Saya kira sudah jelas mas...Abu bakar sebagai seorang individu boleh 
beraktivitas sosial boleh kan bahkan harus. Yah mungkin kalau Jurbir HTI dia 
mendirikan sekolah atas nama pribadi ya boleh-boleh saja tho, BUkan sekolah 
yang didirikan lembaga HTI lho ya. Tapi atas nama pribadi.
   
   Kalau saya dulu misalnya ngajar TPA anak-anak di sekitar kampus boleh-boleh 
saja... wong mau nambah amal ibadah masing-masing ko. Siapa yang melarang, kali 
antum dapet pemahamannya separo-paro belum tuntas hingga akar-akarnya. Dan 
belum tuntas pus antum sudah nolak duluan....Maaf ya mas^_^ jangan marah lho 
ya. Nanti cepat tua ^_^
   
  Kadang penjelasan diberikan sesuai dengan kadar penerimaan orang.Kecuali 
mungkin yang di Aceh, dan Yogya itu beda lagi itu Tabanni masalih... Lihat 
kasusnya, seberapa dampak besarnya hal tersebut bagi masyarakat. TM tidak juga 
selalu aktivitas sosial, aksi menyerukan penurunan BBM juga termasuk 
TM...semoga tidak pusing ya... ^_^ CMIIW. Dilihat seberapa besar dampak kasus 
itu pada masyarakat yang luas. Tabanni masalih kan artinya mengadopsi 
kemaslahatan masyarakat yang besar dan diabaikan oleh pemerintah dalam proses 
pengelolaannya. Intinya pemerintah lalai dalam tugasnya pada kasus itu.
   
   Ini perlu penjelasan yang cukup panjang mau diskusi via japri saja?
   
  salam,
  aris

Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  kalau pakai gak ngaku bahwa HTI dulu melarang anggotanya terlibat dalam
aktivitas sosial, ini baru boong.

===

ini diskusi ttg aktivitas sosial yg akhirnya jadi boleh tsb

===

Demikian pula tentang bantuan sosial untuk korban bencana alam. Simplifikasi
dan overgeneralisasi sering menyebabkan kekaburan pemahaman tentang hal ini.
Selama ini kita sering menggunakan dalil tentang sirah nabawiah peristiwa
pembebasan budak bilal yang dilakukan oleh Abu Bakar dan tidak dilakukan
secara terorganisir oleh Rasulullah sebagai dalil tidak diperbolehkannya
aktivitas sosial bagi sebuah partai politik. Penarikan kesimpulan bagi saya
pribadi tentang peristiwa ini hanyalah....Rasul tidak mengajarkan PERUBAHAN
ISLAMI melalui aktivitas sosial.

Dalam realitanya, rasul saat itu maupun kita saat ini tidak hanya dihadapkan
pada agenda-agenda perubahan yang terencana namun juga dihadapkan pada
kondisi darurat akibat makar kaum kufar maupun musibah. Secara jujur,
pernahkah kita menelaah kembali pemahaman terhadap peristiwa boikot yang
dilakukan oleh kaum musyrik pada bani hasyim dan bani abdul mutholib selama
dua atau tiga tahun? Boikot selama dua-tiga tahun tentu secara fisik
memukul kehidupan kaum muslim, pangan, pakaian, obat2an. Dari mana mereka
memperoleh bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya? Ada beberapa
fakta disini yang perlu kita ingat:

1. Dalam kondisi boikot, jelas dibutuhkan pengorganisiran bantuan
sosial maupun pangan. Mustahil hal tersebut dilakukan secara sporadis,
karena akan terjadi kekacauan distribusi.
2. Boikot tersebut terjadi karena persoalan dakwah Muhammad SAW
3. Muhammad SAW adalah seorang yang paling dipercaya saat itu dan
menjadi informal leader bagi bani hasyim maupun bani abdul mutholib.

Hingga saat ini (karena ilmu yang terbatas) saya tidak tahu apa yang
dilakukan Rasul saat itu. Apakah berdiam diri saja? Ataukah ikut membantu
mendistribusikan bantuan? Silakan kawan2 yang mumpuni bantu saya untuk
menemukan jawabnya.

Saya tidak bermaksud mencari justifikasi bagi tabbani maslihul aceh atau
jogya, namun yang ingin saya tekankan disini adalah upaya untuk tidak
terjebak dalam overgeneralisasi atau simplifikasi dengan menjustifikasi
bahwa ini boleh…itu tidak boleh…tanpa berusaha melacak kembali pada
pemahaman dasar kita.




On 7/5/06, aris solikhah wrote:
>
> Lho piye tho mas Jenengan itu, saya cinta IPB, cinta Bogor, lha di sini
> saya lagi latihan nulis, latihan banyak hal ^_^..... latihan dewasa,
> dimanapun bumi pijak idealisme itu ya akan mengitari hidup saya Insya
> Allah... Klo jadi guru juga... mungkin akan saya kombinasikan sains dengan
> nilai religiusitas (idealisme saya) plus aplikasi ilmu Toto Chan ^_^.
>
> Emang jadi penulis sains dan religiusitas juga salah, membantu orang yang
> butuh informasi juga salah, membantu teman-teman wartawan buat press release
> juga salah... jenengan ko gitu sih. Mau jadi pedagang pun idealitas itu
> Insya Allah tetap ada. Lha wong status saya muslim kebetulan bekerja di sini
> ko. Jenengan ko maksa sih... suka atau tidak ini kan pilihan hidup saya.
> saya juga bukan istri mas, jadi jangan membandingkan dengan istri mas. Dan
> sekali-kali membandingkan saya dihadapan istri mas, pasti cemburu beliau he
> he he ...
>
> Sebagai Individu bukan hal yang tabu seorang muslim terlibat aktivitas
> sosial... malah sudah sewajarnya...wah.. jenengan itu beberapa hal kurang
> memahami teman-teman HTI dan metode dakwahnya yang sudah baku rupanya....
> maaf lho mas. Maka saya sarankan ya mas, ngobrol banyak dengan teman-teman
> yang beda harakah.. biar ada jembatan komunikasi yang baik dan tidak
> su'udzan terus.
>
> Kalau individu suatu organisasi Islam tidak ikut serta terlibat aktivitas
> sosial masyarakat bagaimana mungkin dia mau beramal tho mas. Sepehaman saya
> dalam Islam ada tiga kewajiban, kewajiban individu, kewajiban anggota sebuah
> ormas (ini kalau ada orang yang tergabung dalam ormas Islam) dan kewajiban
> negara.
>
> Yah.. kalau masing-masing individu mau HTI, mau PKS, mau FPI, MMI, mau
> Muhamadiyah, Persis, Mau NU, Salafi, tablig semuanya hendaknya beraktivitas
> sosial...sebagai individu. Kalau ternyata aktivitas sosial mengatasnamakan
> organisasi masa tertentu itu beda lagi. Kali saja memang tujuan pendirian
> organisasinya begitu.... terserah yang membuat organisasi. Jadi double deh
> aktivitas sosial di masyarakat atas nama ormas dan pribadi. Gitu
> mas...CMIIW.
>
> Kalau suatu saat juga semisalnya saya nggak jadi guru, tapi buka training
> dan konsultan emang nggak boleh... ya suka-suka saya tho. Kalau impian
> pekerjaan saya suatu saat ganti, apa juga nggak boleh...^_^
> salam,
> aris
>
>
>
> Ari Condro > wrote:
> justru kalau mbak aris mengejar impian menjadi guru, saya akan lebih
> menghargai.
>
> HT kan punya SDIT di Bogor ? belum yg punyanya tarbiyah, iya kan...
> sekolah senada semacam SMU dwi warna di parung ... kan juga ada. terus
> kenapa masih stack di sana ?
>
> istri saya tidak bekerja di perusahaan. dia memilih aktif di masyarakat,
> mengelola posyandu dan PADU - Pendidikan Anank Dini Usia, konsep swadaya
> pre
> school ala posyandu/dep kesehatan. aktif bikin jaringan dan meningkatkan
> kualitas keluarga dan para ibu. Dan inilah yang saya sebut sebagai gerakan
> feminisme yang membumi.
>
> dia yang memilih, dia yang menjalani, dan dia bermanfaat buat orang
> banyak.
>
> ===
>
> dan untuk melakukan itu, tidak perlu merubah negara terlebih dahulu. dulu
> HT menolak sama sekali untuk terlibat aktif dalam aktivitas sosial, namun
> HT
> sekarang mulai berubah, ikutan membantu orang dalam bencana aceh dan
> jogja,
> bikin sekolah dan lain lain, saya memujiken untuk aktivitas sosial tsb.
>
> ===
>
> salam,
> Ari Condro
>
> On 7/5/06, aris solikhah wrote:
>
> kalau Anda tahu malah saya ingin jadi guru (biologi atau matematika atau
> fisika) saja plus penulis lepas he he he, impian yang sederhana bukan.
> Semua
> pilihan hidup baik asal halal dan ridhoi Allah^_^.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]

> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]

> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

>
> Yahoo! Groups Links
>
> The great job makes a great man
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links










The great job makes a great man
  pustaka tani 
  nuraulia

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke