"...bedanya Agama2 samawi bukan membawa perubahan yg significant
dalam bentuk penciptaan physical, agama2 samawi membawa ajaran2 yang
lebih tinggi, ajaranya gak cuma melengkapi n memenuhi kebutuhan
spiritual manusia, tp juga intellectual, dan emotional manusia..."
Mungkin, tak semudah itu, kita mengatakan, bahwa agama suku suku
Semit, lebih tinggi dsb. Kita harus mendetail dalam melihat
masalahnya. Misalnya, apakah kita definisikan, apakah itu "agama
sebelum agama Semit".
Seperti mas Nugroho simpulkan, idee monotheismus sudah exist ribuan
tahun sebelum Masehi. Ini terlihat dari - misalnya Migdol temple - di
Yordania, yang sudah dipakai untuk ibadat pada 1650 sebelum Masehi.
("Its massive stones still clinging to the damp hills of the Jordan
River Valley, the Migdol Temple at first appears to be little more
than an ancient network of fortified walls. Yet when Jordanian and
Australian archaeologists working at the site of ancient Pella began
piecing it together in 1997, it didn't take them long to realize that
they were reconstructing something extraordinary: a 3,600-year-old
textbook in stone.
The Migdol Temple charts within a single room one of the most
important events in human history: the transition from polytheism to
the belief in one God.)
Kalau kita tela'ah mendalam, struktur ajaran Buddha, yang juga lebih
tua dari agama agama Semit, kita lihat bahwa ajaran Semit TIDAK lebih
tinggi. Ajaran Budha malah tak mengajarkan pemujaan Tuhan Tuhan,
tetapi menggambarkan Tuhan sebagai sang Pencipta yang tak berwal tak
berakhir, tak dilahirkan. Tidak Trimurti, tidak Trinitas.
Ajaran Yahudi, yang juga tercermin dalam Perjanjian Lama, malah ber-
belit belit dalam ritual dan upacara upacara yang penuh symbolik,
dimana ajaran Buddha telah mengajarkan, bagaimana merintis jalan
menuju pada kedekatan dengan alam Ilahi (pari Nibbhana).
Bukan menekankan pada ritual belaka, yang tak membawa manusia ke-mana
mana, selain malah memuaskan keAkuan ("aku telah ibadah", "aku telah
memuaskan Tuhan", "aku telah kunjungi Misa kudus hari Minggu", dll).
Pada dasarnya, ajaran inti "melenyapkan ke Akuan" dalam ajaran
Buddha, yang jauh lebih tua daripada agama Semit, juga tertuang dalam
ajaran Islam, yakni "penyerahan diri total pada sang Khalik", jadi,
juga "membuang keAku-an".
Mbak benar, bahwa manusia dalam perjalanan sejarah, lebih tersandung
sandung pada penyibukan diri dengan agama, lebih dari pemahaman akan
Tuhan itu sendiri, dan pemuliaan kehidupan, yang seharusnya menjadi
dasar untuk "menuju ke surga".
Di Indonesia, banyak system kepercayaan, yang lebih tua daripada
agama Semit, yang juga tidak polytheistis, yakni kepercayaan
Kaharingan, dan kepercayaan lain. kalau kita perhatikan kehidupan
masyarakat yang mengamalkan kepercayaan kepercayaan ini, kehidupan
mereka (walau sekedar "orang desa"), sangat mulia, luhur dan penuh
kedamaian bathin. Lihat budaya orang Tengger, orang Baduy.
Jauh lebih damai daripada kehidupan bathin masyarakat Eropa, yang
sudah ribuan tahun menjadi penganut agama monotheistis, Kristen.
Misalnya.
Conclusio: kepercayaan sebelum agama Semit mempunyai taraf kebathinan
yang tak lebih rendah daripada agama agama Semit. Kita lihat saja,
dimana kedamaian lebih tersemai, dibelahan bumi mana..
Salam
danardono
--- In [email protected], Carla Annamarie
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> statement bapak refer kepada pemahaman "sang Pencipta or causa
prima" yang
> universal, karena persepsi "causa Prima" untuk setiap orang dalam
setiap
> jaman or masa berbeda..pak.., bagi orang Islam : causa prima adalah
Allah,
> bagi orang kristen; casua prima adalah Isa, bagi orang budha;causa
prima
> wujud n perbuatannya direfleksikan dalam bentuk budha, begitu juga
bgs2
> kuno tersebut; beberapa diantaranya percaya bahwa dewa matahari
adalah dewa
> tertinggi, dewa zeus adalah dewa paling tinggi kekuasaannya..
>
> persamaannya dari setiap pemahaman mengenai "Tuhan" dari jaman ke
jaman
> adalah adanya "causa prima".., sumber dari segala sesuatu yang
berhubungan
> dengan penciptaan. Manusia mencari sesuatu yang spiritual, karena
manusai
> adalah makhluk spritual.
>
> bedanya Agama2 samawi bukan membawa perubahan yg significant dalam
bentuk
> penciptaan physical, agama2 samawi membawa ajaran2 yang lebih
tinggi,
> ajaranya gak cuma melengkapi n memenuhi kebutuhan spiritual
manusia, tp
> juga intellectual, dan emotional manusia.
>
> pada jaman2 kuno tersebut, manusia membuat Tuhan-tuhannya sendiri
> berdasarkan imaginasinya, tp semua itu diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan
> spiritual manusia., tp hanya bentuk physical yang dapat dipenuhi,
mereka
> bisa mengambil wujud binatang, air, api, matahari, pohon sebagai
Tuhan
> untuk disembah dimana hal2 tersebut bisa dijangkau dengan panca
indera
> mereka.
>
> saya percaya juga bahwa Tuhan itu transenden, ada hal2 mengenai
Tuhan yang
> sampai saat ini tdiak dapat dijangkau dengan akal manusia, karena
kalo kita
> bisa menjangkau semua hal ttg Tuhan, kita mungkin bisa jadi
Tuhan..tp Tuhan
> jadi2an kali yaa..:))..
>
> anyway, hal2 yang tidak bisa dijangkau dengan akal kita ttg Tuhan,
i think
> there's when "faith " step in..., faith itu sifatnya personal..,
it's only
> between u n God..
>
> tp kenyataannya, ada orang2 yang berlebihan dalam mengaktualisasikan
> agamanya, tp klo lebih dalam lagi dilihat apakah orang2 tersebut
punya
> pemahaman yang benar mengenai ajaran Tuhan n memiliki personal
relationship
> dengan Tuhannya...? karena banyak orang psycho yang cuman
> mengaktualisasikan agamanya secara subjective yang juga telah
> terkontaminasi dengan banyak hal negative diluar ajaran yang benar
mengenai
> agamanya yang dijadikan doktrin/dogma.
>
> saat ini banyak orang yang krisis kepercayaan mengenai agamanya..i
think
> manusia harus balik ke basic.., pencarian manusia mengenai pribadi
Tuhan,
> tanpa ada embel2 agama...
>
> karena manusia butuh Tuhan.., apapun or siapapun Tuhan itu..
>
>
>
>
>
> Nugroho
Dewanto
>
<[EMAIL PROTECTED]
>
mpo.co.id> To
> Sent by:
[email protected]
>
[EMAIL PROTECTED] cc
>
ups.com
>
Subject
> Re: [ppiindia] Re: dialog
santun
> 10/26/2005 10:41 Kristen-
Islam
>
PM
>
>
> Please respond
to
>
[EMAIL PROTECTED]
>
ups.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> At , you wrote:
>
> >masak cuma yahudi, kristen dan islam saja yang
> >monoteis....? memangnya sebelum muhammad, isa
> >dan musa, Tuhan tak mengirim utusan....?
> >
> > > pernyataan Pak Nugroho diatas masih mengambil dasar pemikiran
agama2
> >semit ttg adanya utusan Tuhan sebagai perantara antara sang
Pencipta
> dengan
> >manusia, berbeda dengan kepercayaan2 agama kuno di Mesir, asyria,
persia,
> >mereka mengambil wujud binatang, benda, apapun yang dapat
dijangkau dengan
> >panca indera mereka, raja2 dijaman itu dikultuskan oleh rakyatnya
sebagai
> >dewa atau Tuhan yang dapat disembah oleh mereka.
> >
> >dilihat dari sejarah, dewa2 orang mesir, romawi, china n persia
lebih dari
> >satu, memang klo dilihat dari persepsi atau pandangan agama2 semit
yang
> >monotheis sulit utk dimengerti, tp pemahaman monotheisme dimana
Tuhan itu
> >adalah satu, baru berkembang setelah adanya agama2 semit..pak.
> >
> ============
>
> Tuhan yang mengutus musa, isa dan muhammad,
> memangnya tidur atau pergi berlibur di masa peradaban
> asiria, sumeria, tiongkok kuno, mesir kuno, persia
> kuno, dll.....?
>
> Dia Tuhan yang sama kendati disebut dengan nama
> berbeda-beda di setiap zaman..... tapi memang
> kemudian ada masanya peradaban-peradaban maju
> itu mengalami dekadensi..... manusia yang sebetulnya
> sudah dibebaskan ternyata gemar menghambakan diri
> pada "tuhan-tuhan" buatannya sendiri..... bukan cuma
> di masa lalu, di masa sekarang juga berlangsung kok......
>
> btw, kawan saya seorang katolik spiritualis pernah
> menuturkan cerita menarik (menurut dia cerita ini berasal
> dari anthony de mello, tapi saya belum cek).....
>
> alkisah, seorang pastor pergi naik kapal untuk
> mengabarkan firman Tuhan kepada orang-orang yang
> belum pernah mendengar "kabar gembira" di tempat-tempat
> terpencil.....
>
> suatu hari kapal sang pastor mendarat di sebuah pulau
> kecil di tengah samudra luas...... ketika pastor mendarat
> ia disambut suka cita oleh kepala suku dan penduduk
> setempat yang berpenampilan sederhana...... ia dijamu
> dan diperlakukan dengan hormat......
>
> melihat penampilan sang pastor dan kata-katanya yang
> selalu menyebut nama Tuhan, dengan polos dan rendah
> hati sang kepala suku berkata : "ya, bapa, kami setiap
> hari sudah berdoa, tapi mungkin cara kami berdoa salah,
> maka ajarilah kami cara berdoa yang benar...."
>
> sang pastor dengan gembira menyanggupi permintaan
> itu..... dia mengajarkan doa bapa kami..... dan setelah
> diulang beberapakali, akhirnya doa itu berhasil dihapal
> oleh kepala suku dan rakyatnya...... kemudian sang
> pastor naik kapal, melanjutkan perjalanannya.....
>
> beberapa tahun kemudian sang pastor berlayar
> kembali ke pulau itu untuk melihat "padang
> gembalaannya"..... di tengah perjalanan kapalnya
> diterjang badai, ombak besar datang bergulung-gulung
> seakan hendak menenggelamkan kapal..... wajah si
> pastor pucat pasi, ia merasa ajalnya sudah dekat.....
> kendati begitu ia tetap berdoa memohon agar Tuhan
> menolongnya dan meredakan amukan badai...... toh
> badai tetap menggila dan kapalnya mulai oleng
> dihantam ombak.....
>
> di saat genting itu tiba-tiba sang kepala suku datang
> bersama dua pengiringnya..... mereka berjalan di atas
> air yang bergelombang dan menghampiri kapal sambil
> berkata, "jangan takut bapa, kami akan menolongmu...."
> rupanya lokasi kapal dan pulau sebetulnya sudah dekat.....
>
> sesampai di daratan pulau kecil itu, kepala suku dan
> warganya lagi-lagi menjamu sang pastor dengan santun.....
> setelah itu dengan polos kepala suku minta maaf dan
> mengaku dosa karena telah lupa dengan doa yang
> dulu pernah diajarkan sang pastor..... "tolong ajari
> lagi kami cara berdoa yang benar ya bapa," kata
> si kepala suku.....
>
> mendengar permintaan itu, kali ini sang pastor
> menangis tersedu-sedu..... setelah tangisnya reda
> ia berkata, "berdoalah dengan cara seperti sudah
> kalian lakukan selama ini, doa itu sudah benar....."
>
> salam,
>
>
>
>
>
>
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-
india.org
>
**********************************************************************
*****
>
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/