakat yang mengamalkannya.
 
Sebuah peringkat peraturan negara, misalnya, sebaik apapun, tak akan banyak 
manfaatnya bagi manusia selama, tak ada aturan yang dipatuhi. Kita tak mungkin, 
disatu pihak, membuang muka atas ke-carutmarutan berkat tak ditaatinya sang 
peraturan, dan sekaligus menyanyikan lagu lagu pujian bagi sang peraturan, yang 
ah begitu lengkap dan indah.
 
Kalahkah mutu peringkat peraturan RI dibandingkan Singapura? Mungkin ia mungkin 
tidak, tetapi dampak yang nyata adalah beda antara langit dan bumi, antara 
tatakemasyarakatan dan tingkat Civil Society antara masyarakat kedua negara ini.
 
Manusia barulah bernilai dimata sesama,selama ia mampu memanusiakan manusia. 
jadi, letaknya pada sang manusia.
 
Salam
 
Danardono


Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 1) LD:LD: soal relevant or tidak itu lain urusan. Tapi betulkan 
kalo 
> dibanding Bible, AlQur'an itu lebih lengkap. Gitu aja kok Mbah...:-
)
> 
> DH: wah gak pernah bandingkan tuh? Lha wong mangga sama nanas mau 
dibandingkan, yang satu banyak vitamin anu, yang lain banyak vitamin 
lain..dst ha ha ha

LD: Kitab suci (yang dibaca) gak bisa dibandingken dgn buah (yang 
dimakan) dong, mbah? salah analoginya. Kebiasaan beranalogi sih ya?
>  
> 2) LD: LD:
> Saya kira sekali lagi perbedaannya adalah umat Kristen menganggap 
> agama cuma sekedar akidah. Tapi tidak dengan umat Islam, agama 
bukan hanya sekedar akidah.
>  
> DH: Lha iya toh gak apa apa kan? Jepang juga anggap Kitab 
Tripitaka hanya akidah, Eropa juga, tapi berhasil 
membangunmasyarakat manusia yang manusiawi kan?

LD: soal membangun masyarakat manusia yang materi, gak bisa 
dihuungkan dg akidah dong, mbah?

DH:
> 
> Kha kalau umat Islam anggap agama bukan sekedar akidah, lalu 
hasilnya dalam hidup yang nyata ini apa? Pemerintah RI dan GAM 
anggap agama bukanhanya akidah, lha ya tetap gontok gontokkan, lalu 
didamaikan oleh negara Kristiani.. ha ha

LD: Ini bukan soal akidah pula.

> 3)LD: Its oke. Azas hukum agama Kristen yang mana yang dipakai 
oleh > Amerika dan Eropah? Wong agama cuma dianggap akidah saja kan? 
> 
> DH: Lha ya ada lahh. Misalnya prinsip humanisme, tak ada rajam 
rajaman. Polygami dilarang. dan banyak lagi yang lain. Tapi yang tak 
praktikable juga dibuang. Misalnya larangan bercerai, lha wong ini 
kenyataan kok? 

Humanisme itu bukan hukum agama Kristen saja. Memang tak ada rajam 
di Amerika or di Europe, apa mereka tidak punya hukuman bagi para 
penjahat2 atau tawanan perang, misalnya. Apa itu tidak bertentangan 
dengan Bible yang penuh cinta kasih?. Soal cerai, bagaimana Amerika 
harus mengatur hukum perceraian (yg dilarang kitab sucinya). Kalo 
kemudian Amerika harus mengaturnya bukankah bertentangan dengan 
Bible?. Nyatanya, apa yang dilakukan oleh Amerika dalam menjabarkan 
hukumnya sesuai dengan garis-garis AlQur'an.
> 
> 4) LD:Its oke. Bukan berdasarkan Bible kan? 
> DH: Ja nggaklah, lha wong negara negara maju semua sekular kok,. 
masa bawa bawa Kitab Suci?

LD: Makanya, negara2 tsb maju karena mereka meninggalkan agama 
Kristennya. 
  
> 5) LD: LD: Itu terserah mereka. Ini hal wajar saja. Gak bisa 
disalahkan> agama or kitab sucinya toh? Nampaknya negara (yang 
dianggap Kristen) mengikuti garis-garis besar AlQur'an dalam hidup 
bernegara/bersosial> ketimbang banyak negara (yang dianggap Islam) 
itu sendiri.
> 
> DH: gimana kalau bangsa bangsa Ilam, misalnya Indosia, les ama 
bangsa Barat bagaimana mempraktekkan Islam?  Yuhuuu

LD: Memang harus begitu. Belajar ke negeri Cinapun oke.

> 6) LD: LD: Lah memang bukan dalam hal hidup bernegara kan? Ini 
bukan soal mojokin or gak...ha..ha...merasa terpojok kah? sorry 
deh....> Saya kan dah jelasin apa arti kafir dalam literatur Islam. 
Jadi, > pahami lah itu, biar gak mudah terpojok.
> 
> DH: ha ha ha, saya mah gak rasa dipojokkan, tapi saudara saudara 
yang Ahmadyah kok malah diubrak abrik?

LD: lGood kalo gak terpojok. lah kenapa jadi keahmadiyah larinya? 
Toh saya orang yang tidak setuju kalo ahmadiyah di obrak-abrik dgn 
cara anarkhis gitu!
>  
> OK mBak, met akhir minggu ya?
>  
> salam
>  
> danardono

wassalam,






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hdonnqc/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124535017/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke