Dan kenapa di Jaman belanda di kapling kapling gitu ?  Pertama buat
menanamkan kebencian antar etnis.  Yang kedua, setelah kebencian tertanam,
jelas dong , gampang terjadi tawuran, orang belanda juga maales lah ngurusin
tawuran doang.

So, kalo engkong nizami pengen main mayoritas mayoritasan, lihat dulu dua
poin diatas.  Dan perlu diingat, dalam bangsa yang sudah merdeka, dan
seharusnya tidak mengenal sekat antar suku/etnis/agama ini, pikiran untuk
berkapling ria dan enonjolkan mayoritas minoritas ini adalah pikiran dari
anak bangsa yang "tidak dewasa".  Mosok pengennya dijajah ala Belanda ?
yang beenr aja.  Hari gini, gitu lho .....


salam,
Ari Condro

----- Original Message -----
From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>

Dizaman Belanda lebih bagus kali ya? Kota di-bagi bagi, jadi penduduk
dan tempat ibadah cocok gitu lho. Yang orang Eropa di Menteng dan
Jakarta pusat, disana orang ke gereja, antara lain kathedral. Ada
pecinan, banyak kuil, ada tempat orang India, juga ada kuil.

Lalu kampung Melayu, na banyak mesjid, langgar.Dsb. Ada juga kampung
Arab, juga ada mesjidnya. Lalu kampung Jawa, ada mesjid ada gereja.
Kampung Ambon, lagi lagi gereja.

Ayo siap siap deh, minggir dari kampung dimana kita bukan Mayo, kayak
orang Yahudi minggir dari Gaza stripes.

Terus dikasih pagar, dan malam hari ditutup, agar gak jadi tawuran,
atau kedatangan FPI.

Nanti elang kecil datang, lalu tanya. "kamu MUI?"

Mas Nizami dan saya kalau ngobrol lewat pagar, satu disini satu
disana. Mas Ari gak tahu deh dimana, punya pagar sendiri.

Hallo mas mas dan Mbak mbak...lambaian tangan lewat pagar

Salam

Danardono

===
Haiyaaa, ide besarnya tuh, agama saya tetap paling benar menurut saya, namun
orang bisa punya keyakinan lain yang berbeda yang menurut dia benar, dan
mengakui bahwa kalo orang lain menganggap agamanya sendiri paling benar ya
monggo, silakan.  dan karena itu, saya punya agama saya sendiri, dan saya
beribadah mendurut tuntunan kepercayaan itu, orang lain pun beribadah
menurut tatacara yang dia yakini kebenarannya.  Paling paling kita cuma
sharing, yang saya anggap benar itu seperti ini, dan beginilah saya
melakukannya.  Kepercayaan yang sifatnya individu, dan menginternalisasi
pada tiap individu ini, ya batasannya ketika berhubungan dengan orang lain,
adalah masalah muamalah, masalah publik.  Yang dibatasi, misalnya, jangan
sampai merugikan orang lain.

Nah, SKB yang netral itu ternyata dilapangan dipelintir dengan ketidaksukan
kita pada golongan lain, dengan premis premis, china, kristen, lebih kaya,
kristenisasi dan sebagainya.  Makanya ketika orang agama lain mau bikin
tempat ibadah, ijinnya susah banget keluarnya.  Malah main menertibkan
bangunan dengan main tangan sendiri.  Ujungnya jadi anarki.  Himbauan untuk
mengambil jalan damai, tidak diperhatikan ?  Buat apa, wong aparat aja udah
ketakutan kok, lanjut terus, bleh  :))  Hantam, gitu kali yang ada di
pikirannya.

Yang salah siapa kalo gitu di sini ?  Ya orang orang yang menjalankan sistem
itu, yang karena punya premis minor pada kalangan tertentu, menggunakan
posisi sebagai mayoritas untuk menghalang halangi orang lain beribadah.
Beribadah gitu lho ....  :(  Iya kalo bikin latihan militer, silakan dech
dipublish gede gedean dan dilaporkan aparat.  Nah, yang suka bikin latihan
militer dan pengen bikin laskar ini siapa ?  Ya, justru dari umat Islam toh
selama ini ?

Kalo lagi gini saya mikir, biar orang kita pikirannya lebih terbuka, harus
mengambil jalan Nabi, banyak mengembara, pergi ke banyak negeri lain,
mengambil pelajaran dan hikmah dari perjalanan.  Dengan sistem yang menolak
dwi kewarganegaraan, dan orang Islam yang emoh ngejar beasiswa karena takut
dikristenisasi, ya jelas aja memperluas wacana ini jadi susah dilakukan.
Mosok mengembaranya dengan cara jadi TKI, ya gak dapat pencerahan lah.
Minimal di tempat yang bikin kita jadi minoritas dan harus survival, tapi
sempat mengamati dan merenung.  Makanya dari sekian banyak lokasi TKI,
Saudi, Kuwait, Qatar, Singapore, Hongkong dan Taiwan, FLP yang membernya
mayoritas TKI justru timbul pertama kali di Hongkong.  Dan wacana yang
mereka tulis, mencerahkan dalam porsi mereka.

salam,
Ari Condro






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke