Mas Yohanis, mbak Aris dan para rekan semilis,

saya pernah study S2 di Jerman jurusan banking, singkatnya Jerman 
adalah demikian:

* mengurus visum (student): 15 menit! asal surat surat lengkap lho 
ya. Langsung diberikan untuk 4 tahun.

* management universitas sangat optimal dan effisient, perbandingan 
theori dan praktek sangat seimbang banyak tekhnologi banking yang 
saya bawa, sampai masuk karir banking di Austria

* jaminan sosial bagi semua: penduduk asli atau pendatang, kulit 
warna apapun, agama apapun: optimal dan 1A! teman saya, anak Batak, 
dapat bantuan uang heater, karena mengaku tak dapat bantuan orang 
tua lagi. kalau anda dapat anak, masabodoh kawin betul atau dengan 
teman serumah, dapat bantuan negara, dibayar bulanan. setiap anak 
mendapat bantuan negara.

* sekolah bagi anak anak gratis sampai universitas (waktu itu)

* teman teman Indonesia yang kesempitan budget, sudah berkeluarga 
mendapat pembagian rumah sosial (murah tapi hanya untuk mereka ber 
income rendah)

* kami yang persiapkan ujian akhir (S2 atau S3) dapat scholarship 
automatically (kalau memohon): BAFĂ–G

* sebagai student kalau sakit langsung dibiayai, karena sebagai 
student membayar premi assutansi yang sangat rendah

* kalau ada perlakuan tak adil, dari siapapun, juga dari instansi 
pemerintah, dapat mengajukan aduan kepengadilan


Nah, apa tak islami? negara syariah mana yang mau saingi? sogok 
sogokan? tak uk uk ya? salah salah anda ditangkap polisi..


salam hangat

danardono





--- In [email protected], "Yohanis Komboi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Mbak Aris,
> 
> Mas kira-kira adakah korelasi juga, disana jumlah anak mudanya 
sedikit. Para
> ibu-ibu malas melahirkan karena biaya hidupnya sangat tinggi dan 
mereka
> memilih bekerja, hidup kumpul kebo tanpa mau punya anak.
> 
> yk: Pertanyaan biasanya berangkat dari keingintahuan tetapi 
pertanyaan Anda
> di atas sungguh menunjukkan perceived value Anda. Di dalamnya 
tersirat
> keengganan melihat manusia dengan takaran yang sama.
> 
> Saya sungguh ingin tahu jawaban mas imuchtarom atas pertanyaan 
Anda. Jerman,
> spt banyak negara lain sering dikomentari temanteman sebagai 
sangat islami.
> Tentu saja komentar itu sendiri absurd tetapi memahami bahwa yg 
dimaksudkan
> adalah gambaran ideal yg sesuai dengan tatanilai si teman maka 
absurd itu
> bisa saya pahami.
> Ups-and-downs suatu society sudah banyak ditulis dan sdh banyak 
juga yg
> diterjemahkan dalam kategori 'sejarah peradaban'. Kalau mau, tanpa 
harus ke
> Jermanpun Anda bisa mempelajarinya. Banyak yang bisa kita pelajari 
darinya,
> lebih daripada melatih kepiawaian memberi stigma.
> 
> Yang saya dengar dari teman yang pernah dapet beasiswa di Jerman 
angka
> harapan hidupnya tinggi. jadi yang orangtua lebih banyak dibanding 
anak-anak
> kecilnya, loss generation? Benar nggak?
> 
> yk: Biasakan memakai terminologi yang tepat.
> 
> Kalau ya...eks PHK Dirgantara bisa dikirim kesana... daripada di 
sini
> disia-siakan. Sayang sekali. Sambil membangun kekuatan untuk 
membangun
> negeri.
> 
> yk: Sudah terjadi mbak. Pak Danar bisa confirm soal ini.
> 
> yk
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke