Islam anti terhadap demokrasi dan hak asasi???? Hal itu sangat tidak 
mendasar dan saya kira hanya diucapkan oleh mereka yang memahami Islam 
setengah hati (ada band banget sih)

Ketika ada negara Islam belum melaksanakan HAM, apakah ada salah 
penafsiran terhadap firman2 Allah SWT?? TENTU SAJA IYA!! Karena pada 
dasarnya Tidak ada agama yang melarang kebebasan berbicara dan tidak 
ada agama apapun yang memerintahkan umatnya berlaku diskriminatif, 
Tidak ada agama yang melegalkan kekerasan, Tak ada ajaran agama yang 
menganjurkan kekerasan terhadap kelompok dan agama lain.  
Ketika ada terorisme terhadap Barat oleh teroris Islam, sudah jelas 
itu bukanlah mewakili Islam. Karena Al Qur'an & Nabi Muhammad tak 
pernah menyuruh umat muslim melakukan teror.
Ketika ada aksi pembantaian etnis Bosnia di Semenanjung Balkan oleh 
penganut Kristen bukankah nabi Isa yang penuh cinta kasih adalah orang 
suci yang tak pernah menganjurkan kekerasan. 
Ketika terjadi pembantaian bangsa Palestina oleh Israel bukanlah sifat 
sejati umat Nabi Musa yang selalu menyuruh ke arah perdamaian

Diskriminasi perempuan Muslim oleh negara islam, baik di bidang 
politik, hukum, dan sosial, apakah BUKAN KARENA berakar dari budaya 
yang berwatak patriarki dan didominasi pria? Sebab kebebasan dan 
kesetaraan itu dianggap dapat mengancam posisi historis tradisional 
para pemimpin dan penjaga budaya tersebut (baca kaum pria).  Karena di 
jaman nabi bukankah telah banyak perempuan yg jd wanita karier 
(istilah sekarang: berbisnis, guru, tentara, dokter dll)

Kalo demokrasi, HAM & perempuan hanya berkiblat pada Amerika tentunya 
salah besar, Demokrasi bukanlah kopinya Dome yang sama disetiap outlet 
semua negara, bahkan McD di Indonesiapun ditambah nasi biar sesuai 
dengan perut Indo hal itu berarti standar demokrasi-pun tidak bisa 
dipukul rata satu paket disemua negara (terbukti gagal di negara2 yg 
telah 'didemokrasikan" oleh amrik)


