Kalau negara pakai batas agama sebagai batas negara, maka semua yang penduduknya Muslim dijadikan satu, yang penduduknya Buddha jadi satu (juga wilayah wilayah RI yang mayo Buddha gabung dengan negara Buddha, sepertri Thailand), wilayah RI yang mayo Konghucu bergabung dengan negara Konghucu, wilayah RI yang mayo Katholik, gabung dengan negara Katholik, wilayah RI yang mayo Protestant seperti Minahasa gabung dengan negara Kristen Protestant... horreee...
Di wilayah saya diam, sebuah pemukim menengah atas di jakarta, kebanyakan non Muslim, kita keluarkan dari DKI, horreeee, juga wilayah Kapuk, kelapa gading, Pluit, Glodok.. Ehh negara lain yang udah bikin negara Muslim mana ya? mau nggak ya Malaysia gabung ama RI? nanti gak bisa lagi gebukin TKI? kan sayang? Saudi mau gabung gak ya sama RI? Mereka pasti sayang minyaknya mau di bagi bagi horrreee --- In [email protected], "Mudatsir" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bang Ikhsan, > Walaupun Bang Ikhsan menulis "separatis" (dalam tanda kutip), kok gak ada nada-nadanya kalau HTI itu "separatis" hanya karena ingin mendirikan Negara Islam (Khilafah Islam). > Kalau HTI ingin mendirikan Khilafah Islam dengan terlebih dahulu melepaskan wilayah tertentu, kemudian baru didirikan Khilafah Islam, baru dikatakan "separatis" (baik pakai tanda kutip atau tidak) > > Kenyataannya, perjuangan HTI adalah perjuangan untuk menyatukan kembali serpihan negeri-negeri Islam yang kini tersekat oleh batas- batas nasionalisme (nation state). Karena alasan inilah, HTI berseru jangan sampai negeri yang sejatinya harus bersatu dengan negeri- islam lainnya dipecah-pecah dalam bentuk separatisme wilayah. > > Perjuangan HTI (dan HT lain di seluruh dunia) untuk mendirikan Khilafah Islam, yang terjadi bukanlah "separatisme", karena HTI tidak akan pernah membiarkan separatisme terjadi di negeri-negeri muslim yang seharusnya disatukan. So perjuangan HTI bukanlah "separatisme". Kalau demikian, dimanakah letak "separatisme" nya HTI ? > Salam, > =mds- > > Posted by: "Mohamad Ikhsan" [EMAIL PROTECTED] mohamad_ikhsan > Sun Jul 15, 2007 10:42 pm (PST) > > HTI apa bukan tergolong "separatis" mau bikin negara Islam...? Hayo > waspadai diri sendiri... > > Salam, > > --- In [email protected], "Mudatsir" <mudatsir.oke@> wrote: > > > > KANTOR JURUBICARA HIZBUT TAHRIR INDONESIA > > Nomor: 117/PU/E/07/07; Jakarta, 12 Juli 2007 M > > > > PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA > > TENTANG > > > > Mewaspadai Gerakan Separatisme > > > > > > > > Gerakan separatisme tidak pernah mati. Bahkan akhir-akhir ini > menunjukkan tanda-tanda menguat kembali. Belum reda heboh tampilnya > penari cakalele yang mengibarkan bendera RMS di hadapan presiden SBY > dalam acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XIV di > Lapangan Merdeka, Ambon beberapa waktu lalu, disusul pengibaran > bendera Bintang Kejora (bendera OPM) dalam Konfrensi Besar Masyarakat > Adat Papua. Ribuan orang yang hadir sontak berteriak ââ¬Å"Merdeka > ââ¬Â¦!ââ¬Â. Tak lama kemudian di Aceh muncul lagi bendera dan istilah GAM > (Gerakan Aceh Merdeka) sebagai nama dan bendera partai lokal di > Nangroe Aceh Darussalam (NAD). > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

