Yah, begitulah mas.

"....oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa tidak ada agama yang bisa 
menjadikan peradaban menjadi tinggi, karena agama bertentangan nilai-
nilainya dengan keinginan untuk mencapai peradaban tinggi ... dengan 
peradaban tinggi itu manusia merasa berkuasa sehingga menganggap 
dirinya tidak mempunyai saingan akan kekuasaan ... sehingga tidak ada 
kepercayaan kepada agama..."

Untuk menghindari kesalahapahaman semantis, maka saya ujarkan lagi, 
bahwa saya TAK melihat korelasi kausal, antara agama dan peradaban 
tinggi. Bukan, agama tak mampu memperadabkan manusia. Tetapi pilihan, 
beradab atau biadab, ada ditangan manusia.

Mas benar: " so peradaban tinggi itu adalah puncak kebiadaban umat 
manusia ... pada puncaknya inilah agama datang untuk menyadarkan 
manusia untuk menata peradaban ................."

Karena memang - tergantung definisi kata "peradaban", maka ini tak 
ada ketergantungan dengan perilaku luhur manusia. Peradaban Spanyol 
dimasa pendudukan Amerika kan bukan main? kapal perang dan kapal 
niaga mereka menjeljahi samudra. meriam mereka memaksa setiap bandar 
laut membuka pintu. mereka bantai penduduk Indian yang dengan manis 
manis menyongsong kedatangan mereka, karena disangka penjelmaan dewa 
dewa.

Peradaban Macedonia - Hellena dibawah Alexander the Great (Iskandar 
yang Agung) apa tidak tinggi? mereka membanjir ke lembah Indus dan 
membawa kematian.

Agama sudah selalu ada, mas. Agama "pertama" yang masih ada sekarang 
adalah Hindu. Ribuan tahun sebelum Kristus dan nabi Muhammad. Agama 
agama yang kita kenal, mengantar beberapa bangsa kepuncak kejayaan, 
namun juga menyaksikan kehancuran. Osmaniah, Spanyol, Portugal. 
Mereka pernah menguasai dunia.

Agama tak menghindarkan pertumpahan darah antar umat. Irak Iran. 
Inggris Irlandia. Perang Tigapuluh Tahun di Eropa. Perang Dunia I dan 
II.

Agama juga membisu ketika bom meledak. Di Madrid. Di Bali. Di London.

Manusia harus belajar memahami azas kebenaran, bahwa perilakunya yang 
menentukan, jadi apakah peradaban manusia ini.

