Kebetulan, saya sempat menyaksikan melalui berita di
TV7, sekitar jam 7 malam tadi.

Bagi yang sempat menyaksikan rekaman peristiwa itu
melalui televisi, apa komentar anda melihat
wajah-wajah beringas, berkelakuan preman, namun juga
memakai jubah putih, kopiah/sorban dan mengklaim
sebagai pembela Islam?

Kemudian bagi anda yang tidak sempat menyaksikan lewat
televisi, apa komentar anda mengenai tindakan anarkhis
menyikapi pandangan yang berbeda?

Salam

------------

http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2490&Itemid=1

Gus Dur Hadapi Teror Gerombolan Islam Radikal

Purwakarta, gusdur.net
Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
mereka membuat kegaduhan,” jelas ketua Steering
Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.

Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.

“Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
diskusi untuk membubarkan forum,” imbuhnya.

Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
perwakilan massa untuk berbicara. “Sebagian
mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
oleh orang yang mengaku beriman,” jelas Sona.

Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
forum. “Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
yang harusnya keluar dari sini,” kata Sona menirukan
Gus Dur.

Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi. “
Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,”
imbuh Sona.

Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
hari sebelumnya. “Sehari sebelumnya saya diundang MUI
Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
meminta forum tidak jadi dilaksanakan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
telah mengganggu ketertiban acara.

Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
kaum nahdliyyin. “Karena perbuatan mereka telah
menyakiti kaum nahdliyyin,” himbaunya.

“Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
itu,” imbuhnya.

“Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
mereka,” tegas Sona.

Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini dihadiri
oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan Syueb,
rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama Islam,
Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke