Hehehehe...
Nggak lihat pengalaman kita nih mas? Lupa? Jasmerah dong mas...
Teroris di Indonesia sudah ada sejak jaman RM Danardono masih pakai kathok
oto... Mulai dari geng-nya kartosuwirya sampai geng-nya aidit...
Mengapa?

   1. Masalah pokok ('predisposition factor') tidak pernah terpecahkan
   2. Tingkat pemahaman kita mengenai nation-building yang nggak pernah
   selesai

Jadi biarpun mau diberangus macem tindakan Musharraf Cs, nggak bakalan
menghilangkannya, bahkan bisa menggila lagi... Rakyat Indonesia ini
tipikalnya romantik-melankolis, jadi kalau dalam pandangan mereka ada satu
kelompok yang teraniaya maka dukungan ini akan diarahkan ke kelompok ini...
Jadi namanya anti-terrorism haruslah bersifat dari 'hulu ke hilir' nggak
bisa hanya di hilir saja...
Gitu lho mas...
Piye Oom Don?
DG


On 7/12/07, Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   mungkin peristiwa ini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi
> pemerintah indonesia dalam menghadapi para teroris.
>
> jadi bukan cuma sekedar ditangkep, diadili, tapi juga diberangus smp
> ke akar2nya biar negara aman.
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Mas Bagong"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Siapa bermain api akan hangus oleh api...
> > Siapa hidung dari pedang akan mati oleh pedang...
> > DG
> >
> >
> > On 7/12/07, Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Pengepungan terhadap Masjid Merah di Islamabad akhirnya berakhir.
> > > Seperti yg setiap hari diberitakan, bahwa pengepungan masjid yg sudah
> > > dimulai sejak 3 Juli-11 Juli 2007, memakan korban 73 militan syariat
> > > dan 10 personel pasukan elit Pakistan SSG.
> > >
> >
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke