Lina: Begini Mbak Tylla yang cerdas, Menurut pemikrian saya yang namanya feminisme itu asalnya dari Barat. Meski kemudian ada Fatima Mernisi dllnya, saya yakin mereka dapat bersuara soal feminisme karena pengaruh barat ato sudah mendapat pendidikan barat. Its real good. Itulah gunanya ada Barat dan Timur...:-)biar saling kenal.
#Tylla : mbak, kodifikasi teori feminisme itu sih emang sejarahnya dari barat.tanggal tahun bulan pastinya saya nggak tau sih, tapi kalu ide feminisme itu justru udah ada sejak zaman dahulu kala. Kalau mbak baca tuisan di Link yang saya recomend, mbak pasti bisa nangkep bahwa basically,Aisyah RA itu feminis lho..he he he..karena pada intinya, definisi feminisme itu adalah kesaran bahwa di dunia ini ada penindasan gender, dan dari kesadaran itu, lahir aksi untuk mengatasi penindasan tersebut.jadi sebenernya , ribuan tahun seblum lahir pengetahuan modern yang membidani kata 'feminisme', dalam epos Mahabarata , Ramayana dan wayang purwa, udah ada kok, ide ide feminis yang muncul..seperti protesnya dewi Uma sama Batara Siwa karena dia mau dipologami, akhirnya dia dikutuk jadi reksasi bernama batari durga..Perlawanan itu merupakan bentuk aksi feminime dari penindasan patriarkis.., itu menurut pendapat saya..he he he.. Lina: Saya kira Aisyah RA, bukan yang saya maksudkan dengan feminis dalam konteks diskusi ini. Karena "feminisme" yg dibicarakan kini lahir disebabkan adanya ketidak adilan yang dirasakan wanita krn `male dominated society', saya rasa Aisyah tidak pernah merasa diperlakukan tidak adil (ditindas) dalam peran sosialnya sehingga dia harus memberontak dan membuat gerakan feminisme. Aisyah memang terkenal istri yang pintar, daya ingatnya akan hadist sangat luar biasa. Kalau semua rasa tidak diperlakukan adil (meski dalam urusan pribadi) dijadikan suatu alasan gerekan feminisme, menjadi blur lah arti feminisme itu sendiri. Masing-masing Ummu Mukminin punya kelebihan yang bisa dijadikan contoh feminis spt yang dimaksud kan mbak Tylla. Semisal: feminis St. Khadijah, Fatimah Azzahra, Ummu Salamah, dllÂ…:-) #################### Pengutak-atikan hukum Islam, yang dimaksud mba Tylla diatas, buat saya memang harus selama bukan mengutak atik ayat AlQur'an. Maksute mengutak tafsir(pun) buat saya oke selama yang ngutak-ngatik orang yang berkompetent. Jadi bukan nafsi-nafsinya sendiri. ****************** # Tylla : Mbak, para Feminis yang ngutak ngatik hukum islam itu juga kompeten kok..mereka ngerti qur'an..mereka ngerti hadist..mereka belajar bahasa arab, mereka belajar tafsir..he he..jadi saya rasa, ggak adil kalu kita berprasangka bahwa perempuan perempuan yang 'ngutak ngatik' hukum islam itu nggak kompeten. Lina: Bisa kasih referensi ke saya siapa muffatsir wanita yang menurut mbak Tylla berkompeten tsb? Saya bener2 tidak tahu. Kalau yang dimaksud Fatima Mernisi (Maroko), Riffat Hassan (Pakistan) dan Nawwal al-Sa'dawi (Mesir) saya kira mereka belum berkompeten menafsirkan AlQur'an. Apalagi kalau tiba-tiba mereka menjadi muffatsir karena merasa ditindas. Itu bukan niat yang baik menjadi muffatsir, karena niatnya harus neutral lillahi ta'ala. ******************************************************************** #Tylla: seperti kita ketahui bersama, bahasa yang digunakan dalam Qur'an itu bukan lagi spoken language sehingga, apapun yang diartikan disitu adalh tafsir sifatnya. Disini, kita boleh menilai bahwa yang namanya tafsir it sangat dekat hubungannya sama mind set penafsirnya. Sepengetahuan saya, mind set itu kan terbangun dari proses tumbuh kembang sosial dan ideologis seseorang. Selama ini, kita bisa sebutkan para perawi hadist dan penafsir Qur'an yang semuanya laki laki. Lina: Maka dari itu mind set perempuan yang tertindas sangat riskan kalau mau dijadikan ukuran kompetensi menjadi muffatsir. Dilain posting akan saya kutipkan pendapat seorang pakar ttg bahasa lelaki dan bahasa perempuan, karena saya pikir ini berhubungan dgn mind set juga emosi dari lelaki dan pere. #Tylla: Saya sih nggak mempersoalkan kelaki lakian, kemudain saya jadi berprasangka bahwa mereka pastinya misoginist. Tapi sejarah membuktikan bahwa apapun yang jadi produk sejarah dunia yang patriarkis pasti sifatnya patriarkis, termasuk hadist yang populer dan dikenal Umat Islam pada Umumnya, dan tafsir Qur'an.Bicara soal patriarki, kita bicara soal kepentingan.Bicara soal kepentingan berarti kita menyinggung soal politik. Menurut saya, jadinya hadis hadis dan tafsir Qur'n yang populer dibakukan dan beredar ya sebenernya sifatnya politis. Salah satu contohnya adalah,Salah seorang Dosen saya pernh bilang bahwa sesungguhnya, Aisyah RA, menyumbang setidaknya lebih dari 50 % hadis shahih.Tetapi, sedikit sekali yag muncul ke permukaan. Emphesizing sejarah Islam mengenai peran politik perempuan pada umumnya hanya di peran peran 'cheer leading',peran peran P3K dan kemuliaan hati perempuan yang merelakan suaminya pergi ke medan laga. Tetapi, banyakkah orang yang tahu, bahwa Aisyah RA sangat berpengaruh dalam beberapa suksesi kepemimpinan kekahalifahan pasca Rasul ? Peran aktif lho,peran politis dan powerful. Banyak banget cerita sejarah yang tidak dimunculkn, termasuk didalamnya, hadis hadis yang sifatnya pro- perempuan Lina: Saya bukan anti Muffatsir perempuan. Saya bangga bila ada Muffatsir perempuan. Saya sependapat juga dengan mbak Tylla bahwa kita tidak boleh mengenarlisir dan mudah memberi cap misoginist kepada semua laki dan semua muffatsir karena keamburadulan lelaki muslim dalam bertingkah laku thdp wanita. Saya yakin para muffatsir itupun dalam melakukan pekerjaannya menafsirkan tidak punya niat untuk menyepelekan/menindas wanita. Sejarah dunia adalah fakta, Nabi Adam as tercipta lebih dahulu adalah fakta. Nabi semua adalah laki-laki, juga fakta. Lalu apa kita harus merubahnya dengan mengatakan seharusnya Nabi Adam as diciptakan bersamaan dengan St. Hawa? Seharusnya ada nabi perempuan? Mengenai keterlibatan/peran perempuan dalam politik, ini juga akan menjadi diskusi yang panjang. Saya pendukung peran perempuan dalam politik, tapi saya lebih mendukung lagi kalo perempuan lebih memainkan perannya dalam rumah tangga yang tugasnya sangat berat dalam menciptakan kader-kader pemimpin yang bermoralitas baik. Kadang perempuan harus menentukan prioritasnya. Ini memang sebuah pilihan. #################################### Lina: Betul mbak banyak contoh lain, tapi saya lagi penasaran ama soal hak waris ini lho mbak!. Ini berhubungan dengan yang saya maksudkan dengan agama sbg tolok ukur (landasan ideologis?). Kalau kitab suci sudah menggariskan begitu, jelas-jelas disebut 2 banding 1, itu yang harus diturut oleh budaya manusia soal peran sosial laki dan pere. Kalo gak nurut, akhirnya harus buat perangkat hukum lainnya lagi dan lainnya lagi yang keluar dari kitab suci dan ini akan menimbulkan masalah. Saya pikir lagi, semua masalah itu kan timbul karena manusia gak nurut sama peraturan Allah...(he..he...ini memang gampang diucap ya mbak, susah dilaksanakan). Jadi kalau lelaki dan pere tau fitrahnya sesuai yang telah ditetapkanNya, kan gak perlu ada yg merasa 'kurang' dalam melakukan perannya masing- masing. Peran lelaki adalah mencari nafkah, ya cari nafkah and kalo ada istri yang mencari nafkah pula itu bukan kewajiban toh? Alhamdulilah kalo istrinya malah lebih pinter nyari nafkah, nafkahnya bisa dia zakatkan buat suaminya toh?...:-)...oh indahnya...pere itu akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kalo kitab suci yang harus mengikuti budaya manusia yang selalu berubah, kitab sucipun akan mudah dirubah dan dipermainkan. Dimana kesuciannya?...he..he...pembelakitabsuci neh... ******************************** #Tylla : satu lagi yang saya pegen tanya..ada nggak sih ayat Al-qur'an yang menyebutkan bahwa "FITRAH"(kalau nggak salah, fitrah itu artinya kodrat ya ?berarti berurusan sama sesuatu yang nggak bisa diubah,seperti konsekuensi hormonal contohya)laki laki adalah sebagai pencari nafkah. Kalau kewajiban ya itu saya tahu Lina: Tidak ada ayat AlQur'an yang menyebutkan FITRAH kepada lelaki sebagai pencari nafkah. Yang ada memang kewajiban. Mengapa kita tidak mengembalikan peran kepada masing-masing kewajibannya? Supaya hidup ini lebih mudah diatur. Mengapa kita tidak menasehati saling bersabar dan bersyukur, agar masing-maisng merasa tentram. Mengapa kita tidak berusaha mengembalikan ke ide yang ideal sebagai cita- cita? ***************************************************************** #Tylla: mbak,sehubungan dengan ini, saya mencoba menyampaikan realitas yag saya lihat didepan mata saya.Patriarki memang mengidealkan bahwa laki laki lah yang seharusnya menjadi tulang punggung keluarga.Tapi itu kan kondisi ideal..kenyataannya ? bayak sekali kasus kasus dimana perempuan yang akhirnya menjadi tulang punggung keluarga, karena memang suaminya tidak mampu menghidupi keluarganya.banyak kok mbak kasusny, terutama dikalangan masyarakat kelas bawah..nah, kalau ngeliat ini, apa jadinya perempuan ini melanggar kodratnya ? pa laki laki ini melanggar kodratnya juga ? kalau memamhgg situasi sosial ekonomi yang mengharuskan, lantas siapa yang harus disalahkan ? Tuhankah yang tidak adil ? saya rasa nggak deh mbak.. Lina: Mengapa kita tidak ciptakan atau mengembalikan kepada budaya yang ideal sebagai cita-cita? Kalau kemudian terjadi pertukaran profesi antara lelaki dan perempuan, akan terjadi pula ketimpangan sosial di bidang lain dan akan memerlukan kerja keras lagi buat manusia memecahkan masalahnya. Mengapa manusia harus menukar-nukar hak dan kewajiban? Mengapa manusia tidak menciptakan budaya yang telah digambarkanNya? ######################################## Lina: Sejak jaman nabi Adam as, anaknya dah bunuh2an tuh mbak. Ada dan tiadanya agama, orang akan terus saling bunuh...:-). Wong tuhan aja bisa dibunuh. #Tylla : Naaahh..karena itu mbak..ada nggak ada agama pembunuhan tetep ada, penindasan dalam beberapa konteks tertentu juga..jadi saya pikir, sejarah peniondasan dan kejahatan nggak ada relevansinya sama agama..hehehehe Lina: kalo soal ini saya kira tidak ada masalah kan bhw sejarah penindasan tidak ada relevansinya dgn agama? ######################## Saya pikir juga orang-orang atheis itu tidak mengerti apa agama itu sesungguhnya. Mungkin mereka hanya melihat dari kelakuan2 orang beragama yang negatif, lalu mengeneralisir itulah (akibat) agama #Tylla : Pernyataan saya soal ini berangkat dari pernyataan mbak yang mempertanyakan landasan kebenaran feminisme barat yang menurut mbak nggak hidup beragama atau di pertanyakan keberagamaannya..nah, mbak sudah jawan sendiri bahjwa sekali lagi, terkadang nggak relevan kalau kita bicara soal kebenaran yang dikaitkan dengan keberagamaan..hehehehe... Lina: Ada salah pengertian. Di Barat itu kan agama sudah dapat dikatakan dicuekin. Konsep agama sudah banyak ditinggalkan. Jadi pertanyaan saya, kalau konsep agamanya sudah ditinggalkan konsep apa yang dipakai oleh feminisme barat sebagai tolok ukur? ********************************************************************* * Lalu soal atheis atau agnostik yang nggak ngerti agama.. #Tylla: wah saya nggak tahu deh pendapat mbak ini berakar dari mana.Karen Amstrong, opakar perbandigan agama, pernah jadi biarawati,kemudian masuk islam, kemudian sekarang jadi (maaf saya lupa) entah agnostik atau atheis Karen Amstrong itu sepertinya faham betul sol dalil agama.Bukunya laris manis dang relevan deh kayaknya, banyak yang ngakuin begitu.. Dan dia pakar Dalil, Nggak cuma satu agama mbak..tapi 3 agama langit sekaligus..hehehehehe Lina; Ya dari pengalamn baca apa itu atheis/agnostic dong. Saya gak tau Karen Armstrong membahas juga soal atheis dan agnostic dalam karya2nya gak? Saya belum membaca karya2nya. Soal Karen Armstrong, saya tidak pernah baca kalau dia pernah masuk Islam (wah ketinggalan informasi neh) trus menjadi agnostic or atheis. Saya hanya pernah baca dia memang pernah jadi biarawati, lalu menulis kembali autobiografi berjudul The Spiral Staircase: My Climb Out of Darkness. Judul terjemahannya menjadi Menerobos Kegelapan, Sebuah Autobiografi Spiritual. Lewat buku ini, Karen mengungkap kembali sejarah gelap dalam kehidupannya yang dimulai ketika dia masuk biara pada tahun 1962. Kehidupan biara memberinya pengalaman kaku yang tidak mengenakkan. Ritual-ritual harian serta aturan tekstual yang sangat ketat harus dijalani dengan keterpaksaan. Energi penulis buku monumental 'Sejarah Tuhan' itu tak cukup kuat untuk terus-menerus mengikuti tradisi kehidupan biara. Pada tahun 1969 akhirnya dia memutuskan untuk memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa satra Inggris di Universitas Oxford. Pelan-pelan dia kemudian meninggalkan kehidupan spiritual dan larut dalam dunia sekuler. Cuma, kehidupan sekuler Karen tetap di bawah bayang-bayang kehidupan biara yang pernah dijalaninya selama tujuh tahun. Pada tingkat tertentu, kehidupan biara telah memberinya trauma yang berkepanjangan. Meski memiliki prestasi akademik yang memuaskan, dia perlu menjalani terapi psikis untuk memulihkan jiwanya. Bayangan kehidupan biara memberi dampak buruk yang berkepanjangan dan menuntun Karena menghadapi masa-masa sulit. Dia sampai sempat mengalami epilepsi dan gangguan lain yang mengganjal kinerjanya. Jadi, saya mengenal Karen Armstrong ini sebagai orang sekuler (gak tau beragama apa atau agnostic?) yang kemudian sangat membela Nabi Muhammad SAW, dalam bukunya "Muhammad" karena katanya karya ini untuk mencounter karya Salman Rushdie yang menghujat Nabi SAW (Karen Armstrong jadi Pengacara Nabi SAW neh). Dia juga menulis soal Sejarah Tuhan (menjadi pengacara Tuhan neh). ************************************************************* Lina: Mungkin ini yang dibilang agnostik. Kembali lagi ke pendpt saya diatas, bhw orang spt ini tidak mempunyai waktu lagi tuk belajar apa itu agama. Mereka lebih memprioritaskan diri pada kerja, kerja, dan kerja utk kemanusiaan. #Tylla Temen saya yang di Afrika itu Phd.Islamic studies lho mbak..dari salah satu universitas paling terkemuka di Duniahafidz pula..maksud saya hafal qur'an beserta barbagai model tafsir nya , dia juga tau hadis kok.. ayahnya tokoh agama terkemuka di daerahnya, punya pesantern gede lagi..Dia juga Haji..Keluarganya udah jadi haji selama 4 turunan..he hehehe jadi ya..saya nggak akan berani bilang kalau dia nggak ngerti agama..he he he.. Lina: kok sekarang bilang dia beragama? Kirain atheisÂ…:-) Hmmm. Temanmu bisa saja dia berkata bhw dia tidak mendasarkan kebenaran kpd agama (ini kali yang dia bilang ya di posting terdahulu?), tapi nampaknya agama sudah melebur dalam dirinya shgg sudah tak bisa dipisahkan lagi dan dibedakan lagi. Mana agama mana kebenaran. Tentunya dia berfikir apa yang dia lakukan itulah kebenaran dan ini merupakan hasil didikan tsb. ******************************************************************** #Tylla: Saya rasa, adalah pilihan bahwa orag ingin bertuhan atau tidak bertuhan, beragama atau tuidak beragama, karena kadang penafsiran orang mengenai kebenaran,kebaikan, dan moreover kepentingan kan beda beda mbak..he he he he Lina: Setuju Akhirnya kepada lelaki dan pere, harus kembali kepada agama sebagai tolok ukur, dimana ayat suci AlQur'an mengingatkan,"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi lelaki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bermohonlah kepada Allah dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS 4:32). wassalam, ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital. http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

