--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Lina: Namanya juga diagnosa. Bisa saja dan mungkin saja. Koruptor
> dan maksiat memang banyak terjadi di Jakarta, tapi banyak juga
orang salehnya yang mau berdziikir, berinfak, mengayomi anak yatim
piatu. Ini tidak pada umat Islam saja. Saya juga banyak melihat umat
> Kristen melakukan hal2 spt itu.

DH: jadi Jakarta gak mungkin kena musibah karena kaya akan zikir
dll? Lalu di Serambi Mekkah gimana mbak? jahat semua?

Kristen bukan thema disini, yang dibahas adalah umat Islam yang
katanya banyak tapi maksiat.

> Lina: Mungkin saja dan bisa saja. Namanya juga diagnosa.

DH: diagnosa apa mbak? vulkanologi, oceanologi atau dukun dukunan?

---------------------------

> Lina: Ada segolongan manusia yang bisa menangkap kehendakNya.
Namun  ada yang masih bebal. Ketika dinasehati, dikatakan mensyukur-
syukuri.
> >

DH: Tahunya yang telah menangkap atau tidak bagaimana ya? yang
menangkap langsung bebas musibah? Berapa % Muslim Indonesia yang
mampu menangkap menurut mbak?

----------------------------------------
>
> Lina: Gak tau pasti. Ini kan konteksnya bencana terjadi di daerah
> mayoritas muslim, di Indonesia.

DH: Kok bisa katakan, kebanyakan musrik? ada statistiknya?
> >
> > --------------------
> >
> Lina: Karena dalam Islam itu diajarkan bahwa ada adzab yang
ditunda dan ada adzab yang diberikan pada saat itu juga. Itu makna
dari sifat Allah yang Maha Rahim. Kalau mau bisa 'mendengar bisikkan
> Tuhan' dan 'menjadi peka', he..he...jaga makanan dari makanan
haram,  jaga perbuatan dari perbuatan maksiat, selalu bersihkan
hati. Tanda2nya: tidak selalu berfikir materialis. Let's do it.


DH: bagaimana caranya mendengar bisikanNya? Mbak sudah pernah
dibisiki? Makanan yang haram bagi agama lain berlaku bagi penganut
agama lin gak? misalnya sapi bagi saudara Hindu Bali?
Mbak samasekali bersih dari materialistis? Betul?
Coba mbak tanya korban Merapi: "sodara sodara, mau saya doakan atau
saya beri bantuan materiil. pakaian, obat obatan, makanan, tenda"?

> > ---------------------
>
> Lina: up to u. Silakan bciara soal fenomena fisika. Saya hanya
ingin menekankan bhw fenomena fisika itu adalah sunatullah
(he..he..saya  juga gak bisa melepaskan iman/agama saya dari segala
ilmu)

DH: lho yang suru lepaskan siapa? tapi ukuran skala richter itu anda
mau ganti apa dari ayat kitab suci? anda mau ganti vulkanologi
dengan apa? tsunami adalah terkait dengan lempeng patahan, atau mbak
ada keterangan lain?

> Lina:
> Nyatanya dalam Islam semua ada jawabannya. Nanti kalau saya
kutipkan  Sabda Tuhan dalam AlQur'an ttg ini, apa itu juga artinya
kita yang mengatakan? Ketika mas Nizami mengutipkan ayat2 tersebut,
dikatakan negatif pula.

DH: jawabannya apa terhadap sebab gempa? jawabannya apa terhadap
tsunami? bagaimana menghindarkannya menurut kitab? mbak nasehati
dong pak SBY. Mas Nizami kutib apa yang menerangkan bagaimana
menghindari bencana? gak ada tuh?

jawaban apa untuk mengatasi keterbelakangan bangsa kita? mbok kasih
tahu pak SBY dong kasihan rakyat kita gini terus, padahal di kitab
semua ada...

Salam nalar

Danardono






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke