Let me guess.. bentar lagi bakal ada yang reply begini:

Jadi polisi yang menembak itu warga warga negara 'ember ikan'..
bla bla bla..

Well, bisa juga sih contohnya lain/baru lagi.. :-p
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 6/20/07, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Dari Detik.com diberitakan bahwa anak Abu Dujana
> bercerita kalau bapaknya disuruh jongkok kemudian
> ditembak oleh polisi (Densus 88) dari belakang di
> depan anaknya, Sidik yang berumur 8 tahun.
>
> Kira2 apakah seperti itu cara polisi menangkap
> tersangka teroris? Yaitu dengan cara teroris pula di
> depan anak kecil.
>
> Di Indonesia kan sering terjadi kasus salah tembak
> seperti di Alas Tlogo yang menewaskan ibu hamil dan
> anak balita. Salah tangkap bahkan salah vonis hukuman
> juga terjadi seperti pada kasus Sengkon dan Karta.
>
> Nah seandainya Abu Dujana ditembak oleh polisi,
> kemudian di pengadilan ternyata terbukti tidak
> bersalah, apakah polisi hanya minta maaf (ini kalau
> polisi mau minta maaf)? Maaf ya karena telah menembak
> kakimu?
>
> Sepertinya isyu terorisme ini benar-benar pesanan dari
> AS dan Australia sehingga hukum Indonesia seperti asas
> Praduga Tidak Bersalah diinjak-injak oleh polisi yang
> seharusnya jadi penegak hukum.
>
> Kalau orang sudah menyerah dan jongkok mbok ya jangan
> ditembak...
>
> detikcom - Bersama 4 Anaknya, Istri Abu Dujana Datang
> ke Mabes Polri
> 18/06/2007 14 <javascript:void(0)>:04 WIB Anak Abu Dujana: Bapak Disuruh
> Jongkok, Terus Ditembak. 18/06/2007 13 <javascript:void(0)>:54 WIB Bersama
> 4 Anaknya, Istri Abu Dujana Datang ke Mabes Polri ...
> www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/18/time/
> 135416 <javascript:void(0)>/idnews/794881 <javascript:void(0)>/idkanal/10
>
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]<syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke