Saya kira orang Indonesia,
semuanya, apapun agamanya
entah Budha, Hindu , Kristen, Katholik, apalagi Islam

SEMUANYA MENGUTUK pemboman atau terorisme.

Tapi kalo ada bom meleduk,
apa ya kita terus mengambil orang Jenggotan
yang sedang jalan2 di pasar,
atau di manapun.

Apa iya menyelesaiken masalah ?
Apa iya pemboman terus berhenti ?

Lha yang ngebom itu siapa sih ?

Kalau cuman trik-trik kamera Holywood,
trik software morphing 3D,
hewan saja bisa terlihat berbicara,
apalagi cuman trik2 manusia.


Pada tanggal 20/06/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
>
>
>
>
> > Sepertinya isyu terorisme ini benar-benar pesanan dari
>  > AS dan Australia sehingga hukum Indonesia seperti asas
>  > Praduga Tidak Bersalah diinjak-injak oleh polisi yang
>  > seharusnya jadi penegak hukum.
>
>  Lho kok issue to? lha bom yang njebluk itu fatamorgana atau apa ya?
>  Yang mati tersayat bom itu hanya main ludruk apa ya? benernya nggak
>  mati?
>
>  Rupanya makin banyak bom njebluk, makin happylah bung Nizami? mas
>  Irwan juga kali yah?
>
>  Salam
>
>  danardono
>
>
>   



-- 
Salam Revolusi IT Indonesia !!!!

Alpha Bagus Sunggono
------------------------------------------------------
http://bagusalfa(dot)blogspot(dot)com

Kirim email ke