bung, asas praduga tak bersalah itu bahasa hukum di pengadilan. coba disimak juga kuliah pak danardono tentang perbedaan tugas hakim, jaksa dan polisi dalam penegakan hukum.
media massa dan jurnalis punya bahasa dan aturan main sendiri --yang juga berdasar undang-undang-- dalam melakukan tugasnya.. kalau mengikuti logika hukum anda, tanah meruya itu milik portanigra karena begitulah keputusan mahkamah agung --lembaga peradilan tertinggi di negeri ini. titik. tak boleh ada perdebatan. alangkah malangnya rakyat meruya, bila semua jurnalis berpikiran seperti anda. otak manusia seperti parasut. dia berfungsi baik kalau berkembang sempurna. betul dalam jurnalisme, dan profesi apa pun, kadang terjadi kesalahan. tinggal diuji kesalahan itu karena tidak sengaja/alpa atau lantaran sejak awal memang didasari niat yang bengkok. At 11:58 AM 6/28/2007, you wrote: >Waduh ternyata verifikasi dari orang Tempo makin >membuktikan bahwa Tempo sudah lebih hebat dari >pengadilan. > >Tidak perlu lagi pengadilan untuk membuktikan orang >bersalah / tidak. Cukup jurnalis Tempo saja.... > >Kita tidak perlu Asas Praduga Tak Bersalah lagi jika >sudah ada wartawan Tempo. > >Lucu sekali...:) > >--- scribbler scribbler ><<mailto:loonyscribbler%40gmail.com>[EMAIL PROTECTED]> >wrote: > > > Nggak apa-apa. Gak usah marah. Namanya juga tempo. > > Tempo-tempo bener, > > tempo-tempo salah. Biasa dalan jurnalisme. > > > > On 6/26/07, Nugroho Dewanto > > <<mailto:ndewanto%40mail.tempo.co.id>[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > >hehehe bung nizami kenapa harus membonceng email > > farid gaban > > > >(atau satrio) untuk menembak saya? kurang pede > > ya? > > > >perilaku anda sungguh menyedihkan. > > > > > > > >perlu anda ketahui, ada sejumlah wawancara dengan > > berbagai > > > >orang, membaca segepok dokumen --termasuk berita > > acara > > > >pemeriksaan (bap), dll-- yang dilakukan jurnalis > > tempo sebelum > > > >menulis berita. itu disiplin verifikasi yang kami > > lakukan setiap > > > >minggu. > > > > > > > >anda mungkin juga tak paham atau tak mau paham, > > media punya > > > >penilaian sendiri yang bisa berbeda dengan > > penilaian pengadilan. > > > > > > > >kalau cuma mengikuti penilaian hakim di > > pengadilan, seperti anda > > > >inginkan, mestinya kita semua juga harus akui > > soeharto bukan > > > >koruptor dan pelanggar ham. karena pengadilan tak > > pernah memvonis > > > >dia seperti itu. > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > >=== >Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? >Kirim email ke: ><mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com>[EMAIL PROTECTED] > >__________________________________________________________ >Get your own web address. >Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. ><http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL>http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL > [Non-text portions of this message have been removed]

