He he he he, mas Ari.. mas Ari , pasti ada kalau regulasinya, ntar klo ada 
khalifah sudah ada, biar saja beliau mutusin berapa dana untuk perawatan 
bangunan dll. Klo masalah pakarnya biar IPB yang nanganin. Kontruksi bangunan 
biar ITB dan PT lain yang nanganin.
   
  Iya.... terkait chitosan...secara pribadi aris kurang sreg. Wilayah abu-abu 
banyak, secara moralitas.. . Ah sangat bertentangan dengan nurani. Ada banyak 
hal khusus yang aris ketahui tentang chitosan ini yang membuat aris makin 
guilty, sementara ini untuk konsumsi pribadi saja.Dilematis juga......

   
  Oleh karena itu kalau ada tugas buat press release tentang chitosan sebagai 
pengganti formalin, dengan halus aris  tolak. Ada juga distilat asap dari asap 
cair arang tempurung kelapa yang dalam pengkajian bisa sebagai alternatif 
pengganti formalin, insektisida dan desinfektan. But,... karena dalam tahap 
penelitian. ya tunggu saja.....
   
  Kita bagian publikasi penelitian dan penemuan, tapi semua juga diserahkan 
juga pada Pemerintah dan industri untuk mengadopsi atau tidak....berharap pada 
pemerintah yang berpegang teguh Pancasila sekarang... ah... banyak 
hopeless-nya. Setuju kan mas Ari....
   
  salam,
  aris
  
Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  ada solusi Islam buat rayap ini gak, mbak Aris ??? atau dulu solusi Islam
buat masalah chitosan yg gak jelas justrugnan produksinya. jgn jgn para
penjual makanan kita udah back to basic sekarang ini, dia diam pakai
formalin lagi. lha wong belum ada alternatifnya ta iyeee...


