Quote: ".. jangan kaitkan pemboman yang memakan korban bangsa kita sendiri, apalagi yang sesama agama, dengan soal AS. Ini masalah kita, bukan masalah AS.
Tak ada pembentukan opini apapun, yang kita lihat fakta. Ada terorisme ato tidak. titik. Ini yang harus kita tuntaskan. Opini orang, yahhh biarlah.. .." Benarkah apa yang terlihat itu pasti itu faktanya? :-p Atau ada yang namanya 'pembiasan' & pembentukan/penggiringan opini? Toh banyak pihak yang mengakui keterlibatan intel dalam aksi" kalangan garis keras.. seperti Neo NII, Komando Jihad, dll.. Terima kasih atas sarannya agar saya tidak bosan belajar, Eyang.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K *http://www.sinarharapan.co.id/berita/0706/13/nas05.html * *Buku Robert Dreyfuss "Devil`s Game" Perselingkuhan Politik AS-Islam Fundamentalis* Yogyakarta- Buku karya Robert Dreyfuss yang berjudul Devil`s Game : How the United States Helped Unleash Fundamentalist Islam yang sempat mengagetkan publik Amerika telah hadir di Indonesia. Malahan bu-ku ini sudah pula diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Devil`s Game Orchestra Iblis: 60 tahun Perselingkuhan Amerika-Religius Ektrimis. Kehadiran buku Devil's Game yang sudah diterjemahkan ini ditandai dengan acara bedah buku yang diselenggarakan di Gedung Wanitatama, Yogya, Selasa (12/6). Menurut Dr. Agus Maftuh Abegebriel dari SR-Ins Publishing yang menerbitkan buku terjemahan ini, karya Dreyfuss yang satu ini merupakan konklusi dari pengembaraannya di gurun sahara politik Timur Tengah. "Investigasi Dreyfuss ini melibatkan para pejabat Departemen Luar Negeri AS, para mantan pejabat intelejen, para diplomat, militer dan para expert Timur Tengah," tutur Agus yang juga dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Agus menambahkan buku ini membeberkan data ke-terlibatan AS dalam proyek penumbuhsuburan religius ekstrimis. Dengan kata lain, karya Robert Dreyfuss, ang-gota The American Society of Juornalist and Authors (ASJA) dan Investigative Reporters dan Editors (IRE), membuka tabir gelap perselingkuhan politik antara Amerika Serikat (AS) dan kaum Islam fundamentalis. "Penyingkapan tabir perselingkuhan AS dan religius ekstrimis atau Islam Fundamentalis itu, diharapkan akan semakin dipahami apa yang telah terjadi sesungguhnya sehingga dapat diwujudkan nilai humanisme," kata Agus. Sementara itu, Erwan Widyarto, salah satu panelis yang membedah buku ini menyatakan, buku terjemahan ini akan mengisi kekosongan informasi atau sejarah hubungan AS–Islam politik yang masih minim. (yuyuk sugarman) --------- On 6/21/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gini lhooo.. kalau bener nggak happy kalo bom njebluk, ya kita keep > away dari sikap membenarkan para terdakwa. Biar polisi bekerja, dan > serahkan file ke kejaksaan. > > jangan kaitkan pemboman yang memakan korban bangsa kita sendiri, > apalagi yang sesama agama, dengan soal AS. Ini masalah kita, bukan > masalah AS. > > Tak ada pembentukan opini apapun, yang kita lihat fakta. Ada > terorisme ato tidak. titik. Ini yang harus kita tuntaskan. Opini > orang, yahhh biarlah.. > > jangan bosan belajar, nak. > > Salam > > danardono > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, IrwanK > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > (sub) Kalimat terakhir koq makin ngaco aja.. :-P > > Eyang ini sudah tua koq malah gak ngajarin yang bener toh.. > > Bisa"nya menuduh saya makin happy dengan banyaknya bom meledak > > (njebluk).. Kalau ini cuma bercanda, aneh betul.. selera > bercandanya > > ortu satu ini.. :-) > > > > Saya mengutuk aksi pemboman terhadap warga sipil (yang sebenarnya) > > siapapun pelakunya.. TERLEBIH kalau (benar) aksi itu hasil 'binaan' > > pihak" lain yang ingin membentuk opini bahwa Indonesia marak dengan > > terorisme.. termasuk pengkait"an terorisme dengan label muslim.. > > > > CMIIW.. > > > > Wassalam, > > > > Irwan.K > > > > On 6/20/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Sepertinya isyu terorisme ini benar-benar pesanan dari > > > > AS dan Australia sehingga hukum Indonesia seperti asas > > > > Praduga Tidak Bersalah diinjak-injak oleh polisi yang > > > > seharusnya jadi penegak hukum. > > > > > > Lho kok issue to? lha bom yang njebluk itu fatamorgana atau apa > ya? > > > Yang mati tersayat bom itu hanya main ludruk apa ya? benernya > nggak > > > mati? > > > > > > Rupanya makin banyak bom njebluk, makin happylah bung Nizami? mas > > > Irwan juga kali yah? > > > > > > Salam > > > > > > danardono > > > > > > --- In [email protected] > > > <ppiindia%40yahoogroups.com><ppiindia%40yahoogr > oups.com>, > > IrwanK > > > <irwank2k6@> wrote: > > > > > > > > Let me guess.. bentar lagi bakal ada yang reply begini: > > > > > > > > Jadi polisi yang menembak itu warga warga negara 'ember ikan'.. > > > > bla bla bla.. > > > > > > > > Well, bisa juga sih contohnya lain/baru lagi.. :-p > > > > CMIIW.. > > > > > > > > Wassalam, > > > > > > > > Irwan.K > > > > > > > > On 6/20/07, A Nizami <nizaminz@> wrote: > > > > > > > > > > Dari Detik.com diberitakan bahwa anak Abu Dujana > > > > > bercerita kalau bapaknya disuruh jongkok kemudian > > > > > ditembak oleh polisi (Densus 88) dari belakang di > > > > > depan anaknya, Sidik yang berumur 8 tahun. > > > > > > > > > > Kira2 apakah seperti itu cara polisi menangkap > > > > > tersangka teroris? Yaitu dengan cara teroris pula di > > > > > depan anak kecil. > > > > > > > > > > Di Indonesia kan sering terjadi kasus salah tembak > > > > > seperti di Alas Tlogo yang menewaskan ibu hamil dan > > > > > anak balita. Salah tangkap bahkan salah vonis hukuman > > > > > juga terjadi seperti pada kasus Sengkon dan Karta. > > > > > > > > > > Nah seandainya Abu Dujana ditembak oleh polisi, > > > > > kemudian di pengadilan ternyata terbukti tidak > > > > > bersalah, apakah polisi hanya minta maaf (ini kalau > > > > > polisi mau minta maaf)? Maaf ya karena telah menembak > > > > > kakimu? > > > > > > > > > > Sepertinya isyu terorisme ini benar-benar pesanan dari > > > > > AS dan Australia sehingga hukum Indonesia seperti asas > > > > > Praduga Tidak Bersalah diinjak-injak oleh polisi yang > > > > > seharusnya jadi penegak hukum. > > > > > > > > > > Kalau orang sudah menyerah dan jongkok mbok ya jangan > > > > > ditembak... > > > > > > > > > > detikcom - Bersama 4 Anaknya, Istri Abu Dujana Datang > > > > > ke Mabes Polri > > > > > 18/06/2007 14 <javascript:void(0)> <javascript:void(0)> > <javascript:void(0)>:04 > WIB Anak > > > Abu Dujana: Bapak > > > Disuruh > > > > > Jongkok, Terus Ditembak. 18/06/2007 13 > > > > > <javascript:void(0)><javascript:void(0) > ><javascript:void(0)>:54 > > > WIB Bersama > > > > > 4 Anaknya, Istri Abu Dujana Datang ke Mabes Polri ... > > > > > > > > > www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/18/tim > > > e/ > > > > > 135416 <javascript:void(0)> > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