Salam

danardono






--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> 
> yang jadi pertanyaan adalah apa sih yang disebut dengan peradaban 
tinggi ?
> apakah peradaban tinggi itu bisa dicontohkan oleh amerika, yang 
menyerang
> irak tanpa alasan yang jelas dan ujung-ujungnya adalah masalah 
minyak
> atau peradaban tinggi itu apabila suatu bangsa yang tidak tahu 
aturan
> (biadab)
> menyerang suatu bangsa seperti bangsa bar-bar begitu  .... 
peradaban tinggi
> sekarang ini dibangun dibawah penderitaan rakyat  ....  contoh yang
> sederhana
> adalah bangsa modern belanda yang menjajah indonesia, memeras 
keringat
> rakyat indonesia untuk membangun rel kereta  anyer, panarukan, 
begitu juga
> dengan jepang yang menjadikan rakyat sebagai romusha bekerja tanpa
> harus di bayar  ...   peradaban  tinggi dibangun dengan keringat  
manusia
> yang dijadikan budak (slave ) artinya kebudayaan itu dibangun oleh
> ketamakan
> manusia karena nafsunya yang tidak terbendung  .....
> 
> disinilah peranan agama untuk menyadarkan umat manusia tentang 
kemanusiaan
> itu sendiri untuk melepaskan umat manusia dari perbudakan ...
> 
> oleh sebab itu bisa dikatakan bahwa tidak ada agama yang bisa 
menjadikan
> peradaban  menjadi tinggi, karena agama bertentangan nilai-nilainya 
dengan
> keinginan untuk mencapai peradaban  tinggi  ...   dengan peradaban  
tinggi
> itu
> manusia merasa berkuasa sehingga menganggap dirinya tidak mempunyai
> saingan akan kekuasaan  ...  sehingga tidak ada kepercayaan kepada 
agama
> ...
> 
> so peradaban tinggi itu  adalah puncak kebiadaban umat manusia  ...
> pada puncaknya inilah agama datang untuk menyadarkan manusia untuk
> menata peradaban  .................
> 
> salam
> yustam
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> "tanyalah pada ahli-ahli arkeologi dan antropologi, adakah
> peradaban maju di masa lalu yang tak memiliki sistem
> ketuhanan/kepercayaan/agama....? bahkan sistem
> kepercayaan/agama termasuk yang pertama diajarkan
> dalam mata kuliah pengantar antropologi......
> 
> atau berilah saya contoh/bukti satu saja peradaban tinggi
> di masa lalu yang tak mengenal Tuhan/sistem
> kepercayaan......."
> 
> 
> DH: Kalau yang ini, saya setuju sekali.
> 
> Mungkin saya agak salah faham, dan menyangka, bahwa peradaban tinggi
> adalah DISEBABKAN agama. Jadi, ada sifat kausal.
> 
> Kalau dikatakan, "ada peradaban tinggi DAN mereka bertuhan", ini 
saya
> setuju. Yang saya berkeberatan, karena tak mungkin dibuktikan, 
adalah
> ada peradaban tinggi KARENA mereka beragama".
> 
> Mengapa? Simply, kalau benar demikian, maka tiap masyarakat 
beragama,
> automatically akan berperadaban tinggi, dan secondly, tak ada
> peradaban yang menurun apabila atau selama mereka beragama.
> 
> Saya setuju, historically, sepertinya fakta, bahwa setiap bangsa
> berperadaban tinggi menyembah Tuhan (atau Tuhan Tuhan), namun,
> pembuktian terbalik, yang mutlak bagi system logika, bahwa yang
> berTuhan SELALU berperadaban tinggi, tak terbukti.
> 
> Dan, saya percaya bahwa telah ada "system kepercayaan", dan bukan
> agama sebagaimana kita kenal sekarang. Ini simply karena terbukti
> historis, seperti mas dan kita semua yakin, bahwa kepercayaan yang
> menumpu peradaban tinggi Mesir kuno, Maya, Assyria, Phunisia,
> Tiongkok, Persia kuno, dll, BUKANLAH agama yang kita kenal sekarang.
> 
> Kita juga belajar dari sejarah, bahwa peradaban tinggi seringkali
> disapu bersih oleh peradaban yang lebih rendah (barbar). Lihat 
contoh
> Vandals, Huns, dll yang menyapu bersih budaya lokal yang telah 
sangat
> tinggi. Romawi barat misalnya.
> 
> Apakah peradaban tinggi selalu luhur, mas, saya belum yakin. Bangsa
> Romawi yang gemar melemparkan budak untuk diadu dengan singa,
> mencambuk para budak untuk membangun monument serta mendayung
> dikapal? Entahlah. Demikian juga para warga Mesir kuno dizaman 
Firaun
> yang sangat tinggi peradabannya (apalagi dalam bidang tekhnologi),
> mendera, mencambuk, memperbudak bangsa bangsa yang mereka tundukkan,
> antara lain umat Israil.
> 
> Konon khabarnya, bangsa Maya yang kala itu sangat tinggi
> peradabannya, juga sangat kejam lho mas. Juga masyarakat Persia 
kuno.
> Raja raja mereka memerintah dengan kekuasaan yang super absolut.
> 
> Demokrasi? HAM? kesejahteraan manusia? bagi para elit kala itu, mas,
> tetapi tidak bagi masyarakat budak, yang berjimbun mengabdi pada 
para
> elit.
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> >
> >
> > pak danar, lebih baik posting before adam itu
> > dibaca lagi baik-baik...... tentu yang dimaksud agama
> > kaum terdahulu yang berperadaban tinggi itu bukan
> > agama seperti kita kenal sekarang: budha, hindu, islam,
> > kristen, dll.......
> >
> > tentu pula kemampuan berhitung/matematika, ilmu alam
> > dan logika yang digunakan untuk mengembangkan ilmu
> > pengetahuan dan kebudayaan...... bukan cuma berdoa,
> > lalu piramida, sistem irigasi, sistem hukum dan segala
> > macam itu muncul tiba-tiba......
> >
> > yang ingin saya katakan: pencerahan dari zat yang maha
> > tinggi yang membuat mereka bisa meraih kemajuan untuk
> > mensejahterakan sesama..... itulah peradaban manusia
> > yang mampu menangkap api ajaran yang luhur.....
> >
> > peradaban yang sudah menindas kelompok lain adalah
> > peradaban yang mulai mengalami dekadensi..... mereka
> > tak lagi menangkap api ajaran yang luhur, tapi cuma
> > menangkap abunya....... formalnya mereka menyembah
> > Tuhan, tapi esensinya mengabaikan-Nya.....
> >
> > tanyalah pada ahli-ahli arkeologi dan antropologi, adakah
> > peradaban maju di masa lalu yang tak memiliki sistem
> > ketuhanan/kepercayaan/agama....? bahkan sistem
> > kepercayaan/agama termasuk yang pertama diajarkan
> > dalam mata kuliah pengantar antropologi......
> >
> > atau berilah saya contoh/bukti satu saja peradaban tinggi
> > di masa lalu yang tak mengenal Tuhan/sistem
> > kepercayaan.......
> >
> > salam,
> >
> >
> > At 10:18 AM 10/24/05 +0000, you wrote:
> > >Lho mas, that's not the point lho. Saya tak katakan, bangsa
> > >berperadaban tinggi itu TAK bertuhan, namun, saya katakan, ini 
tak
> > >ada masalah dengan keagamaan.
> > >
> > >Saya kira, secara ilmiah, tak mungkin kita buktikan, bahwa bangsa
> > >Tiongkok kuno mencapai puncak peradaban karena agama X atau Y.
> > >Demikian pula dengan bangsa bangsa kuno lainnya. Bahwa mereka
> > >mendapat pencerahan, ini sepertinya pasti, tetapi, untuk 
membangun
> > >pyramide, misalnya, dibutuhkan keahlian ilmu Exakta yang tinggi,
> > >demikian pula bagi bangsa Aztek dan Maya.
> > >
> > >Jadi, sekali lagi, mas Nug, bukan mereka beradab tinggi walau tak
> > >kenal Tuhan, tetapi, mereka berperadaban tinggi terlepas dari 
agama
> > >apapun. mengapa agama bangsa Mesir kuno, kalau dianggap menjadi
> > >penyebab kemunculan peradaban, kini lenyap? digantikan oleh agama
> > >agama, yang tidak secara merata memakmurkan bangsa bangsa dibumi?
> > >
> > >Agama apakah yang menyebabkan peradaban tinggi bangsa Amerika?
> > >Protestant? Katholik? atau agama lain? mengapa bangsa bangsa
> Amerika
> > >Latin praktis "melata", padahal sesama bangsa yang Katholik di
> Jerman
> > >dan Austria demikian melejit?
> > >
> > >Kebudayaan Mesir kuno yang demikian tinggi menyebabkan 
penderitaan
> > >orang Yahudi, yang juga BerTuhan, sampai mereka keluar dari tanah
> > >Mesir. Orang orang Spanyol yang Katholik menyebabkan penderitaan
> > >bangsa Indian, yang juga  menyembah Tuhan, sampai mereka hampir
> > >musnah dibantai?
> > >
> > >Jadi penyembahan Tuhan, tidaklah paralel berkembang dengan
> peradaban
> > >manusia, mas.
> > >
> > >salam
> > >
> > >danardono
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------
~-->
> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your 
home page
> http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
> --------------------------------------------------------------------
~->
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________
> 
> Disclaimer :
> - This email and any file transmitted with it are confidential and
> are intended solely for the use of the individual or entity whom
> they are addressed, if you are not the original recipient, please
> delete it from your system.
> - Any views or opinions expressed in this email are those of the
> author only.
> ______________________________________________________________
>






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke