problemnya,

militan pro-syariah di sana saat ini membenci Musharaf karena Pakistan
mendukung US dalam kampanye dunia 'war on terror' di Afghan dan Iraq.

sehingga semangat solidaritas mereka menguat dgn wujud penyanderaan
warga sipil di masjid merah.

justru sekarang menjadi terbukti bahwa pemerintah Pakistan tidak
ekstrim2 amat soal menerapkan islam.



--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> ghazi kakak beradik, juga mendiang ayah mereka,
> merupakan korban militansi dan pemahamannya
> sendiri yang sempit. mereka sebelumnya akrab
> dengan musharaf.
> 
> militan islam pakistan dalam sejarahnya selalu
> bersekutu dengan rezim militer. mereka selalu mendukung
> militer yang melakukan kudeta terhadap pemerintahan
> demokratis yang dipilih melalui pemilu. mungkin
> karena mereka sendiri tak pernah menang dalam pemilu.
> 
> sekarang mereka ditumpas oleh sekutunya sendiri.
> apakah ini sekadar nasib atau risiko yang harus ditanggung
> lantaran tafsirnya yang sempit?
> 
> 
> 
> At 12:59 PM 7/12/2007, you wrote:
> 
> >mungkin peristiwa ini bisa menjadi pelajaran dan inspirasi bagi
> >pemerintah indonesia dalam menghadapi para teroris.
> >
> >jadi bukan cuma sekedar ditangkep, diadili, tapi juga diberangus smp
> >ke akar2nya biar negara aman.
> >
> >--- In <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected], 
> >"Mas Bagong" <mas.bagong@> wrote:
> > >
> > > Siapa bermain api akan hangus oleh api...
> > > Siapa hidung dari pedang akan mati oleh pedang...
> > > DG
> > >
> > >
> > > On 7/12/07, Alvin Daniel <alvindaniel_net@> wrote:
> > > >
> > > > Pengepungan terhadap Masjid Merah di Islamabad akhirnya berakhir.
> > > > Seperti yg setiap hari diberitakan, bahwa pengepungan masjid
yg sudah
> > > > dimulai sejak 3 Juli-11 Juli 2007, memakan korban 73 militan
syariat
> > > > dan 10 personel pasukan elit Pakistan SSG.
> > > >
> > >
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke