Sekedar pikiran terlintas.. apa mereka gak mikir ya, dengan personel hanya puluhan(?), atau maksimal ratusan, koq mau"nya mendesakkan suatu ide.. ke negara lagi..
Waktu masih SMA, pernah denger kasus Warsidi di Lampung.. Kebetulan Warsidi ini guru matematika di SMA saya.. hehehe.. tapi beda orang lah.. :-p Kalau benar pemberitaan saat itu, masa sih mau 'memberontak' cuma dengan kondisi lokal gitu.. mbok ya kalo mau 'berontak' (kalau itu benar), skalanya yang nasional gitu.. Apalagi kalau personelnya cuma puluhan (well, bisa juga ratusan) orang saja.. ditimpukin granat berapa biji aja bisa cepet abis.. :-| Sorry ya, logika & bahasanya awam banget.. :D CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 7/12/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang main siapa? yang mati klenger siapa? > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, "Mas Bagong" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Siapa bermain api akan hangus oleh api... > > Siapa hidung dari pedang akan mati oleh pedang... > > DG > > > > > > On 7/12/07, Alvin Daniel <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > Pengepungan terhadap Masjid Merah di Islamabad akhirnya > berakhir. > > > Seperti yg setiap hari diberitakan, bahwa pengepungan masjid yg > sudah > > > dimulai sejak 3 Juli-11 Juli 2007, memakan korban 73 militan > syariat > > > dan 10 personel pasukan elit Pakistan SSG. > > > > > > Tahun 2006, Abdul Aziz Ghazi dan Abdul Rashid Ghazi, 2 tokoh > radikal > > > Islam di Pakistan, mengajukan proposal untuk menerapkan hukum > Syariat > > > Islam di Islamabad. > > > Pemerintah Musharaf menentang keras ide ini, alhasil tahun 2007 > para > > > siswa masjid merah bersama dgn madrasah Jamia Hafsa memulai > anarkisme > > > sipil di Islamabad. Mereka melakukan penculikan dan pembunuhan > > > terhadap pihak-pihak yang dicurigai anti-Islam. > > > Salah satunya adalah kompleks prostitusi milik imigran China. > > > Beberapa pebisnis prostitusi dibunuh dan arealnya dibersihkan dari > > > kemaksiatan. > > > > > > Pemerintah Pakistan yang memiliki hubungan dekat dgn PRC tidak > tinggal > > > diam. Seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa Pervesz Musharaf > adalah > > > jenderal atas angkatan bersenjata Pakistan yang mengambil > kekuasaan > > > menjadi pemimpin negara melalui kudeta, yang juga dicurigai > didanai > > > oleh US. > > > > > > Diawali dari perebutan senjata oleh beberapa siswa masjid dari > tangan > > > polisi Pakistan, merembet menjadi pertempuran berdarah di areal > Masjid > > > Merah. > > > Perempuan dan anak-anak banyak yg terjebak di dalam masjid > sehingga > > > pemerintah memaksa para militan utk membebaskan mereka. > > > Negosiasi berjalan stagnant. > > > Maulana Abdul Aziz yang akhirnya terdesak, terpaksa memakai > > > burqa/kerdung perempuan utk melarikan diri. > > > Akhirnya diapun tertangkap oleh tentara. > > > > > > Sisa anggota militan yang masih di dalam masjid akhirnya diserbu > oleh > > > berbagai jenis angkatan bersenjata Pakistan, yaitu tentara, > polisi, > > > dan pasukan elit. > > > Militan syariat yang bersenjatakan RPG, AK47, dan molotov > terdesak. > > > Masjid porak poranda dihajar oleh mortir dan kendaraan lapis baja > > > pemerintah. > > > Pemimpin pemberontak, yaitu Abdul Rashid Gazi pun dibunuh pasukan > > > keamanan bersama beberapa pengikut setianya yg ada bersamanya di > dalam > > > bunker. > > > > > > Buntut dari penyerbuan masjid ini adalah rencana serangan ke > pesawat > > > Musharaf di daerah Rawalpindi oleh simpatisan Abdul Gazi. > > > Pemerintah Musharaf memberi peringatan keras kepada seluruh > teroris > > > dan kaum radikal-kanan di Pakistan utk menyerah, dan dia berjanji > akan > > > menumpas gerakan Talibanisasi di Warizistan, perbatasan > Afghanistan. > [Non-text portions of this message have been removed]

