Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Lina: Saya kira Aisyah RA, bukan yang saya maksudkan dengan feminis 
dalam konteks diskusi ini. Karena "feminisme" yg dibicarakan kini 
lahir disebabkan adanya ketidak adilan yang dirasakan wanita 
krn `male dominated society', saya rasa Aisyah tidak pernah merasa 
diperlakukan tidak adil (ditindas) dalam peran sosialnya sehingga 
dia harus memberontak dan membuat gerakan feminisme. Aisyah memang 
terkenal istri yang pintar, daya ingatnya akan hadist sangat luar 
biasa. Kalau semua rasa tidak diperlakukan adil (meski dalam urusan 
pribadi) dijadikan suatu alasan gerekan feminisme, menjadi blur lah 
arti feminisme itu sendiri.

################################################################

##Tylla : Mbak..justru kalau mbak baca sejarah Feminisme, feminisme itu 
lahirnya dari kesadaran pribadi lho..jangan salah..saya jadi bertanya tanya, 
mbak ambil referensi dari mana sih soal Feminisme? Konteks tuntutan Aisyah RA 
itu erat kaitannya sama konteks politis beliau sebagai PEREMPUAN.. juatru itu 
SANGAT mengusung ide Feminisme..

Justru menurut saya, yang paling kental nuansa Feminismenya ya Aisyar RA..Kalau 
Khadijah RA atau Ummu Salamah, Saya menghormati dan mengagumi beliau sebagai 
Perempuan yang exist dan Mulia..tapi mbak..dalam konteks Feminisme...saya nggak 
berani mencontohkan mereka..:) semoga mbak bisa faham maksud saya

####################
 Apalagi kalau tiba-tiba mereka menjadi 
muffatsir karena merasa ditindas. Itu bukan niat yang baik menjadi 
muffatsir, karena niatnya harus neutral lillahi ta'ala. 
********************************************************************
##Tylla : Wah..ada perbedaan pendapat lagi nih soal kompetensi dan 
netralitas..:D soalanya saya nggak percaya idiom netralitas sih..hehehe..karena 
yang saya percaya, social being determines social consiousness..:D menurut 
saya, mereka kompeten kok..secara ilmiah, mereka kompeten..nggak asal njeblak 
tanpa referensi..hehehe

 

##Lina: Maka dari itu mind set perempuan yang tertindas sangat riskan 
kalau mau dijadikan ukuran kompetensi menjadi muffatsir. Dilain 
posting akan saya kutipkan pendapat seorang pakar ttg bahasa lelaki 
dan bahasa perempuan, karena saya pikir ini berhubungan dgn mind set 
juga emosi dari lelaki dan pere.
#########################################

# Lha apa bedanya dengan mind set laki laki yang 'mapan atas penindasan ? Yang 
mereka hasilkan juga produk produk yang menindas dong ?? Kalau logikanya begitu 
sama sama risakan kan ?

 :D hehehe..this big world is a matter of political interests mbak..:D hehehehe 
sekali lagi, saya nggak percaya sama aliran filsafat idealis..saya mah yang 
materialis materialis aja..:D
Emosi ? wah..soal ini juga sepertinya kita beda 'aliran' nih..adalah konstruksi 
sosial yang mendidik perempuan jadi emosional ataupun tidak emosional..Margaret 
Teacher..lebih cool dari Bush..Indira Gandhi..lebih cool dibanding 
Vajpayee..hehehehe


Lina: Saya bukan anti Muffatsir perempuan. Saya bangga bila ada 
Muffatsir perempuan. Saya sependapat juga dengan mbak Tylla  bahwa 
kita tidak boleh mengenarlisir dan mudah memberi cap misoginist 
kepada semua laki dan semua muffatsir karena keamburadulan lelaki 
muslim dalam bertingkah laku thdp wanita. Saya yakin para muffatsir 
itupun dalam melakukan pekerjaannya menafsirkan tidak punya niat 
untuk menyepelekan/menindas wanita. 

Sejarah dunia adalah fakta, Nabi Adam as tercipta lebih dahulu 
adalah fakta. Nabi semua adalah laki-laki, juga fakta. Lalu apa kita 
harus merubahnya dengan mengatakan seharusnya Nabi Adam as 
diciptakan bersamaan dengan St. Hawa? Seharusnya ada nabi perempuan?
## Tylla : He he..saya  nggak pernah bikin justifikasi ditingkat person kok 
mbak..kan yang saya bahas sistemnya yang patriarkis, bikin orang berlogika 
patriarkis  juga, sehingga penindasan patriarkis nggak dilihat sebagai bentuk 
penindasan..Saya juga percaya kok, satupun dari mereka nggak ada yang'sengaja' 
mau menindas..:D

 


Mengenai keterlibatan/peran perempuan dalam politik, ini juga akan 
menjadi diskusi yang panjang. Saya pendukung peran perempuan dalam 
politik, tapi saya lebih mendukung lagi kalo perempuan lebih 
memainkan perannya dalam rumah tangga yang tugasnya sangat berat 
dalam menciptakan kader-kader pemimpin yang bermoralitas baik. 
Kadang perempuan harus menentukan prioritasnya. Ini memang sebuah 
pilihan.

####################################
## Tylla : Kalau buat saya..bagus nggak bagus, mulia nggak mulia, itu 
interpretatif aja sih mbak..tergantung person..tapi mabak, to be very 
honest..buat saya , Feminist sejati itu adalh perempuan yang memutuskan untuk 
mengabdikan hidupnya sebagai ibu rumah tangga,meskipun dia sadar betul, bahwa 
dia punya hak yang sama dan sebanding, juga punya akses yang sama dan sebanding 
dengan laki laki, tanpa kecuali..dia Sadar betul, dan dia putuskan TANPA 
INTERVENSI dari ppihak manapun, untuk pulang kerumah, menemani anaknya 
bertumbuh kembang dan mendidik anak nya untuk jadi manusia yang menghargai 
betul setiap inci dari kemanusiaan itu sendiri.KArena kelebihan dan perbedaan 
perempuan yang paling signifikan dari laki laki adalah..hak reproduksi dan 
kesempatan untuk ber-motherhood itu..hehehehe...setelah menyelesaikan LLM saya, 
saya juga bercita cita jadi poart time lawyer dan full time mother kok 
mbak..hehehehe..Feminisme itu bukan aliran yang mengagungkan peran Publkik dan 
melecehkan Peran
 Domestik kok mbak..Justru Feminisme, salah satu misinya adalah membuat publik 
aware bahwa peran domestik (yang biasanya 'dikuasai' oleh perempuan) punya arti 
yang tidal kalah signifikan, dan layak dihargai sama tingginya dengan peran 
publik..hehehehe 


********************************
#Tylla :

satu lagi yang saya pegen tanya..ada nggak sih ayat Al-qur'an yang 
menyebutkan bahwa "FITRAH"(kalau nggak salah, fitrah itu artinya 
kodrat ya ?berarti berurusan sama sesuatu yang nggak bisa 
diubah,seperti konsekuensi hormonal contohya)laki laki adalah 
sebagai pencari nafkah. Kalau kewajiban ya itu saya tahu

Lina: Tidak ada ayat AlQur'an yang menyebutkan FITRAH kepada lelaki 
sebagai pencari nafkah. Yang ada memang kewajiban. Mengapa kita 
tidak mengembalikan peran kepada masing-masing kewajibannya? Supaya 
hidup ini lebih mudah diatur. Mengapa kita tidak menasehati saling 
bersabar dan bersyukur, agar masing-maisng merasa tentram. Mengapa 
kita tidak berusaha mengembalikan ke ide yang ideal sebagai cita-
cita?
*****************************************************************
Tylla : Boleh saja bercita cita sih..saya sih sepakat sepakat aja...tapi 
persoalannya, mana sih yang harus kita selesaikan lebih dulu ? Realitas..atau 
cita cita ?yang ada atau yang belum ada ? Cita cita seya pengen dapat suami 
kaya raya yang bisa mebiayai semua research yang pengen saya buat, nyekolahin 
anak saya ke luar negeri,tanpa membuat saya harus bekerja mebantu dia..tapi 
realitasnya..saya harus ikut bantu kalau saya pengen semuanya 
terealisasikan..hehehehe..jadi buat saya, realitas itu lebih nyata dan lebih 
urgent untuk dijalani dan di'selesaikan'

 

 

#Lina: Mengapa kita tidak ciptakan atau mengembalikan kepada budaya 
yang ideal sebagai cita-cita? Kalau kemudian terjadi pertukaran 
profesi antara lelaki dan perempuan, akan terjadi pula ketimpangan 
sosial di bidang lain dan akan memerlukan kerja keras lagi buat 
manusia memecahkan masalahnya.

Mengapa manusia harus menukar-nukar hak dan kewajiban? Mengapa 
manusia tidak menciptakan budaya yang telah digambarkanNya?

########################################

 

## Mbak..yang nuker nuker hak dan kewajiban emang manusia ? Kalau realitasnya, 
lingkungan sistemil eko-polnya begitu, siapa harus disalahin mbak ? Manusianya 
? jangan jangan adanya Tuhan lagi yang disalahin, hehehehehe..manusia kan cuma 
bisa beradaptasi sesuai situasi alam sekitarnya..bukannya fitrah manusia emang 
jadi mahluk yang adaptif ? :D

 


Lina:
Sejak jaman nabi Adam as, anaknya dah bunuh2an tuh mbak. Ada dan
tiadanya agama, orang akan terus saling bunuh...:-). Wong tuhan aja
bisa dibunuh.


#Tylla : Naaahh..karena itu mbak..ada nggak ada agama pembunuhan 
tetep ada, penindasan dalam beberapa konteks tertentu juga..jadi 
saya pikir, sejarah peniondasan dan kejahatan nggak ada relevansinya 
sama agama..hehehehe

Lina: kalo soal ini saya kira tidak ada masalah kan bhw sejarah 
penindasan tidak ada relevansinya dgn agama?

########################

Saya pikir juga orang-orang atheis itu tidak mengerti apa agama itu
sesungguhnya. Mungkin mereka hanya melihat dari kelakuan2 orang
beragama yang negatif, lalu mengeneralisir itulah (akibat) agama

#Tylla : Pernyataan saya soal ini berangkat dari pernyataan mbak yang
mempertanyakan landasan kebenaran feminisme barat yang menurut mbak 
nggak hidup beragama atau di pertanyakan keberagamaannya..nah, mbak 
sudah jawan sendiri bahjwa sekali lagi, terkadang nggak relevan 
kalau kita bicara soal kebenaran yang dikaitkan dengan 
keberagamaan..hehehehe...

Lina: Ada salah pengertian.  Di Barat itu kan agama sudah dapat 
dikatakan dicuekin. Konsep agama sudah banyak ditinggalkan. Jadi 
pertanyaan saya, kalau konsep agamanya sudah ditinggalkan konsep apa 
yang dipakai oleh feminisme barat sebagai tolok ukur?
*********************************************************************
Tylla : Tolak ukurnya sederhana mbak..Kemanusiaan..sepertiu banyak teori teori 
anti penindasan lain yang lahir tanpa latar belakang 'masyarakat beragama'


Lina; 
Ya dari pengalamn baca apa itu atheis/agnostic dong. Saya gak tau 
Karen Armstrong membahas juga soal atheis dan agnostic dalam 
karya2nya gak? Saya belum membaca karya2nya.

Soal Karen Armstrong, saya tidak pernah baca kalau dia pernah masuk 
Islam (wah ketinggalan informasi neh) trus menjadi agnostic or 
atheis. Saya hanya pernah baca dia memang pernah jadi biarawati, 
lalu menulis kembali autobiografi berjudul The Spiral Staircase: My 
Climb Out of Darkness. Judul terjemahannya menjadi Menerobos 
Kegelapan, Sebuah Autobiografi Spiritual. Lewat buku ini, Karen 
mengungkap kembali sejarah gelap dalam kehidupannya yang dimulai 
ketika dia masuk biara pada tahun 1962. Kehidupan biara memberinya 
pengalaman kaku yang tidak mengenakkan. Ritual-ritual harian serta 
aturan tekstual yang sangat ketat harus dijalani dengan keterpaksaan.
Energi penulis buku monumental 'Sejarah Tuhan' itu tak cukup kuat 
untuk terus-menerus mengikuti tradisi kehidupan biara. Pada tahun 
1969 akhirnya dia memutuskan untuk memulai kehidupan baru sebagai 
mahasiswa satra Inggris di Universitas Oxford. Pelan-pelan dia 
kemudian meninggalkan kehidupan spiritual dan larut dalam dunia 
sekuler.

Cuma, kehidupan sekuler Karen tetap di bawah bayang-bayang kehidupan 
biara yang pernah dijalaninya selama tujuh tahun. Pada tingkat 
tertentu, kehidupan biara telah memberinya trauma yang 
berkepanjangan. Meski memiliki prestasi akademik yang memuaskan, dia 
perlu menjalani terapi psikis untuk memulihkan jiwanya.

Bayangan kehidupan biara memberi dampak buruk yang berkepanjangan 
dan menuntun Karena menghadapi masa-masa sulit. Dia sampai sempat 
mengalami epilepsi dan gangguan lain yang mengganjal kinerjanya. 

Jadi, saya mengenal Karen Armstrong ini sebagai orang sekuler  (gak 
tau beragama apa atau agnostic?) yang kemudian sangat membela Nabi 
Muhammad SAW, dalam bukunya "Muhammad" karena katanya karya ini 
untuk mencounter karya Salman Rushdie yang menghujat  Nabi SAW 
(Karen Armstrong jadi Pengacara Nabi SAW neh). Dia juga menulis soal 
Sejarah Tuhan (menjadi pengacara Tuhan neh).
*************************************************************
## COba mbak baca lagi  soal BErita terakhir tentang Karen Amstrong..dia NGgak 
beragama kok..hehehe..

kebetulan saya udah baca semua karya karya dia, versi inggris maupun 
idonesianya, dan dia nggak pernah jadi lawyernya siapa siapa kok..dia itu 
scientist ynag mencoba menyampaikan fakta ilmiah mengena hal hal religius yang 
sarat dengan polemik penuh prejudice yanmg beredar  sebelumnya..hehehehehe...

#Tylla
Temen saya yang di Afrika itu Phd.Islamic studies lho mbak..dari 
salah satu universitas paling terkemuka di Duniahafidz pula..maksud 
saya hafal qur'an beserta barbagai model tafsir nya , dia juga tau 
hadis kok..

ayahnya tokoh agama terkemuka di daerahnya, punya pesantern gede 
lagi..Dia juga Haji..Keluarganya udah jadi haji selama 4 turunan..he 
hehehe

jadi ya..saya nggak akan berani bilang kalau dia nggak ngerti 
agama..he he he..

Lina: kok sekarang bilang dia beragama? Kirain atheisÂ…:-)
********************************************************************
### Mbakk..Dia DULUNYA beragama..tapi sekarangggg dia JADI AGNOSTIK...sama 
seperti KAren Amstrong..gitu lho mbaaakkk :D

 

 

#Tylla:
Saya rasa, adalah pilihan bahwa orag ingin bertuhan atau tidak 
bertuhan, beragama atau tuidak beragama, karena kadang penafsiran 
orang mengenai kebenaran,kebaikan, dan moreover kepentingan kan beda 
beda mbak..he he he he

Lina: Setuju
Akhirnya kepada lelaki dan pere, harus kembali kepada agama sebagai 
tolok ukur, 

wassalam,


## Tylla : Mbak ni gimana tho..katanya setuju, agama nggak beragama 
pilihan..trus kenapa " Mengharuskan" menjadikan agama sebagai tolak ukur ? 
hehehehe....Suka suka dong ah..agama kek, bukan agama kek, selama nggak nindes 
dan memperkosa hak orang ? ya nggak ??

 

Dan sekali lagi ...Feminisme itu bukan Gerakan Iri Hati lho mbak..biar praktis, 
mungkin ada baiknya mbak buka link ini :

 

http://womenshistory.about.com/od/feminism/

Disitu nanti jelas kelihatan, bahwa persoalan feminisme lebih dari persoalan 
iri hati..

 

Kalau mbak baca the origin of the Family, lebih jelas lagi sejarah perkembangan 
masyarakat , hingga jadi ptariarkis, dan sekali lagi..melawan penindasan bukan 
persoalan iri hati mbak..hehehehehe


Cheers..

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]





---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------





                
---------------------------------
 Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke