>
> Aris: Jika saya bersahabat dengan kapitalis , maka saya
menggadaikan prinsip hidup saya,harga diri, moralitas saya dan
mungkin agama saya sendiri. Saya akan bahagia secara materi
(tapi benarkah itu membawa kebahagian sejati diatas sekian
ratus juta orang menderita).


*** saya sih tidak berpikir bahwa punya uang berarti bahagia,
tetapi at least bukankah ada dalam ajaran agama Semit (kristen
dan islam) untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarga?
bukan begitu bukan? bukankah itu juga agamamu***

>   
>   Sedang hidup itu sementara. Bila saya bersahabat dengan
kapitalisme berarti saya telah menyerah, putus asa dan
selamanya jadi kaki tangan yang kemungkinan kehilangan
orientasi hidup. Kehilangan kendali hidup saya sendiri.


*** nah dikau sudah memusuhi kapitalisme mentah2 tanpa
melihat dulu apa 'jeroan' nya...
apa itu namanya generalisasi?
sudah pernah belum 'gaul' dengan orang2 kapitalis?
hidup menjadi lebih berwarna....hehehehe.
apa sih musuh kapitalisme? bukan islam kok, bukan agama
manapun, musuh kapitalisme adalah fundamentalisme,
konservatif, dan ke-kolotan.***


>  
>  Terlebih informasi dari mas Alvin (sebagai pelaku
kapitalisme) sendiri bahwa kekuatan ISlamlah yang bisa
menghalangi kapilatalisme. So, malah harusnya aris makin
yakin... jalan yang ditempuh adalah sudah benar. Karena
kekuatan inilah yang nanti Insya Allah yang bisa menghadang
kapitalisme.  Bukan begitu bukan mas Alvin?



*** kekuatan islam itu bukan ancaman kapitalis, karena islam
pun terpecah2 menjadi teman dan musuh kapitalis...
lihat UEA, gedung mewah bertebaran, klub malam, hedonistis,
dan raja bergelimang uang...mereka orang islam lhooooo....pro
kapitalis pula!
jadi ga ada buktinya islam itu penghadang kapitalis!
yang suka teriak2 anti amerika itu kan saat ini iran dan
palestine, tapi harus diingat bahwa teknologi iran adalah hadiah
dari amerika...palestine selama ini hidup dari sumbangan.***

>
>

> >
>  Aris:
>   ehm... pluralisme malah sebenarnya membuat kapitalisme
itu makin kuat. Buktinya Indonesia, dengan pluralisme orang tak
punya standar baku dalam menimbang, merasa dan bersikap.
Pluralisme malah membesarkan kapilatalisme mas Alvin?
Bohong jika mas katakan itu sebuah kekuatan...


*** nah dikau sudah menjawabnya sendiri, kapitalisme dan
pluralisme itu memang berteman...
kapitalisme memang semakin menguasai indonesia kok,
pluralisme pun gak akan bisa dilibas dengan agama
manapun...
kita ini sudah terlanjur warna warni..
standar baku dalam bersikap? nah situ pikir aja sendiri, gimana
mau rakyat jadi pintar kalo pemimpin2nya blo'on? ***


>   
>   JIka saya boleh katakan RUU APP yang sekarang
sebenarnya masih cukup jauh dari SI. Secara pribadi jika
dukungan RUU APP aris layangkan semata mata, cara yang
paling aman untuk mengurangi pornoaksi dan pornografi saat
ini. Karena secara pribadi aris yakin, RUU APP bukan solusi
efektif melibas pornoaksi dan pornografi.


*** yah UU itu basi lah...nanti juga disahkan dan akhirnya
dilanggar juga...sistem hukum apa yg berlaku di indonesia?
ga ada man!!!***
>  
>

>
>   Aris:
>   Apakah mas Alvin bahagia menjadi kaki tangan? Meski
dengan berkelimangan harta melimpah ruah. Harta tak bisa
dibawa mati. Harta mas tersebut akan diwariskan pada anak
istri mas. Harta warisan tersebut bahkan akan dihabiskan
suami dari istri anda jika anda meninggal nanti.
>   Padahal mas yang capek-capek cari hartanya.
>   
>   Kaki tangan jika selamanya ingincari selamat, maka dia
harus jadi kaki tangan selamanya? begitu bukan mas Alvin.


*** istilah 'kaki tangan' memang berbau konotatis..
misalnya saya bilang 'kamu itu kaki tangan Allah'....kamu
bangga kan?
nah sama aja ini cuma soal transliteral bahasa aja kok...
istilah 'new world order' yang diciptakan dunia barat ga
selamanya buruk kalau kita bisa menimbang secara rasional...
think about it...
kalau kamu pikir amerika musuhin arab dan islam, nggak juga...
lihat saja sekutu2 amerika di jazirah arab...hampir semuanya
kan?***
>  
>

>
> Aris:
>   Kecerdasan bukanlah semata-mata ditentukan oleh IQ, tapi
masih ada ada EQ (emotional Q), SQ (Spiritual Q) dan IQ2
(Ideologis Q). 
>   Kecerdasan kita sama, IQ kita mungkin sama..... ada banyak
faktor yang membedakan posisi kita sekarang. Dan salah satu
hal tingkat pemimpin kita mungkin belum  tercerdaskan pada
kesadaran politik dalam arti sesungguhnya.......
>  
> >


*** nah kamu kalo campurin kecerdasan intelektual dengan
kecerdasan spiritual, itu bisa jadi ga nyambung...
karena dunia ini diciptakan oleh Allah dalam waktu 7 hari
(katanya), dan akan ada hari kiamat kedatangan Allah
(katanya)...tapi kalau kamu lihat sendiri kiamat itu diciptakan
oleh manusia sendiri yaitu global warming, polusi, penyakit,
kelaparan, dan perang...itu semua datang dari manusia.
dunia tercipta 7 hari? milyaran tahun bung!!!
jadi antara logika dan unsur ideologi, gak bisa dikawinkan.***


> > salam,
> > aris
> >
> >
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke