lama nih gak keliatan. datang datang bikin misi perdamaian dunia uhuuyyy On 4/6/06, Listy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > jika para insinyur itu bekerjasama bergotong royong rame-rame mencari > jalan keluar bagi kesulitan para petani sak indonesia yang sedang bernapas > senin-kemis.. hingga para petani bisa bernapas legaaaaaa.. dijamin.. > (ikut-ikut bung Jimmy.. pake jaminan).. itu rayap-rayap.. sejahat-jahatnya > rayap.. hilang lenyap ditelan bumi.. amiin.. :) > > infakkan ilmu yang berguna.. bagi sesama.. untuk kebaikan.. (hehehee.e.e.e.. > nasehat nenek nich) > > salam buat semua.. :) > > -----Original Message----- > From: Ari Condro [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, April 06, 2006 11:30 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [ppiindia] Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Berbahaya > > > ada solusi Islam buat rayap ini gak, mbak Aris ??? atau dulu solusi Islam > buat masalah chitosan yg gak jelas justrugnan produksinya. jgn jgn para > penjual makanan kita udah back to basic sekarang ini, dia diam pakai > formalin lagi. lha wong belum ada alternatifnya ta iyeee... > > > salam, > Ari Condro > > On 4/6/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=93533 > > Rayap yang Serang Istana, Jenis Paling Bahaya > > > > Bogor, 5 April 2006 17:06 > > Peneliti IPB mengungkapkan, struktur atas bangunan Istana Merdeka, di > > Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, yang jadi kediaman resmi > Presiden > > Susilo Bambang Yudhoyono, ternyata diserang jenis rayap paling > berbahaya. > > > > "Jenis raya yang menyerang bangunan atas Istana Merdeka itu adalah > > `Coptotermes curvignathus`, yakni jenis rayap paling berbahaya," > demikian > > disampaikan juru bicara tim peneliti rayap dari Laboratorium Hasil Hutan > > Pusat Studi Ilmu Hayati (PSIH) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir > M > > Surjono Surjokusumo, MSF, PhD di Bogor, Rabu. > > > > Ia mengemukakan hal itu bersama anggota tim peneliti rayap lainnya > yakni, > > Dr Ir Naresworo Nugroho, Ir Yudi Rismayadi, MSi,Ir Niken Subekti, MSi, > Dr Ir > > Farah Diba dan Ir Arinana, Msc pada diskusi terbatas berkaitan dengan > > potensi serangan rayap pada bangunan dengan sejumlah wartawan di Kampus > IPB > > Darmaga. > > > > Bersama sejawatnya, Prof Dr Ir Rudolf Christian Tarumingkeng, MF, PhD, M > > Surjono Surjokusumo, pekan lalu mengungkapkan bahwa Istana Merdeka > mengalami > > kerusakan pada bagian plafon bangunan yang berunsur kayu akibat diserang > > koloni rayap. > > > > "Beberapa waktu lalu saya dan pak Rudi (Rudolf) diundang ke Istana > Merdeka > > untuk memastikan apa benar istana diserang oleh koloni rayap, dan > ternyata > > benar. Plafon di Istana Merdeka, tepatnya di ruangan yang biasa > dipergunakan > > presiden menerima tamu, jatuh. Yang utuh hanya rangka alumuniumnya > saja," > > kata guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB yang segera purna-tugas > > itu. > > > > Dengan kondisi tingkat keseriusan ancaman kerusakan lebih parah lagi > pada > > Istana Merdeka, kata dia, tim peneliti rayap PSIH IPB kini sudah > mematangkan > > konsep, sekaligus langkah aksi untuk dapat memberantas koloni-koloni > rayap, > > yang setiap satu koloninya terdiri atas jutaan rayap. > > > > "Rekomendasi kita adalah hendaknya rehabilitasi Istana Merdeka jangan > > dilakukan sebelum ada langkah `sterilisasi rayap`," katanya. > > > > Langkah "sterilisasi" tersebut, menurut dia, adalah menghabisi koloni > > rayap di setiap area yang ada pada dan di sekitar area bangunan Istana > > Merdeka yang menurut jadwal pada bulan Mei mendatang akan mulai > dikerjakan. > > > > Sementara itu, Yudi Rismayadi, anggota peneliti yang langsung melakukan > > observasi di Istana Merdeka mengemukakan bahwa struktur atas pada gedung > > dimana Presiden Yudhoyono dan keluarga tinggal, sudah sangat parah > akibat > > serangan koloni rayap jenis paling berbahaya itu. > > > > "Terjadi pelapukan-pelapukan pada unsur kayu di bagian atas Istana > > Merdeka, dan itu amat berbahaya jika akhirnya runtuh," katanya. > > > > Untuk itu, kata dia, diperlukan metode penanganan gabungan, yakni dengan > > membasmi koloni rayap dengan zat yang mematikan, serta metode "sentricon > > coloni elimination system", yakni cara baru pengendalian rayap dengan > metode > > umpan. > > > > Keunggulan metode "sentricon" itu, yakni memberantas tuntas koloni > rayap, > > tidak merusak bangunan serta ramah lingkungan. > > > > Beberapa tahapan dari metode "sentricon" itu, kata Yudi Rismayadi, > > pertama: stasiun "sentricon" dan kayu umpan ditempatkan di lokasi > strategis > > di sekitar bangunan gedung, kedua: pemeriksaan stasiun umpan secara > periodik > > untuk memantau aktivitas rayap. > > > > Ketiga, rayap yang menyerang kayu umpan dipindahkan ke dalam umpan rayap > > beracun dan keempat, secara periodik umpan racun diperiksa sampai koloni > > rayap akhirnya tereliminasi. > > > > Pengamanan ganda > > Pada bagian lain, ia juga menjelaskan bahwa melihat perkembangan rayap > > yang kini menyerang bangunan-bangunan penting seperti Istana Presiden, > > bangunan berukuran besar dan gedung-gedung tinggi, diperlukan sebuah > > pengamanan yang lebih. > > > > "Artinya, kalau bangunan seperti Istana Merdeka, yang merupakan simbol > > negara dan bangsa Indonesia, jelas diperlukan pengamanan ganda (agar > tidak > > diserang rayap)," katanya. > > > > Ia mengatakan, saat ini rayap tidak hanya populer menyerang kayu sebagai > > bagian konstruksi bangunan rumah tinggal sederhana, namun telah merambah > > dengan menyerang bangunan vital seperti Istana Kepresidenan, gedung > > bertingkat tinggi, yang dari segi konstruksi hampir dikatakan aneh dapat > > terserang rayap, apalagi dilengkapi kayu awet kelas satu, basement > dengan > > lantai "slab" beton bertulang, atau sangat minimal menggunakan kayu > sebagai > > komponen struktural bangunan. > > > > Pada bangunan bertingkat tinggi itu, katanya, rayap menyerang > > komponen-komponen kayu sebagai bagian dari ornamen bangunan seperti > > furnitur, kitchen set dan yang lainnya. > > > > "Bahkan, pada beberapa kasus serangan rayap menghabiskan dokumen-dokumen > > yang berada di dalam gedung, menghancurkan wallpaper, merusak parquet, > dan > > bahan bangunan baru seperti gipsum, dan kondisi itu mengubah hama rayap > yang > > populer dari hama kayu menjadi hama bangunan," katanya. > > > > Pasalnya, kata dia, rayap tidak hanya menyerang struktur kayu, tetapi > juga > > mengganggu bangunan secara keseluruhan. > > > > "Oleh karena itu, tidak aneh jika keruginan yang diakibatkan rayap tidak > > kurang dari Rp 2,7 triliun," katanya. [TMA, Ant] > > > > > > > > pustaka tani > > nuraulia > > > > > > _____ > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > >
[Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