salam,
Ari Condro

On 4/6/06, aris solikhah wrote:
>
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=93533
> Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Bahaya
>
> Bogor, 5 April 2006 17:06
> Peneliti IPB mengungkapkan, struktur atas bangunan Istana Merdeka, di
> Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang jadi kediaman resmi Presiden
> Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata diserang jenis rayap paling berbahaya.
>
> "Jenis raya yang menyerang bangunan atas Istana Merdeka itu adalah
> `Coptotermes curvignathus`, yakni jenis rayap paling berbahaya," demikian
> disampaikan juru bicara tim peneliti rayap dari Laboratorium Hasil Hutan
> Pusat Studi Ilmu Hayati (PSIH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir M
> Surjono Surjokusumo, MSF, PhD di Bogor, Rabu.
>
> Ia mengemukakan hal itu bersama anggota tim peneliti rayap lainnya yakni,
> Dr Ir Naresworo Nugroho, Ir Yudi Rismayadi, MSi,Ir Niken Subekti, MSi, Dr Ir
> Farah Diba dan Ir Arinana, Msc pada diskusi terbatas berkaitan dengan
> potensi serangan rayap pada bangunan dengan sejumlah wartawan di Kampus IPB
> Darmaga.
>
> Bersama sejawatnya, Prof Dr Ir Rudolf Christian Tarumingkeng, MF, PhD, M
> Surjono Surjokusumo, pekan lalu mengungkapkan bahwa Istana Merdeka mengalami
> kerusakan pada bagian plafon bangunan yang berunsur kayu akibat diserang
> koloni rayap.
>
> "Beberapa waktu lalu saya dan pak Rudi (Rudolf) diundang ke Istana Merdeka
> untuk memastikan apa benar istana diserang oleh koloni rayap, dan ternyata
> benar. Plafon di Istana Merdeka, tepatnya di ruangan yang biasa dipergunakan
> presiden menerima tamu, jatuh. Yang utuh hanya rangka alumuniumnya saja,"
> kata guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB yang segera purna-tugas
> itu.
>
> Dengan kondisi tingkat keseriusan ancaman kerusakan lebih parah lagi pada
> Istana Merdeka, kata dia, tim peneliti rayap PSIH IPB kini sudah mematangkan
> konsep, sekaligus langkah aksi untuk dapat memberantas koloni-koloni rayap,
> yang setiap satu koloninya terdiri atas jutaan rayap.
>
> "Rekomendasi kita adalah hendaknya rehabilitasi Istana Merdeka jangan
> dilakukan sebelum ada langkah `sterilisasi rayap`," katanya.
>
> Langkah "sterilisasi" tersebut, menurut dia, adalah menghabisi koloni
> rayap di setiap area yang ada pada dan di sekitar area bangunan Istana
> Merdeka yang menurut jadwal pada bulan Mei mendatang akan mulai dikerjakan.
>
> Sementara itu, Yudi Rismayadi, anggota peneliti yang langsung melakukan
> observasi di Istana Merdeka mengemukakan bahwa struktur atas pada gedung
> dimana Presiden Yudhoyono dan keluarga tinggal, sudah sangat parah akibat
> serangan koloni rayap jenis paling berbahaya itu.
>
> "Terjadi pelapukan-pelapukan pada unsur kayu di bagian atas Istana
> Merdeka, dan itu amat berbahaya jika akhirnya runtuh," katanya.
>
> Untuk itu, kata dia, diperlukan metode penanganan gabungan, yakni dengan
> membasmi koloni rayap dengan zat yang mematikan, serta metode "sentricon
> coloni elimination system", yakni cara baru pengendalian rayap dengan metode
> umpan.
>
> Keunggulan metode "sentricon" itu, yakni memberantas tuntas koloni rayap,
> tidak merusak bangunan serta ramah lingkungan.
>
> Beberapa tahapan dari metode "sentricon" itu, kata Yudi Rismayadi,
> pertama: stasiun "sentricon" dan kayu umpan ditempatkan di lokasi strategis
> di sekitar bangunan gedung, kedua: pemeriksaan stasiun umpan secara periodik
> untuk memantau aktivitas rayap.
>
> Ketiga, rayap yang menyerang kayu umpan dipindahkan ke dalam umpan rayap
> beracun dan keempat, secara periodik umpan racun diperiksa sampai koloni
> rayap akhirnya tereliminasi.
>
> Pengamanan ganda
> Pada bagian lain, ia juga menjelaskan bahwa melihat perkembangan rayap
> yang kini menyerang bangunan-bangunan penting seperti Istana Presiden,
> bangunan berukuran besar dan gedung-gedung tinggi, diperlukan sebuah
> pengamanan yang lebih.
>
> "Artinya, kalau bangunan seperti Istana Merdeka, yang merupakan simbol
> negara dan bangsa Indonesia, jelas diperlukan pengamanan ganda (agar tidak
> diserang rayap)," katanya.
>
> Ia mengatakan, saat ini rayap tidak hanya populer menyerang kayu sebagai
> bagian konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana, namun telah merambah
> dengan menyerang bangunan vital seperti Istana Kepresidenan, gedung
> bertingkat tinggi, yang dari segi konstruksi hampir dikatakan aneh dapat
> terserang rayap, apalagi dilengkapi kayu awet kelas satu, basement dengan
> lantai "slab" beton bertulang, atau sangat minimal menggunakan kayu sebagai
> komponen struktural bangunan.
>
> Pada bangunan bertingkat tinggi itu, katanya, rayap menyerang
> komponen-komponen kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan seperti
> furnitur, kitchen set dan yang lainnya.
>
> "Bahkan, pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen
> yang berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, dan
> bahan bangunan baru seperti gipsum, dan kondisi itu mengubah hama rayap yang
> populer dari hama kayu menjadi hama bangunan," katanya.
>
> Pasalnya, kata dia, rayap tidak hanya menyerang struktur kayu, tetapi juga
> mengganggu bangunan secara keseluruhan.
>
> "Oleh karena itu, tidak aneh jika keruginan yang diakibatkan rayap tidak
> kurang dari Rp 2,7 triliun," katanya. [TMA, Ant]
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save
> big.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









pustaka tani 
  nuraulia

                
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke