> > >hehehe bung nizami kenapa harus membonceng email farid gaban >(atau satrio) untuk menembak saya? kurang pede ya? >perilaku anda sungguh menyedihkan. > >perlu anda ketahui, ada sejumlah wawancara dengan berbagai >orang, membaca segepok dokumen --termasuk berita acara >pemeriksaan (bap), dll-- yang dilakukan jurnalis tempo sebelum >menulis berita. itu disiplin verifikasi yang kami lakukan setiap >minggu. > >anda mungkin juga tak paham atau tak mau paham, media punya >penilaian sendiri yang bisa berbeda dengan penilaian pengadilan. > >kalau cuma mengikuti penilaian hakim di pengadilan, seperti anda >inginkan, mestinya kita semua juga harus akui soeharto bukan >koruptor dan pelanggar ham. karena pengadilan tak pernah memvonis >dia seperti itu. > >bakrie yang bikin susah rakyat porong dan para konglomerat pemakan >duit blbi juga bukan koruptor yang merugikan keuangan negara, karena >pengadilan tak pernah memvonis mereka seperti itu. banyak lagi contoh >yang lain. > >ketimbang menilai orang lain, bagaimana kalau anda menilai ahlak >anda sendiri. memaki orang yang berbeda pendapat (dalam soal agama >atau pandangan ekonomi), menganggap mereka kriminal bahkan >memvonis bakal masuk neraka. apa verifikasi yang sudah anda lakukan >sebelum menjatuhkan vonis itu? > > > > > >At 05:52 PM 6/25/2007, you wrote: > >>Ada "Asas Praduga Tak Bersalah" atau "Presumption of >>Innocence" di mana seseorang dinyatakan TIDAK BERSALAH >>hingga PENGADILAN MENYATAKAN BERSALAH. >> >>Mungkin banyak orang termasuk Jurnalis Tempo belum >>memahami hal itu. >> >>Ini artikelnya: >><http://en.wikipedia.org/wiki/Presumption_of_innocence>http://en.wikipedia.org/wiki/Presumption_of_innocence >>Presumption of innocence is a legal right that the >>accused in criminal trials has in many modern nations. >>It states that no person shall be considered guilty >>until finally convicted by a court. >>== >> >>Kan Pengadilan belum dijalankan. Jadi tunggu saja >>hasilnya. Setelah vonis hakim, baru kita bisa bilang >>itu teroris dan polisi bisa menembak mati terorisnya. >> >>Sebelum ada sidang pengadilan, ya polisi bisa ngomong >>apa saja. Tapi itu bukan vonis hakim. >> >>--- Farid Gaban <<mailto:faridgaban%40yahoo.com>[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> > Dede, >> > >> > Kapan ya kira-kira Tempo bisa menulis dengan sedikit >> > lebih kritis >> > terhadap polisi? >> > >> > Dujana DIYAKINI... >> > Yang terang, ia DIYAKINI menempati posisi >> > istimewa... >> > >> > (siapa yang meyakini?) >> > >> > Zarkasih alias Nuaim juga punya pengalaman >> > internasional yang luas. >> > >> > (siapa mengatakan? Polisi atau hasil investigasi >> > Tempo?) >> > >> > salam buat teman-teman di Tempo, >> > Farid Gaban >> > >> >
[Non-text portions of this message have been removed]

