Setuju sama Pak Ikhsan.. Saya sebagai student juga kerja.. pernah jadi
cleaning service, penjaga malam, dari bersih2 kantor sampai kakus..
hehehhe.. sekarang Alhamdulillah agak santai sedikit, menjadi tutor bahasa
inggris..

FYI di Korea Selatan (dimana saya melanjutkan study sekarang), since jumlah
Masjid sangat sedikit, dan jumlah pelajar jauh lebih kecil dari pada jumlah
TKI, disini sudah sangat lama terjalin hubungan yang sangat erat.. Jangankan
Pengajian, biasanya kalau saya ada kesulitan, saya banyak berkonsultasi
dengan para TKI disini yang sudah banyak makan asam garam.. rata2 pengajian
disini diadakan tiap minggu di setiap mesjid..

Kalau di UK, ada yang namanya KIBAR (Keluarga muslim Britania raya) yang
terdiri dari Pelajar, TKI (kerennya ekspatriat) dan Indonesian yang menikah
dengan locals.. KIBAR memiliki chapter2 disetiap kota yang menyelenggarakan
pengajian dwi mingguan.. dan tiap tahunnya, menyelenggarakan gathering untuk
seluruh keluarga kibar setidaknya 2 kali.. gathering tidak hanya diisi
pengajian, tapi juga pesantren anak, workshop dan sebagainya..

Jadi sebenarnya saya pribadi belum pernah merasakan ada perbedaan kelas
diantara orang Indonesia di luar negeri.. Semoga infonya bermanfaat..

Salam hangat,
Riza
Masan, KR

On 29/06/07, Mohamad Ikhsan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Emang ada bedanya? Apa bukannya student biasanya juga jadi TKW/I di LN?
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, indah
> nuritasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Mas Muchtarom,
> >
> > di Philly pengajian "antar kelas" seperti ini bukan hal baru lagi.
> Begitu juga di DC dan sekitarnya. Malah ada perkumpulan namanya Kuli
> Dollar yang rajin membuat pengajian, dan kadang gabung dengan pihak
> Konjen New York City. Memang sih ada beberapa student yang sikap dan
> gayanya "agak tinggi" tapi ya kalau ketinggian kan repot sendiri.
> Lagipula yang kuli itu bukan berarti economic statusnya lebih rendah
> lho, malah sering mereka ber-dollar lebih banyak dari yang student
> atau profesional. Tanya saja sama Bung Ikra kalau tidak percaya.
> >
> > salam,
> >
> > Indah
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke