munir dianggap sebagai duri dlm daging bagi penguasa2 koruptor, makanya dia dieliminasi. secara positif, munir adalah pahlawan demikian halnya seperti ulama masjid merah yg juga mati ditangan otoritas.
bedanya, munir bukan bertindak sebagai pembela agama saja. --- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Memang sih.. dalam setiap masa akan selalu ada martir.. Apalagi kalau > martirnya > bukan atas kesadaran sendiri.. tetapi hasil radikalisasi pihak lain (yang > menyusup > bahkan mempengaruhi, misalnya).. agar lebih mudah menghajar kalangan > tertentu.. > > Kasus Alm. Munir (kalau Alm. Riswanda Himawan termasuk gak ya?) tidak bisa > disamakan dengan pemberontakan terhadap negara.. IMHO, yang beliau lakukan > tidak membahayakan negara.. kecuali sikap kritis & tidak mudah menerima > yang ditampilkan di publik.. membahayakan & bikin marah elit, mungkin.. > > Tapi dia (or mereka) bukan 'musuh negara'.. Tolong bedakan itu.. > CMIIW.. > > Wassalam, > > Irwan.K > > On 7/13/07, Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > itulah perjuangan! > > > > mau sedikit atau banyak, yang penting udah punya sekutu pasti bisa > > berontak. > > > > munir pun termasuk pemberontak bagi koruptor dan pelanggar2 HAM kan? > > dia sendirian kan? > > > > makanya dia pun berakhir tragis. > > sama juga seperti gerilyawan masjid merah, buntut2nya mati kalo > > melawan penguasa. > >