--- In [email protected], aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kangmas.. kangmas, 
>   Kenyataannya slogan demokrasi dan HAM tak seindah impian... bila 
memahami makna terdalam, sejarahnya, alur berpikirnya, perilaku 
penjual demokrasi dan HAM sendiri yang sering membuktikan bahwa 
demokrasi tak menerima Islam. 
>    
>    Islam yang dipandang selintas, sebelah mata, dengan pandangan 
yang kurang mengenakkan bahkan digugat pemeluknya sendiri.. malah 
seringkali menunjukkan memuliakan manusia. Sejarah lebih banyak 
berbicara, itu pun jika kita memahami dan arif memandang sejarah agama 
sendiri.
>    
>    Mungkin saya juga tak perlu mendebat Anda mas kali ini, nanti 
saja kalau mimpi telah jadi nyata, semua tinta habis melukiskan kata-
kata indahnya Islam.
>    
>   Kisah Afganistan, kisah Irak, KIsah Hirosima Nagasaki, kisah 
Vietnam, Indonesia ini juga mau diujicoba kan..... potret slogan 
demokratisasi dan HAM. 
> 
>   Teman-teman yang memperjuangkan gender sedang memperjuangkan 
kesetaraan yang Anda inginkan di DPR, mungkin ada baiknya kalau Allah 
mengizinkan sekularisasi, Amerikanisasi dan liberalisasi itu gencar di 
Indonesia.. sehingga orang akan tahu bagaimana nasib bangsa ini..
biarlah orang yang tertidur bangun dari tidurnya...dan membelalakan 
matanya. 
>    
>   Oh ya btw tentang HAKI, kemarin  Elizabeth Wiese, science writer 
dari USA Today kemarin datang ke IPB, saya sih cuma dengerin saja 
meski bahasa inggrisku ancur.. saya ingin sedikt berbagi mas Arcon. 
Para peneliti disana sedang mengusahakan suatu konsep para petani di 
Asia, Afrika, dll bisa mengakses hasil penelitian mereka dengan tanpa 
terbebani membayar royalti hak paten pada penemunya yang mahal. Selain 
itu hak paten itu bikin mereka ndak kreatif, lha iyalah setiap mau 
mengembangkan yang sudah ada mereka musti bayar dulu royalty.
>    
>    
>   Bersyukurlah barat pada dunia Islam, dulu tidak ada hak paten, dan 
memang demikianlah Islam mengajarkan bahwa ilmu itu milik Allah 
sehingga siapapun boleh menikmati dan mengembangkan tanpa dipungut 
bayaran. Sehingga ilmu dan teknologi berkembang pesat.. sekarang mau 
meneliti apa harus bayar royalti ke Perusahaan Penelitian negara 
pujaan Demokrasi dan Sekular,.. kapan pinter dan kreatifnya orang 
Indonesia. Parahnya penelitian itu hasil orang Indonesia, karena 
kerjasama dengan asing diklaim miliknya. 
>    
>   Kalau ada orang Islam berlomba-lomba menerima hak paten... lucu, 
lha disana aja mau menghilangkan. Kalau ada orang Islam Indonesia 
lomba-lomba menghambakan demokrasi dan meninggalkan Islam.. yah gimana 
ya.. lha wong di Barat dan Amerika.. orang-orang berbondong-bondong 
mempelajari Islam.  Ini namanya keseimbangan alam. Ada yang pergi dan 
ada yang masuk. ^_^
>    
>   salam,
>   aris
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>    
>   
> Ari Condro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Mbakyu mbakyu,
> 
> saya kan hanya mencoba memberi kilikan, bukannya beberapa kalangan 
Islam
> selama ini membawakan idiom bahwa islam itu tidak compatible dgn 
demokrasi
> bahkan menolak, islam menolak HAM, islam juga tidak mau ajaran 
perbudakan
> dan jihad dihapuskan dari fikih, keselamatan hanya ada dalam Islam, 
dalam
> islam hak lelaki juga diatas hak wanita dan lain lain :p
> 
> bukankah legalisasi perbudakan dan penerapannya dalam sebuah Islamic 
State
> justru menjadi penjelas mungkinnya semua klaim diatas diwujudkan ...
> 
> 
> kemungkinan diatas hanya akan mejadi berbeda ketika perbudakan kita 
tolak,
> otomatis kita akan dealing juga dengan semua konsekuensi 
lanjutannya, HAM,
> Dmeokrasi, dan lain lain ... :D
> 
> 
> salam sayang,
> Ari Condro
> 
> On 9/29/06, aris solikhah wrote:
> >
> > Yah saking liarnya menyimpang dari syariat Islam dan serampangan, 
orang
> > yang pro syariah akan menolaknya tentu saja termasuk NU sendiri 
^_^. Kecuali
> > NU alirannya mas Arcon ^_^.
> >
> > Nugroho Dewanto >
> > wrote:
> > bung arcon,
> >
> > ide anda ini orisinal, cerdas, meski liar hehehe....
> >
> > At 12:08 PM 9/28/2006, you wrote:
> >
> > >makanya di legalkan saja itu perbudakan. biar status hukumnya 
jual beli
> > >wanita dan anak naka bisa ndompleng masuk dalam perbudakan.
> > >
> > >pernah ingat film little missy ndak, sinetron/televovela dari 
amerika
> > >selatan yg pertama kali. dia kan budak kulit putih. menurut aris, 
ini
> > >disebabkan karena perang atau karena kemiskinan orang tuanya 
sehingga
> > >menjual anaknya menjadi budak, hayo ......
> > >
> > >dan yg saya sebut perbudakan itu ndak cuman jual perempuan, tapi 
juga
> > anak
> > >anak. jadi termasuk yg anak cowok juga.
> > >
> > >===
> > >
> > >setelah digedein sesuai rencana domba, kan bisa dipekerjakan .. 
jadi
> > tukang
> > >kebun kek, apa tukang angkat angkat barang. kalo lagi baik, 
dibebasin,
> > pas
> > >bulan puasa lagi .. pahala berlipat gitu lho ... mosok ndak 
tergiur.
> > >
> > >selain itu selama proses membesarkan di islamkan juga, trus 
disuruh
> > ikutan
> > >jadi anggota pasukan jihad. meninggal di jalan Allah langsung 
masuk
> > surga.
> > >sangat baik untuk masa depan para budak tersebut. lagian ndak 
perlu
> > pusing
> > >ngasih warisan atau pesangon kalo mau memecat eh .. memerdekakan 
mereka
> > kan
> > >?
> > >
> > >buat yg industriawan besar, jadi souerce tenaga murah tanpa harus 
ribut
> > >dengan UU ketenagakerjaaan ... :p mungkin kalau ada negara islam 
yg punya
> > >sumber daya alam dan sumber daya budak cukup besar, plus 
infrastrukturnya
> > >bagus, bisa menarik investor untuk menanam modal dan mendirikan 
pabrik di
> > >sana.
> > >
> > >barangkali HTI berminat ... untuk menghidupkan isu perbudakan ini 
di
> > negara
> > >islam yg akan didirikan ?. ada dua keuntungan yg saya baru pikir 
sekarang
> > >ini.
> > >
> > >- budak lelaki jadi tenaga murah industri
> > >- budak wanita bisa sekaligus jai pelampiasan nafsu jadi tidak 
perlu
> > membuat
> > >industri seks yg harom itu ..
> > >- tidak perlu pusing kb, soalnya anak kedua dan seterusnya bisa 
disetting
> > >pemerintah, wajib jadi budak. jadi makin banyak anak, makin besar 
pula
> > stok
> > >budak yg didapat. umat islam anti KB bukan ?
> > >
> > >ini bisa menjadi daya tarik investasi tersendiri lho.
> > >
> > >salam,
> > >Ari Condro
> >
> >
> > 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> > 
**********************************************************************
*****
> > __________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> > The great job makes a great man
> > pustaka tani
> > nuraulia
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Get your email and more, right on the new Yahoo.com
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://
groups.yahoo.com/group/ppiindia
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> The great job makes a great man
>   pustaka tani 
>   nuraulia
> 
>               
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
>  Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke