Iya mas Nug. Memang ada penyempitan makna sekarang ini. Andaikan kita ikutin makna yang sudah dipersempit ini yaitu makna ulama=agamawan, maka tradisi berbeda pendapat itupun nyatanya tak bisa dipungkiri kok. Saya pikir tidak ada yang mau meminggirkan utk berbeda pendapat. Bedanya, kalo ulama saleh itu berbeda pendapat mereka tetap sopan santun dan tidak memaksa (mungkin krn mrk tidak ikut berpolitik?). Kalau diwilayah pribadi,"masing2 kamu adalah pemimpin" itu oke krn masing2 kita memang akan bertangg-jwb sendiri2, tapi kembali lagi kalau sudah kembali ke wilayah publik (negara), gimana mungkin?
Saya setuju kalau memang akhirnya semua kembali kepada masyarakat untuk mengakui keahliannya atau tidak. Dalam arti yang sempit ulama=agamawan, maka masyarakat harus bisa menilai apakah ulama A tersebut seorang ulama yang saleh? harus kenal latar belakangnya, harus tau apakah ilmunya cukup memadai untuk mempelajari AlQur'an? Dan itu bukan sembarang orang, khususnya para fuqaha. Jadi, intinya yang saya mau utarakan adalah di wilayah mana Islam itu mau diletakkan? Kalau dalam wilayah pribadi sudah jelas. Namun menjadi rada pelik bila dah masuk ke wilayah publik karena harus menyentuh kesegala lapisan masyarakat yang multi. Jadi harus pandai- pandai memilih, hukum mana yang mau diterapkan disituasi A, B or C. Soal "otoritas mewakili Tuhan", ada yang saya setujui dan ada yang tidak, bergantung apa maksudnya otoritas Tuhan itu? wassalam, --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > At 04:23 AM 9/16/05 +0000, you wrote: > >Mas Nug, menyoalkan "otoritas mewakili Tuhan"..Kalo diwilayah pribadi, > >okelah masing2 pribadi punya otoritas mewakili Tuhan...:-) bagi > >dirinya sendiri... > > > >Kalo di wilayah publik (apalagi formal), siapa yang lebih berhak punya > >otoritas mewakili Tuhan , dalam arti mengajarkan agama (ajaran > >Tuhan?), pimpinan tukang bajaj? pimpinan juru masak, pimpinan > >pertamina? pimpinan pariwisata? pimpinan dokter? Kalo menurut saya sih > >wajar aja kalo pimpinan agama (ulama) mempunyai otoritas mewakili > >Tuhan...tapi buat saya pribadi mengutamakan pada ulama-ulama (pimpinan > >agama) yang saleh.... > =========== > > lo mbak, islam kan tak mengenal otoritas yang > mewakili tuhan.....? "masing-masing kamu adalah pemimpin..." > > ulama adalah bentuk jamak dari alim = orang yang berilmu.... > zaman peradaban islam jaya, ahli astronomi disebut > seorang alim, ahli kimia juga seorang alim, ahli filsafat > juga seorang alim, dst.... dan diantara para alim, biasa > terjadi perbedaan pendapat bahkan debat yang keras..... > itu tradisi intelektual yang tak akan hilang sepanjang > masa..... karena dari benturan pemikiran lahirlah pemikiran > baru yang lebih maju..... > > jangan kaget juga, para alim/ulama pada masa itu juga > bisa terdiri dari orang kristen dan yahudi, bila mereka > memang menguasai cabang ilmu pengetahuan tertentu....... > > zaman sekarang istilah itu mengalami penyempitan makna, > alim/ulama hanya tinggal berarti seorang yang menguasai > ilmu agama..... dan tradisi untuk biasa berbeda pendapat, > semakin terpinggirkan..... > > > > >Saya yakin ulama shaleh (semacam Imam mazhab)tidak merasa dirinya > >mempunyai otoritas mewakili Tuhan, kalimat "otoritas mewakili Tuhan" > >hanya dipakai oleh orang2 yang membenci ulama (kenyataannya emang > >banyak ulama gadungan) atau kepada ulama yang berseberangan pendapat > >dengan org yg mengatakan kalimat tsb. Ulama shaleh hanya merasa > >mempunyai kewajiban utk amar makruf nahi munkar. > > > >wassalam, > ============= > > saya tentu juga menghormati pendapat alim/ulama (ahli agama) > yang benar-benar mumpuni..... dan predikat alim/cendekiawan > itu tak ada ijazah/sekolahnya..... dia adalah pengakuan dari > masyarakat..... > > jadi terpulang pada masyarakat untuk mengakui keahliannya > atau tidak kan.....? > > salam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

